Subsidi, Pangkas Angka Putus Sekolah

Metropolis

Tak sedikit jumlah siswa miskin yang akhirnya harus putus sekolah karena kekurangan dana pendidikan, khususnya dari keluarga miskin. Dengan diluncurkannya Subsidi Siswa Miskin (SSM) melalui Kemendikbud, diharapkan angka siswa miskin putus sekolah dapat diminimalisir tiap tahunnya. Seperti apa?n Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rahmad Sazaly dengan Kepala Disdik Sumut Syaiful Syafri.

Berapa jumlah dana yang bakal dikucurkan untuk SSM?
Melalui Kemendikbud anggaran SSM ini akan dikucurkan lebih kurang Rp40 miliar. Dan jumlah ini dikhususkan untuk wilayah Sumut pada 2012 ini. Sesuai judulnya, SSM ini dimaksudkan untuk meminimalisir angka putus sekolah dari siswa miskin di daerah ini.


Apakah ada perbedaan mekanisme dengan program-program tahun sebelumnya, seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM)?
Mekanisme penyaluran SSM 2012 ini berbeda dengan sebelumnya. Untuk SSM ini, data siswa yang memperoleh SSM langsung dari kabupaten/kota di Sumut. Sehingga Disdik Sumut tidak memiliki jumlah data siswa Sumut yang memperoleh SSM tersebut. Namun, kita harapkan, SSM ini bisa langsung disalurkan kepada siswa yang benar-benar miskin dan data jumlah siswa yang menerima subsidi tersebut secara langsung diberikan pihak kabupaten/kota ke pusat.

Apa peranan Disdik Sumut?
Benar, SSM 2012 ini langsung ditangani pusat dalam hal ini Kemendikbud. Pusat yang langsung berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk memperoleh data siswa yang berhak memperoleh SSM itu. Disdik Sumut di sini hanya sebagai pengawas dalam hal pemilihan siswa, apakah siswa yang disarankan ke pusat benar-benar patut mendapatkannya atau tidak.

Dari data 2011 lalu, berapa siswa miskin yang mendapatkan BSM?
Untuk 2011 lalu, jumlah siswa penerima BSM mencapai 121.963 siswa. Dengan jumlah bantuan 360 ribu per siswa per tahun. Sementara untuk 2012 ini, melalui APBN-Perubahan 2012, pemerintah menyiapkan dana tambahan sebesar Rp2 triliun untuk program SSM ini.
Semula siswa jenjang SD berhak menerima Rp350 ribu, kemudian dinaikkan menjadi Rp450 ribu. Siswa SMP yang semula menerima Rp450 ribu jadi Rp750 ribu. Sedangkan siswa SMA menerima Rp1 juta dari yang semula hanya menerima Rp750 ribu. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *