Tersebar di 38 Negara, Varian Omicron Belum Makan Korban Jiwa

Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum ada korban meninggal akibat varian baru virus Corona , Omicron . Meski begitu, varian ini telah tersebar di 38 negara. Amerika Serikat (AS) dan Australia menjadi negara terbaru yang mengonfirmasi kasus varian yang ditularkan secara lokal, karena infeksi Omicron mendorong total kasus Afrika Selatan melewati tiga juta. Sedangkan India mengkonfirmasi infeksi Omicron ketiganya hari ini, dengan kasus-kasus sekarang juga terlihat di Sri Lanka, Korea Selatan (Korsel) dan Malaysia.

WHO memperingatkan perlu waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa menular varian itu apakah itu menyebabkan penyakit yang lebih parah dan seberapa efektif perawatan dan vaksin untuk melawannya. “Kami akan mendapatkan jawaban yang dibutuhkan semua orang di luar sana,” kata direktur kedaruratan WHO Michael Ryan seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (5/12).


WHO mengatakan, kemarin masih belum melihat laporan kematian terkait Omicron, tetapi penyebaran varian baru telah memicu peringatan bahwa varian itu dapat menyebabkan lebih dari setengah kasus COVID di Eropa dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu enam negara bagian AS mengkonfirmasi infeksi varian Omicron kemarin tetapi strain Delta kemungkinan tetap menjadi ancaman yang lebih besar saat musim dingin tiba dan warga Amerika berkumpul untuk liburan, kata para ahli. New Jersey, Maryland, Missouri, Nebraska, Pennsylvania, dan Utah masing-masing melaporkan kasus pertama varian Omicron pada hari Jumat.

Sementara itu, varian Omicron belum ditemukan di Kota Medan. Meski begitu, masyarakat diminta jangan lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan, varian baru virus Corona ini memang dikabarkan sudah ada di beberapa negara.

Hal ini secara tidak langsung menandakan bahwa virus itu terus bermutasi. Karena itu, protokol kesehatan menjadi keharusan bagi siapapun sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Apalagi, pemerintah juga akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada 24 Desember hingga 3 Januari 2022 mendatang untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Kita ketahui saat ini Kota Medan masih berada di level 2. Maka itu, kita harus terus memperkuat prokes. Masyarakat jangan lengah karena virus Covid-19 terus bermutasi, seperti varian Delta, Omicron,” kata Mardohar kepada wartawan akhir pekan lalu.

Dia menyatakan, Omicron yang merupakan varian terbaru virus Corona belum ditemukan kasusnya di Medan.Walau demikian, masyarakat tetap menjaga prokes dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Jika varian baru Covid-19 itu masuk ke Indonesia, berarti itu masuknya dari luar. Jadi kami imbau bagi masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri nanti benar-benar mengikuti isolasi bila pulang dari luar negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut Mardohar mengatakan, dalam penerapan PPKM Level 3 menjelang Nataru, setiap orang yang pulang dari luar negeri akan diisolasi selama 7 hari sampai terdeteksi adanya terpapar Covid-19 atau tidak. Namun, untuk pelaksanaan teknisnya memang belum ada menerima perintah dan masih menunggu dari pemerintah pusat. “Yang pasti penerapan PPKM Level 3 itu salah satu strategi untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi ledakan kasus baru yang selama ini kita khawatirkan,” ujarnya.

Mardohar menambahkan, bagi masyarakat yang belum divaksin Covid-19 agar melakukan vaksinasi. Hal itu juga sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. “Selain prokes, vaksinasi juga menjadi hal penting untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (cnn/ris)

loading...