Sumut Dilanda Gangguan Cuaca, Waspada Banjir di Daerah

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini sedang dilanda gangguan cuaca. Setelah minggu lalu Kota Medan hingga Sumut diterpa cuaca panas, kini diprediksi terjadi hujan hingga beberapa hari ke depan. Karenanya, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi banjir, khususnya di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

HUJAN: Pengendara motor menerobos hujan di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan. Dalam beberapa hari ke depan, Kota Medan hingga Sumut masih dilanda hujan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Eridawati menuturkan, cuaca hujan terjadi disebabkan angin di wilayah Sumut umumnya bertiup dari arah barat laut hingga tenggara. Potensi gangguan cuaca berupa di sirkulasi Eddy masih terjadi di Samudera Hindia Barat Sumatera.


“Selain itu, terdapat belokan angin di wilayah Sumut khususnya wilayah lereng timur, pantai timur, lereng barat, pantai barat, dan pegunungan. Ini dapat menyebabkan aktivitas pertumbuhan awan cukup tinggi, sehingga masih memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat,” kata Eridawati, Rabu (20/10).

Menurut dia, suhu muka laut di sekitar wilayah Sumut masih hangat berkisar antara 29-31 derajat celsius, dengan anomali +1°C-+3 derajat celsius. Hal tersebut mengindikasikan adanya supply uap air yang cukup tinggi di wilayah perairan tersebut, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumut.

“Selanjutnya, dipole mode indeks bernilai negatif yang artinya suplai uap air di wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan),” ungkap Eridawati.

Lebih lanjut dikatakannya, kelembaban udara di Sumut cukup tinggi memasuki dasarian III Oktober yaitu mencapai 90 persen. Kondisi ini cukup mendukung potensi munculnya awan-awan hujan di Sumut. Proses konveksi (pembentukan awan) skala lokal masih cukup intensif mendukung pembentukan awan-awan hujan di Sumut, yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Karena itu, potensi tingkat bahaya banjir di wilayah Sumut menengah hingga tinggi. Untuk daerah yang mempunyai potensi menengah terdapat di Asahan, Batubara, Deliserdang, Karo, Medan, Padang Sidempuan, Pematangsiantar, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu. Kemudian, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

Sementara itu, prakiraan banjir kategori tinggi berpotensi terjadi di Gunungsitoli (Kecamatan Gunungsitoli, Gunungsitoli Alo’oa, Gunungsitoli Idanoi), Nias Barat (Kecamatan Lolofitu Moi), Nias Utara (Kecamatan Alasa, Lahewa, Lotu, Sitolu Ori, Tuhemberua), Mandailing Natal (Kecamatan Batahan, Batang Natal, Kotanopan, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Natal, Ranto Baek, Sinunukan, Ulupungkut), Tapanuli Tengah (Kecamatan Andam Dewi, Barus, Kolang, Sorkam), dan Tapanuli Utara (Kecamatan Sipoholon, Tarutung). (ris/ila)

loading...