Takut Dimassa, Gea Tewas Tabrak Palang

Sumatera Utara

AEK NATAS, SUMUTPOS.CO – Takut dihakimi massa, Beja Tulo Gea (29) karyawan PKS PT Torganda Aek Korsik, Kec. Aek Kuo Kab. Labura tewas usai menabrak palang besi perkebunan.

Kematian Beja berawal saat ia bertengkar hebat dengan istrinya, Mestika Gea (24) di rumah mereka di komplek perumahan PKS PT Torganda, Sabtu (12/7) lalu.


Malam itu sekira pukul 19.00 WIB, Beja yang baru pulang kerja dari PKS PT Torganda Aek Korsi, Kec. Aek Kuo tiba-tiba mengamuk. Tanpa alasan yang jelas, ia menuduh istrinya selingkuh. Pertengkaran itu sontak jadi perhatian dan tontonan para tetangga dan warga yang melintas. Karena emosi Beja tak reda juga, seorang warga bernama Tompson Tampubolon (35) berusaha menegur dan menasehati Beja.

Ternyata niat baik Thomson membuat Beja makin marah. Karena tak mau adu jotos, Tompson yang mengalah memilih pergi. Tapi selang beberapa menit kemudian, salah seorang satpam di kompleks perumahan PKS PT Torganda bermarga Siregar melintas dari depan rumah Beja. Melihat keributan itu, Siregar pun berusaha melerai dan menenangkan Beja yang makin ngamuk.

Namun niat baik Siregar justru berbuah petaka. Pasalnya, Beja justru makin emosi hingga mengejar Siregar dengan parang di tangan. Beruntung Siregar berhasil menghindar dengan sembunyi.

Kecewa kehilangan jejak, Beja yang masih emosi memilih mendatangi dan merusak rumah Siregar dengan menggunakan parang. Melihat rumahnya dihancurkan Beja, Siregar lantas menceritakan kejadian itu pada Tompson dan warga lainnya.

Tak terima Beja bertindak semena-mena, sekira pukul 23.00 WIB, Thomson dan Siregar serta puluhan warga lain sepakat mendatangi rumah Beja. Singkat cerita, Beja yang melihat puluhan warga sontak keder.

Karena takut dihakimi, Beja disebut warga langsung mengengkol sepeda motor Honda Supra miliknya dan kabur. Tapi naas, diduga karena takutnya, tak sadar Beja malah menabrak palang besi jalan masuk perkebunan. Miris, saat jatuh kepala belakang Beja malah menghantam batu di bawahnya hingga robek.

“Mungkin malam itu Beja ketakutan hingga menabrak pintu tiang besi palang Satpam PKS PT Torganda. Meski kepalanya koyak, tapi Beja terus berlari. Tak berapa lama ia baru berhenti setelah lemas dan terjatuh,” kata warga yang jadi saksi mata.

Begitulah, sekitar pukul 24.00 WIB, warga yang menemukan memilih membawa Beja ke rumahnya untuk diobati oleh perawat setempat. Tapi takdir berkata lain, karena banyak kehilangan darah, Beja akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Aek Natas, AKP TH Perangin-angin melalui Kanit Reskrim Ipda M Pasaribu mengaku sesuai hasil penyelidikan, Beja diduga tewas usai manabrak tiang palang besi saat kabur dari kejaran warga. “Diduga ini yang menyebabkan kematian Beja, dan dari TKP kita telah mengamankan barang bukti bambu sepanjang 1 meter yang ada ditemukan bercak darahnya. 1 biji batu diduga ada kaitannya dengan kematian Beja, dan 1 buah parang diduga milik Beja. Jadi saat ini masih kita lakukan penyelidikan nanti kita informasikan perkembangan terbarunya,” katanya. (smg/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *