Tegaskan Piala Dunia Terakhir Bagi Cesar

Olahraga World Soccer
Julio Cesar, kiper Timnas Brazil.
Julio Cesar, kiper Timnas Brazil.

SUMUTPOS.CO – Kiper Brasil Julio Cesar merasa menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan mereka dalam menggamit gelar juara di depan publik sendiri. Betapa tidak, banyak pihak memprediksi Samba akan mampu melaju sampai final, mereka malah hancur-hancuran dengan kebobolan mencapai sepuluh gol.

Karena itu, Cesar menyatakan bahwa Piala Dunia ini merupakan akhir dari karir internasionalnya. “Ini mungkin merupakan Piala Dunia terakhirku. Bermain di Copa America, saat umurku mencapai 35 tahun, merupakan sesuatu yang sangat rumit,” ujarnya seperti dikutip Malay Online.


Kiper yang saat ini menjalani masa peminjaman di klub MLS Toronto itu kembali mengatakan, jika dirinya memaksa tampil di Copa America, maka itu merupakan sebuah tindakan yang sangat egois. “Sebab, saya harus melewatkan Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia,” jelasnya.

Seperti diketahui, Julio Cesar pun menjadi hujatan publik Brasil karena kebobolan dua gol yang lantas menghentikan langkah Brasil di perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Karena itu, banyak pihak yang heran mengapa Scolari masih memberikan kepercayaannya sebagai kiper utama Selecao. Sebab, selain masih dianggap sebagai biang kekalahan Brasil di Piala Dunia 2010, penampilannya kala memperkuat Queens Park Rangers (QPR) juga tidak terlalu bagus.

Dia gagal menghindarkan QPR dari jurang degradasi musim lalu. Maka, QPR pun meminjamkannya kepada klub Kanada yang berkompetisi di liga sepakbola Amerika Serikat atau MLS, Toronto FC.

Namun, bersama Toronto, Cesar menemukan kembali kepercayaan dirinya. Imbasnya, dia menjadi pahlawan kala Brasil mengalahkan Cile lewat adu penalti yang memastikan langkah mereka di babak semifinal.

Mimpi tinggal mimpi. Cesar kembali harus menerima kenyataan timnya harus tenggelam dalam pembantaian yang dilakukan Die Mannschaft Jerman dengan skor telak 7-1. Brasil akhirnya harus mengakhiri Piala Dunia sebagai semifinalis setelah Belanda lagi-lagi menjadi batu sandungan.

“Ini adalah momen yang paling menyedihkan bagi sepakbola Brasil. Sekarang, saya pikir ini waktunya bersantai dan melupakan semua ini,” ungkap kiper yang menghabiskan tujuh musim bersama Inter Milan tersebut.

Lebih lanjut, Cesar mengungkapkan bahwa saatnya bagi Brasil untuk melakukan regenerasi di sektor mistar gawang. “Telah tiba masanya bagi kiper yang lain. Saya kira Brasil memiliki tujuh atau delapan kiper yang memiliki kemampuan untuk tampil bersama tim nasional,” tandasnya.(apu)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *