Tampilkan Multietnis, Medan Model Kerukunan

Medan on Focus

32 Ribu Warga Ikuti Pawai Ta’aruf dan Pembukaan MTQN ke-45 Kota Medan

Sebanyak 32 ribu warga kota Medan antusias mengikuti pawai ta’aruf yang digelar di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal. Peserta yang berasal dari seluruh kecamatan, Organisasi Kepemudaan (OKP) dan tokoh-tokoh agama dari lintas agama dan etnis menampilkan beragam pakaian adat serta hiburan rakyat.


Pawai dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dipimpin Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM. Dalam pawai itu, 21 kecamatan dan masing-masing kecamatan melibatkan sekitar 1.500 orang. Kegiatan dengan menampilkan beragam pakaian adat dan hiburan rakyat mulai dari Barongsai, Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Marching Band dan pencak silat.

Aksi itu mencuri perhatian dari warga setempat.Buktinya, sejumlah warga berkerumun menyaksikan pawai ta’aruf yang digelar untuk menyambut pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an  Nasional (MTQN) ke-45 Tingkat Kota Medan Tahun 2012 yang digelar di Jalan Amal Lingkungan III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Rahudman Harahap mengungkapkan rasa syukurnya terhadap antusiasnya masyarakat dalam menyemarakkan kegitan MTQN ke-45. “Pertama kami ucapkan syukur Alhamdulillah, apa yang diharapkan agar kegiatan dapat disemarakkan sebagai syiar agama terjawab sudah. Ada sekitar 32 ribu orang yang mengikuti pawai ta’aruf ini. Bahkan, belum pun pembukaan MTQN ke-45 dibuka, lapangan di Jalan Amal ini sudah penuh. Ini membuktikan betapa besarnya antusiasme masyarakat dalam menyambut MTQN dan diucapkan terima kasih kepada masyarakat,” katanya usai melepas pawai ta’aruf, Senin (5/3) siang.

Dia mengatakan, dirinya sangat senang terutama dalam pawai ta’aruf ini tokoh-tokoh agama dari lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) turut menyemarakkan kegiatan.

“Ikut terlibatnya tokoh agama dari FKUB juga berbagai etnis dari kecamatan secara bersama-sama ikut menyemarakkan pawai ini sangat kita apresiasi dan ini sebagai bentuk keberagaman yang terjalin dengan baik,” ujarnya.

Rahudman menyebutkan, pawai ta’aruf yang digelar dengan menjalani rute dari Jalan Amal-Jalan TB Simatupang-Jalan Sunggal-Jalan Ring Road/Gagak Hitam dan kembali ke Jalan Amal merupakan satu rangkaian dari kegiatan pembukaan MTQN Kota Medan ke-45.

Sebelumnya, dia mengatakan, penampilan etnis dalam pawai ini digelar untuk menunjukkan Kota Medan merupakan multikulturisme, meskipun berbeda-beda suku, agama dan kebudayaan namun dapat hidup dalam bingkai kerukunan.

“Kita ingin terus menjaga image bahwa Kota Medan merupakan contoh pengembangan model kerukunan hidup antar etnis maupun umat beragama, sekaligus menunjukkan Medan sebagai miniaturnya Indonesia,” katanya.

Usai melepas peserta pawai ta’aruf yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, Wali Kota Medan, didampingi Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin Msi dan Ketua DPRD Medan, Drs Amiruddin, Kepala Kemenag Medan, Iwan Zulhafmi, beserta dengan SKPD Kota Medan. Rahudman langsung melakukan peninjauan stan-stan yang ada dalam pelaksanaan MTQN.

Dalam penyelenggaran MTQN tahun ini dimeriahkan sebanyak 36 stan yang berasal dari perwakilan seluruh kecamatan, satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD), PKK serta beberapa lembaga pendidikan Islam. Yang menarik lagi, MTQ kali ini akan menyediakan media centre yang ditangani langsung Bagian Humas Pemko Medan.

Dalam melakukan peninjauan itu, Rahudman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk beramai-ramai menghadiri acara pembukaan MTQN ke-45 Tingkat Kota Medan. Sebab, lokasi kegiatan sangat representatif karena cukup luas berukuran lebih kurang 3,5 hektar yang merupakan lahan kosong milik warga setempat.

Dengan demikian warga yang menyaksikan acara pembukaan dan selama pelaksanaan MTQ berlangsung akan merasa nyaman dan tenang.
Seorang warga dari kecamatan Sunggal, Imah yang menyaksikan pawai ta’aruf ini merasa senang, tapi dia menyarankan kalau bisa tahun depan dapat diselanggarakan di lokasi yang lebih luas.

“Suka sekali melihat kegiatan seperti ini, sebab kegiatan syiar agama menjadi semarak. Tapi karena jalannya sempit jadi warga tidak bisa leluasa menyaksikan pawai tersebut. Kalau bisa digelar nanti di jalan-jalan yang lebih luaslah, kan bisa saja di Jalan Ring Road atau Gagak Hitam, yang masih di kecamatan Medan Sunggal juga,” ucapnya. (adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *