Tak Memberi Dampak, Dinilai Mubazir

Metropolis
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS AMATI: Petugas memantau arus lalu lintas melalui layar monitor di Kantor Area Traffic Control System (ATCS) Jalan Balai Kota Medan.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
AMATI: Petugas memantau arus lalu lintas melalui layar monitor di Kantor Area Traffic Control System (ATCS) Jalan Balai Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Dinas Perhubungan (Dishub) Medan kembali mengalokasikan anggaran untuk menambah titik Area Traffic Control System (ATCS) dibeberapa titik.

Padahal, selama ini keberadaan ATCS terus dipertanyakan oleh sejumlah kalangan karena belum banyak memberikan banyak pengaruh, terutama untuk mengurai kemacetan.


Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan Medan, Suriono menyatakan saat ini pihaknya telah memiliki 54 ATCS yang menyebar dibeberapa titik.”Hasil gambar yang berhasil direkam oleh ATCS ditampilkan pada 16 monitor (layar) yang berada ruang kontrol ATCS secara bergantian,” jelas Suriono, Selasa (13/1).

Kata Suriono, pada anggaran pendapatan belanja daeraha (APBD) tahun anggaran 2015, pihaknya kembali mengalokasikan anggaran untuk membangun beberapa ATCS.”Tahun ini alokasi anggaran untuk pemasangan 10 ATCS sebesar Rp5 miliar,”ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan rencana anggaran belanja (RAB) untuk seluruh kegiatan yang ada di Dishub Medan. “Kemarin ada fluktuasi harga BBM, jadi ada ada sedikit perubahan RAB, sehingga proses pengajuan dokumen untuk lelang sedikit tertunda,”urainya.

Selain mengalokasikan anggaran untuk membangun ATCS baru, Dishub Medan juga mengalokasikan anggaran untuk memelihara keberadaan ATCS yang sudah ada.

Suriono menyatakan, biaya pemeliharaan ATCS tahun anggaran 2014 sebesar Rp2 miliar. Namun yang dipergunakan hanya Rp1,1 miliar.” Tahun 2015 biaya pemeliharaan tetap sama yakni Rp2 miliar, tapi realisasi penggunaannya belum tahu, karena melihat kondisi ATCS dilapangan,”ucapnya.

Pengamat Transportasi di Medan, Hendy Bhakti Alamsyah menyatakan untuk saat ini keberadaan ATCS tidak perlu dilakukan penambahan. Karena, tidak memberikan dampak yang begitu signifikan dalam membantu kerja Dishub Medan mengurai kemacetan. Sehingga hal ini terkesan mubazir.

Masyarakat pada umumnya, kata dia, masih takut dengan keberadaan polisi di setiap persimpangan dari pada teguran yang dilakukan oleh operator ATCS.”Lebih baik anggarannya dibuat kegiatan dengan melakukan razia rutin, atau dengan menempatkan polisi dan petugas Dishub Medan pada titik rawan kemacetan,” kata Akademisi dari Universitas Panca Budi itu.

Untuk itu, ia meminta kepada Dishub Medan kembali melakukan kajian mengenai alokasi anggaran yang ditampung membangun ATCS.

“Pembangunan ATCS baru sifatnya belum urgent (penting) jadi masih dapat dipertimbangkan, atau anggarannya diefesiensi dan dialihkan kepada kegiatan lain yang bermanfaat,” tuturnya.(dik/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *