Teror Molotov di Kantor LBH Medan, Polisi Harus Usut Tuntas Penyerangan

Hukum & Kriminal Metropolis
PENYELIDIKAN: Tim Forensik Polrestabes Medan sedang melakukan penyelidikan terkait pelemparan molotov ke Kantor LBH Medan, Jalan Hindu Medan, oleh orang tak dikenal, Sabtu (19/10) dini hari. Pihak LBH Medan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, menyayangkan kantor mereka di Jalan Hindu Medan, dilempar molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (19/10) dini hari. Untuk itu, mereka meminta pihak kepolisian untuk serius mengusut tuntas penyerangan tersebutn

“Kasus ini harus diungkap. Jangan dianggap sebagai kasus kriminal biasa saja. Karena ini bersinggungan dengan kerja-kerja LBH, yang memberikan perlindungan hak azasi manusia,” tutur Direktur LBH Medan Ismail Lubis, Minggu (20/10) sore.


Menurut Ismail, hal-hal seperti ini dalam negara berdemokrasi haruslah menjadi prioritas utama. “Makanya harus segera ditangkap pelakunya. Motifnya apa dan siapa otak pelakunya,” tegasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, LBH Medan belum mengetahui pasti penyebab penyerangan ke kantor mereka. Namun sebelum peristiwa ini terjadi, ada beberapa anggota LBH Medan yang mendapatkan teror. “Makanya pihak kepolisian harus cepat mengungkap, biar motifnya cepat diketahui. Kalau berandai-andai, kami menduga, pasti terkait dengan kinerja LBH (Medan). Atau mungkin ada pihak-pihak yang merasa terganggu,” ujar Ismail.

“Kalau teror, dalam kurun waktu sebulan ini ada. Ada beberapa PBH kami yang ditelepon pakai nomor luar negeri berkali-kali. Bahkan didatangi ke kampung, dan orangtuanya diinterogasi. Dan teror-teror yang menanyakan ini dan itu kepada orang-orang LBH. Sehingga saya mengingatkan kepada kawan-kawan, untuk lebih berwaspada,” imbuhnya.

Saat ini, sambungnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, dengan mengidentifikasi hasil CCTV yang didapat. Ismail menceritakan, penyerangan ke Kantor LBH Medan, terjadi pada Sabtu (19/10) dini hari. Saat itu, cleaning service mereka, mendengar suara ribut-ribut di luar. “Dia langsung keluar, kemudian ada 2 sampai 3 orang yang berusaha memadamkan api yang sudah berkobar di atas atap. Artinya, sekira jam 02.30 peristiwa pelemparan terjadi,” bebernya.

Lebih lanjut, cleaning service LBH Medan dibantu warga sekitar, berusaha memadamkan api. Setelah naik ke atas atap, ditemukanlah barang bukti sebotol molotov, yang kini telah disita pihak kepolisian.

Paskaperistiwa ini, LBH Medan kemudian mengonsolidasikan dengan senior mereka, untuk mengambil sikap membantu mendorong pihak kepolisian. “Karena ini memang berimplikasi dengan masyarakat luas. Karena LBH ini corongnya demokrasi, yang harus terus menerus bersuara dan jangan sampai ada teror-teror lagi,” tegas Ismail lagi.

Sementara itu, Satreskrim Polrestabes Medan masih mendalami, atau melakukan penyelidikan kasus pelemparan molotov di Kantor LBH Medan. Dalam insiden tersebut, sejumlah saksi telah diperiksa. “Masih kami dalami kasusnya, saat ini sudah 3 saksi diperiksa,” ungkap Pelaksana Tugas Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, Minggu (20/10).

Menurut Eko, ada 2 titik pelemparan molotov yang hingga kini pelakunya masih ditelusuri. Kedua titik itu, terjadi di atas papan nama kantor tersebut. “Kami sudah melakukan pengecekan CCTV yang ada di sekitar lokasi pelemparan. Hasilnya, terlihat dari rekaman, ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor melakukan pelemparan,” bebernya.

Dia juga menyebutkan, saat ini kedua orang yang diduga pelaku pelemparan molotov di Kantor LBH Medan itu, masih didalami. Tim Inafis (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) atau identifikasi TKP (tempat kejadian perkara), telah diturunkan. “Semoga bisa cepat terungkap. Mohon doanya,” harap Eko.

Sebelumnya, Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra mengatakan, Kantor LBH Medan di Jalan Hindu Medan, dilempar molotov oleh orang tak dikenal, Sabtu (19/10) dini hari WIB. Ada 2 orang pengendara sepeda motor, yang diduga sebagai pelakunya. Karena mereka terekam CCTV saat melempar molotov ke atap. “Berdasarkan rekaman CCTV Kedai Kopi Apek, terlihat 2 orang mengendarai sepeda motor matik membawa molotov, dan melemparkannya,” jelasnya.

Dia menduga, motif pelemparan molotov tersebut, karena gerah dengan kinerja dari LBH Medan sebagai public defender, yang membela masyarakat kecil, khususnya hak asasi manusia. “Kami menduga, ini berkaitan dengan kinerja kami. Karena kami konsen membela masyarakat miskin. Saat ini, LBH Medan sedang menangani prapid kasus pembunuhan dan penganiayaan. Kami saat ini juga getol menolak RUU. Tapi kami tetap menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” pungkas Irvan. (man/ris/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *