Terima Moge dan Uang Lewat Trainer Golf

Nasional

JAKARTA –  KPK akhirnya menetapkan Rudi Rubiandini, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai tersangka. Dia disangka telah menerima uang dari bos perusahaan minyak melalui seorang trainer golf.

Rudi Rubiandini//RAKA DENNY/JAWAPOS/jpnn
Rudi Rubiandini//RAKA DENNY/JAWAPOS/jpnn

Penetapan Rudi menjadi tersangka itu kemarin disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bambang mewakilik Abraham Samad yang masih berada di Makassar mengatakan KPK telah memiliki cukup bukti untuk meningkatkan status Rudi dari terperiksa menjadi tersangka.


Mulai malam ini pun Rudi akan menempati tahanan KPK bersama dua orang lainnya. “Penahanannya masih belum kami putuskan dimana. Yang pasti nanti ada di Rutan KPK dan Guntur,” ujar mantan advokat itu. Dua orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka ialah Simon Gunawan Tanjaya, seorang komisaris perusahaan minyak asal Singapura Kernel Oil Pte Ltd.

Simon inilah yang menyerahkan sejumlah uang ke Rudi melalui seorang trainer golf bernama Deviardi alias Ardi. “Selain RR (Rudi Rubiandini), kami juga menetapkan A (Ardi) dan S (Simon) sebagai tersangka. A berperan sebagai penerima dan S sebagai pemberi,” ujar Bambang.

Bambang kemarin membeberkan detail operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Rudi. Menurut pria yang akrab disapa BW itu,  awalnya Simon menyerahkan dana pada Ardi Selasa sore (13/8) sekitar pukul 16. Dana sebesar USD 400 ribu itu diberikan ke Ardi di sebuah mall setelah sebelumnya diambilkan dari sebuah bank swasta.

Pada sekitar pukul 21, Ardi datang ke rumah Rudi membawa uang dolar itu dengan mengendarai moge merk BMW R51. Moge itu diduga juga diberikan pada Rudi. Sebab kendaraan gress yang di Indonesia masih jarang itu ditinggalkan bersama BPKB dan STNK-nya.

Di rumah Rudi yang ada di Jalan Brawijaya 8 nomer 30 itu, Ardi disebutkan cukup lama. Keduanya bahkan sempat terpantau tim KPK mencoba kendaraan tersebut. Selang sekitar satu jam berada di rumah Rudi, Ardi pulang dengan diantar mobil dan supir Rudi. Saat itulah, tim KPK yang sudah memantau sejak pagi melakukan penangkapan Ardi.

Dia kemudian digelandang kembali ke rumah Rudi. “Dari situ kami amankan total ada enam orang antara lain RR, A, dua satpam dan supir RR. Termasuk seluruh barang bukti kami amankan,” jelas Bambang. Dari situ, tim KPK lainnya bergerak ke Apartemen Mediterania untuk mengamankan Simon. Pria itu memang tinggal di Apartemen Mediterania Tower A lantai 21.

Setelah membawa sejumlah orang itu, tim KPK kembali melakukan penggeledahan di rumah Rudi dan Ardi. Ternyata di rumah Rudi terdapat uang yang diduga suap sebanyak USD 90 ribu dan SGD 170 ribu. Kabarnya Rudi memang telah menerima uang dari Kernel Oil Pte Ltd sebanyak dua kali.
Penyerahan pertama terjadi sebelum lebaran. Namun kabarnya kala itu KPK gagal melakukan OTT. “Kami masih kembangkan ke arah sana. Patut diduga memang sebelumnya telah terjadi penyerahan uang ke RR,” papar Bambang. Sehingga total uang yang diamankan dari Rudi sebanyak USD 490 ribu dan SGD 170 ribu.

Sementara penggeledahan di rumah Rudi di Jalan Hortikultura 15, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ditemukan USD 200. Uang itu juga diduga berasal dari Simon. Uang dollar yang ditemukan dari rumah para tersangka itu menurut Bambang dalam pecahan USD 100. “Barang bukti itu yang terbanyak dari OTT yang selama ini pernah kami lakukan,” papar BW.

Bambang sendiri enggan menyebutkan motif pemberian uang itu. Menurut dia pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif sehingga belum bisa menyimpulkan motif dari suap itu. “Yang pasti sebagai penyelenggara negara RR telah menyalahi aturan menerima uang dari pihak yang berkaitan dengan pekerjaannya,” ujarnya.

BW hanya memberikan clue suap itu tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan kewenangan-keweangan SKK Migas yang dipimpin Rudi.  Informasi yang beredar suap itu berkaitan dengan tender minyak yang akan diikuti Kernel Oil Pte Ltd.

Kernel Oil Pte Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan minyak mentah dan berbagai produk minyak. Seperti bensin, minyak gas, bahan bakar, minyak dasar, aspal, minyak mentah dan kondensat, gas, nafta, minyak tanah, minyak pelumas, dan residu.
Perusahaan yang memiliki kantor pusat di “7500A Beach Road #10-318/321, The Plaza, Singapura itu memiliki cabang di Indonesia di Equity Tower lantai 35 Floor Suite B, kawasan”SCBD, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan.

Dalam situs resminya perusahaan ini menyediakan cairan gas alam, seperti gas petroleum cair, etana, petrokimia nafta, kondensat, produk non-bahan bakar, termasuk pelarut, green coke, calcined coke, lilin parafin, aromate berat, belerang.

Kernel juga menyediakan produk lain seperti polytam, purified terephthalic acid, paraxylene, benzene, dan propilena, dan produk kimia lainnya. Aktivitas perdagangan minyak mentah Kernel Oil dilakukan di berbagai negara, yang mencakup kawasan Timur Jauh, Timur Tengah, Mediterania, dan Afrika Barat. Entah mengapa, mendadak situs resmi perusahan itu sore kemarin sudah tak lagi bisa diakses.

Sementara itu, Simon bos Kernel Oil Pte Ltd tampaknya sengaja memanfaatkan hobi golf Rudi untuk melakukan penyuapan. Buktinya penyuapan itu tidak dilakukan melalui staf perusahaannya. Melainkan melalui seorang trainer golf, Ardi.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sejak duduk menjadi birokrat, Rudi memang memiliki hobi baru yakni golf. Olahraga itu awalnya dilakoni Rudi sebagai penghormatan pada acara-acara di lingkungan energi dan mineral yang acap kali dibuka dengan pukulan pertama oleh pejabat di kementerian. Hobi Rudi sendiri awalnya hanya badminton.

Pada bagian lain, Mahfud MD mengaku telah lama curiga terhadap Rudi. Sebab saat MK membubarkan BP Migas yang dituding sebagai sarang koruptor, Rudi malah menyerahng MK. “Saya curiga padanya, tapi dia diangkat menjadi ketua SKK Migas,” ujar Mahfud dalam akun twitternya.
Sementara itu, Rudi Rubiandini kemarin keluar dari gedung KPK sekitar pukul 20.45. Rudi yang selama ini dikenal dekat dengan wartawan bersedia memberikan komentar saat dicegat sejumlah media. Dia membantah melakukan korupsi, namun dia sadar terjerat gratifikasi karena kehadiran temannya yang membawa uang.

Teman yang dimaksud Rudi itu Ardi, seorang trainer golf. “Sepertinya saya masuk dalam gratifikasi, ada teman yang membawa uang,” ujarnya. Meski begitu, mantan Wamen ESDM ini menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang kini tengah dihadapi. Sementara itu, dua tersangka lainnya Simon dan Ardi yang keluar hampir bersamaan tidak memberikan pernyataan apapun pada wartawan.

Ketua Komisi VII DPR (mitra kerja SKK Migas) Sutan Bhatoegana mengaku tertangkapnya Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini, adalah kehilangan bagi dunia migas Indonesia.

“Ya Komisi VII jelas-jelas prihatin lah, kita kehilangan mitra kerja yang brilian,” katanya di Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Sutan mengatakan, kejadian ini membuat sedih. Sebab, Rudi dinilainya mahir dalam persoalan Migas. Ketua DPP Demokrat itu melanjutkan, ahli migas di Indonesia tidak banyak. Dengan penangkapan Rudi ini, membuat Indonesia kehilangan pakar migas lagi.
“Ya pasti saya ikut berduka lah. Kita kehilangan lagi ahli migas kita, setelah Prof Dr Ir Wijo Partowidagdo dipanggil Tuhan, kini Pak Prof Dr Ir Rudi R di panggil KPK,” jelas Sutan.  (gun/fat/jpnn)

Profil Rudi Rubiandini

Pendidikan

  • Sarjana Teknik Perminyakan, ITB, 1985
  • Dr Ing, TU Clausthal, 1991

Karir

  • 2012-2013    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  • 2011-2012    Deputi Pengendalian Operasi BP Migas
  • 2010-2011    Corporate Secretary BP Migas
  • 2010-2010    Wakil Ketua TP3M, Kementerian ESDM
  • 2009-2010    Penasihat Ahli Kepala BP  Migas
  • 2007-2010    Direktur Operasi & Keuangan  PT LAPI ITB
  • 2006-2007    Direktur Utama PT LAPI-ITB
  • 2005-2006    Direktur Penerbit ITB
  • 2001-2005    General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB
  • 1995-1998    Sekretaris Jurusan Teknik  Perminyakan ITB
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *