Teriakan dan Sabetan Samurai Pecahkan Keheningan Misa

Hukum & Kriminal Nasional
Suasana Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog usai adanya penyerangan oleh seorang pemuda yang membawa samurai.

Ia mengalami luka di bagian kepala belakang dan lehernya. Setelah berhasil melukai Budijono, Suliyono beranjak ke depan menyerang Romo Prier. Melukainya di bagian kepala menggunakan samurai yang ditentengnya.

Seketika itu juga, datang seorang anggota kepolisian. Namun karena tak membawa senjata lengkap untuk melumpuhkan pelaku, dipanggillah petugas lainnya. Sementara menanti petugas bantuan datang, jemaat berinisiatif menutup seluruh pintu gedung gereja untuk menghindari kaburnya pelaku.


Danang Jaya (60), umat gereja yang berada di sana mengungkapkan, petugas atas nama Aiptu Munir dari Polsek Gamping yang datang dengan membawa senjata api mendekati Suliyono melakukan negosiasi untuk menyerahkan diri.

“Saya masuk gereja, lihat di atas mimbar seorang pria bawa pedang tanpa berkata-kata membabati patung lilin. Ternyata, sebelum saya ke sini sudah ada beberapa korban yang kena,” katanya.

Namun saat pelaku diacungi pistol, malah hendak melawan. Suliyono menyerangnya dengan samurai dan sempat melukai petugas, hingga terpaksa harus dilumpuhkan dengan 2 kali tembakan di bagian kakinya.

Saat terkapar itulah dibantu dengan beberapa jemaat, pelaku akhirnya berhasil diringkus. Total sebanyak 3 jemaat yang harus dilarikan ke rumah sakit dan seorang anggota polisi akibat peristiwa yang berlangsung hanya sekitar 10-15 menit tersebut.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri yang datang ke lokasi penyerangan mengungkapkan, ini merupakan tindakan biadab. Pihaknya akan menanti kondisi pelaku stabil terlebih dahulu untuk menginterogasinya. “Kalau dari identitas, dia memang mahasiswa. Kalau sudah stabil, kami interogasi,” ucapnya. (idr/syn/bay/jpg/adz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *