Tak Hasilkan PAD Sepeserpun, Komisi III Segera Panggil PD Pembangunan

Metropolis
LENGGANG: Kantor PD Pembangunan di Jalan Sutomo Medan, tampak lenggang, beberapa waktu lalu. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
LENGGANG: Kantor PD Pembangunan di Jalan Sutomo Medan, tampak lenggang, beberapa waktu lalu. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan mencatat, salah satu BUMD Kota Medan, yakni PD Pembangunan tidak berhasil meraih keuntungan ataupun pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2019. Karena itulah, Komisi III berencana segera memanggil Dirut PD Pembangunan.

Sekretaris BPKAD Kota Medan, Ir Sulfan Nasution mengatakan dari target PAD yang diberikan kepada PD Pembangunan di tahun 2019, tidak satu rupiah pun yang berhasil dikumpulkan oleh PD Pembangunan.


Padahal, PD Pembangunan diketahui mengelola dua tempat kunjungan masyarakat yakni Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Ujung Labuhen, Deliserdang dan Kolam Renang Deli yang terletak di Jalan Sutomo No.4 Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur.

“Target PAD PD Pembangunan di tahun (2019) lalu sebesar Rp250Juta. Realisasinya belum ada, PAD-nya masih belum ada,” tegas Sulfan kepada Sumut Pos, Kamis (6/2).

Sedangjkanb Ketua Komisi III DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution mengatakan, bahwa hal ini merupakan bukti buruknya kinerja Direktur PD Pembangunan yang membuat salah satu BUMD di Kota Medan itu tak mampu meraup dan menyumbangkan keuntungan untuk Kota Medan.

“Target PAD-nya cuma Rp250 juta, itu sebenarnya kecil sekali. Tapi ternyata itu saja pun gak bisa dipenuhi. Kalau satu rupiah pun tak ada penghasilan dari BUMD itu, ya itu namanya bukan BUMD, untuk apa ada BUMD kalau tak bisa memberikan PAD,” kata Rahman.

Apalagi, lanjutnya, posisi PD Pembangunan sebagai pengelola Medan Zoo dan Kolam Renang Deli dinilai sangat strategis dan sangat memungkinkan untuk bisa menghasilkan PAD.

“Luas Medan Zoo itu luar biasa, lebih dari cukup. Tapi kalau kita masuk ke dalam, kita tidak melihat hal menarik di sana. Kita bahkan tidak tahu apa yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang ke sana agar mau datang kembali untuk kedua kalinya. Selain kurang terurus, Medan Zoo juga masih jauh dari inovasi,” katanya.

Begitu juga dengan Kolam Renang Deli, lanjut Abdul Rahman, kondisinya yang begitu kotor membuat banyak para pengunjung enggan untuk datang dan berenang. Akibatnya, jumlah pengunjung terus menurun.

“Apalagi sekarang sudah banyak kolam renang di hotel-hotel yang bisa dinikmati masyarakat luas, ditambah juga kolam renang lainnya. Kalau tidak ada perbaikan, maka kolam renang Deli akan tetap kotor dan tidak menarik, maka akan begitu terus dan bahkan semakin buruk,” terangnya.

Menurutnya, baik kolam renang Deli dan Medan Zoo sama-sama butuh inovasi dan pengembangan. Harusnya, Dirut PD Pembangunan, Putrama Alkhairi mau belajar dari pihak-pihak pengelola Kebun Binatang dan Kolam renang untuk mengembangkan kedua tanggungjawabnya tersebut.

“Dia (Putrama) harus belajar dari Pak Rahmadsyah tentang bagaimana mengelola kebun binatang dengan baik, dan harus belajar dari pengelola kolam renang yang sudah sukses. Kalau tak mau berbenah juga, bagaimana bisa maju PD Pembangunan itu. Kalau tak maju-maju juga, ya sudah, ganti saja Dirutnya,” lanjutnya.

Untuk itu, kata Abdul Rahman, pihaknya di Komisi III akan segera memanggil pihak PD Pembangunan untuk segera membicarakan hal tersebut. “Dalam waktu dekat ini kita akan jadwalkan untuk RDP dengan PD Pembangunan. Kita akan tanya, apa masalahnya maka mereka bisa tidak profit. Kita akan cari solusinya. Ke depannya PD Pembangunan harus bisa menyambungkan keuntungan untuk Kota Medan. Kuncinya adalah inovasi, PD Pembangunan harus bisa berinovasi,” pungkasnya. (map/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *