Syahrini Bantah Diendorse First Travel

Hukum & Kriminal Infotainment
FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
Syahrini saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/9/17). Syahrini diperiksa atas kasus First Travel.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyanyi Syahrini memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin siang (27/9). Kedatangan penyanyi 35 tahun itu untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan PT First Travel terhadap puluhan ribu calon peserta umrah.

Pada Maret 2017 Syahrini mengaku berangkat Umroh bersama keluarganya dan menggunakan jasa travel first travel. Saat itu, keponakan kembar Syahrini yang merupakan anak adiknya ikut juga, termasuk suster yang merawat dua ponakannya. “Yang ikut 15, eh 18 orang. Terima kasih First Travel ini luar biasa VVIP. Mempermudah kami untuk beribadah,” kata Syahrini sebelum berangkat umrah dijumpai di bandara Soekarno Hatta, Banten, (26/3).


Datang sekira pukul 11.55 WIB, Syahrini ditemani adik sekaligus managernya, Aisyahrani. Kemarin, Syahrini memilih tampilan casual untuk memenuhi panggilan tersebut. Walau begitu, semua barang yang dipakainya mulai dari topi, kaos, tas, hingga sepatu booth coklat merupakan barang bermerek yang kisarannya sampai 45 juta rupiah, ditambah jam tangan rolex oyster cosmograph paul newman 6263 yang digadang-gadang seharga Rp10 miliar.

Satu jam melakukan pemeriksaan, Syahrini ditemani adik dan pengacaranya, Arman Hanis akhirnya ke luar gedung. Sebelum pulang, penyanyi yang terkenal lewat lagu Sesuatu itu melakukan klarifikasi. Dia mengungkapkan telah menjawab 18 pertanyaan yang diajukan penyidik terkait kasus tersebut.

“Bahwa tidak ada seperti yang diberitakan oleh media selama ini kalau keberangkatan umrah saya diendorse. Semuanya, keluarga saya membayar secara resmi kepada First Travel,” tegas Syahrini usai diperiksa Rabu  (27/9).

“Kemudian juga sistem kami adalah kerjasama. Saya juga keliling dunia ke mana pun, saya nggak pernah diendorse. Apalagi urusan ibadah, masa saya diendorse,” sambungnya.

Dia mengungkapkan telah membantah semua pertanyaan biaya terkait endorse yang diberikan kepadanya. Menurutnya, manajemennya membayar yang sesuai dengan ketentuan First Travel saat itu. Tapi dia membenarkan bahwa ada pemotongan harga, dan hanya untuk dia seorang. Sementara keluarga lainnya membayar penuh.

“Saya pastinya dapat discount, dari harga misalkan satu jadi setengah untuk saya. Tapi keluarga saya semuanya full membayar. Jadi tidak ada yang satu kali lagi na’udzubillahimindzalik saya makan uang jemaah. Apabila saya mengetahui First Travel yang suka makan uang jamaah, na’udzubillahimindzalik tak mungkin saya kerja sama dengan travel ini,” katanya sambil mengacungkan jari telunjuk.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *