Tabrakan Maut di Tol Amplas

Metropolis

Hanya 500 M dari Pintu Tol

MEDAN-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera), di Km 27 atau 500 meter dari pintu Tol Amplas, sekira pukul 08.00 WIB, Sabtu (9/6). Kecelakaan yang melibatkan minibus Isuzu Elf, Daihatsu Xenia dan Suzuki Katana itu menyebabkan seorang warga Jawa Barat meninggal dunia dan 12 korban lainnya mengalami luka-luka.


Korban meninggal atas nama Aldi Hasyan Siregar, pengemudi Xenia BK 1470 KP, warga Lematang I/124 RT 6/4 Bakti Jaya Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Aldi yang sempat terhimpit di kemudi Xenia meninggal di instalasi gawat darurat RS Medistra Lubukakam, beberapa jam setelah kejadian.

Menurut tim medis, Aldi mengalami pendarahan hebat di kepala dan telinga mengeluarkan darah.

Hariawan (23), pengemudi minibus mengalami patah tangan dan robek dikaki dan dirawat di RS Estomihi di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Ppengemudi Jimmy Katana, Ronald H Rajagukguk (41), dan istrinya mengalami luka ringan.
Sedangkan mobil Xenia ringsek di bagian depan dan satu bannya copot. Mobil Suzuki Jimmy Katana juga rusak bagian depan sebelah kanan dan satu ban depan sebelah kanan copot. Mobil minibus juga mengalami kerusakan.
Menurut penuturan pengemudi Suzuki Katana BK 1419 DJ, Ronald H Rajagukguk (41), di ruang juru periksa Satlantas Polresta Medan, pagi itu dia, mobil mereka mendekati pintu tol Amplas. Pengemudi mobil Isuzu berusaha mendahului mobilnya dari samping kanan namun dari arah berlawanan muncul mobil Daihatsu Xenia. Tabrakan tak terelakkan.

“Begitu sopir Isuzu mendahului mobilku, kedua mobil tersebut langsung laga kambing. Mobil Xenia rusak parah dan ban depannya lepas,” sebut warga Jalan Sempurna Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai itu.
“Mobil Isuzu datang dari arah Tol Tanjungmorawa, menuju pintu keluar tol Amplas. Tiba-tiba ada mobil Daihatus Xenia dari arah depan. Langsung dihantamnya mobil Xenia itu,” kata seorang pegawai Tol Belmera yang tidak mau disebutkan namanya, menguatka keterangan Ronald.

Ronald bersama istrinya selamat dari maut tetapi mengalami luka ringan. Sedangkan ban mobil depan sebelahkanan terlepas dan bagian depan mobil ringsek.

Sementara itu, sopir minibus isuzu elf BK 7169 DO milik PT Delta Naratik Indah, Hariawan (23), yang ditemui di dalam Ruang UGD mengatakan kejadiannya sangat cepat. “Waktu itu saya melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam, namun mobil Xenia warna hitam tiba tiba muncul dengan kecepatan tinggi dan langsung laga kambing,” kata warga Dusun Y Pale Rejo.

Setelah itu, mobil mini bus berpenumpang 10 karyawan yang dikendarainya ditabrak lagi oleh mobil Katana dari belakang. Akibatnya, beberapa penumpang di dalam minibus terbentur dan mengalami luka serius.
Petugas yang datang tak lama setelah kejadian, langsung mengamankan pengemudi Daihatsu Xenia, Aldi Hasyan Siregar terhimpit kemudi mobil. Bagian kepala dan wajahnya mengalami luka serius. Pegawai jalan tol di bantu Polisi Jalan Raya (Pjr) Polresta Medan langsung mengeluarkan dari tempat duduk kemudi.

Diketahui masih bernyawa, Aldi langsung dibawa ke Rumah Sakit Nursa’ada, Tanjung Morawa untuk mendapatkan pertolongan. Karena luka korban yang serius, Aldi dirujuk ke Rumah Sakit Medistra Lubukpakam. Namun nyawa Aldi tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan tewas oleh pihak rumah sakit setelah satu jam menjalani perawatan intensif. Pria kelahiran Tapanuli Selatan itu tewas akibat mengalami pendarahan di bagian kepala dan telinga mengeluarkan darah.
Humas RS Grand Medistra, Emra Sofian Sinaga SH mengatakan sampai sore hari keluarga korban belum datang. Karena itu, sesuai kebijakan RS Grand Medistra, jasad korban diserahkan ke RSU Deliserdang di Lubukpakam, karena RS Grand Medistra tidak memiliki lemari instalasi penyimpanan mayat.

Sepuluh karyawan yang ada di minibus mengalami luka serius. Seperti supir mini bus, Hariawan mengalami patah tangan dan robek dikaki. Sembilan orang lainnya mengalami luka berat dan ringan. Semua korban yang ada di minibus kemudian dibawa ke RS Estomihi Jalan Sisingamangaraja, untuk mendapat perawatan.

Ditemui di Tol Belmera, Aiptu Herliandy mewakili Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Raisya, saat dikonfirmasi mengatakan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu.
“Kami masih menyelidiki untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu,” ujarnya singkat.

Salah seorang petugas patroli Jasa Marga, Hotman Simanjuntak menyatakan kecelakaan tersebut terjadi tepat di intrencing Amplas atau dekat pintu gerbang keluar Tol Amplas.

“Kami juga agak terlambat karena ketika patroli di jalan yang lain. Kejadiannya tepat di intrencing Amplas, awal dibaginya jalan menuju Tanjungmorawa, Belawan dan arah kedatangan dari sana,” sebut Hotman Simanjuntak.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario menjelaskan, kasus lakalantas tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan pihaknya sudah memeriksa supir mobil Suzuki Katana sedangkan supir mini bus belum diperiksa karena masih dirawat di rumah sakit. “Masih kita lidik penyebab tabrakkan,” ucapnya singkat.

Akibat kejadian ini, lalu lintas di Jalur tol Belmera sempat mengalami kemacetan, karena mobil menghalangi badan jalan. Personel Pjr Polresta Medan yang turun ke lokasi langsung meminggirkan mobil ke pinggir badan jalan.
Mobil derek yang diturunkan ke lokasi, kemudian membawa bangkai mobil ke Markas Polresta Medan. Sekitar tiga jam kemudian, lalu lintas di jalur tol Belmera kembali lancar. (mag-12/gus/btr/jon)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *