Tidak Terawat, Seharusnya Dijadikan Monumen

Sumatera Utara

Melihat Bangunan Tua di Rantauprapat Labuhanbatu

Seonggok bangunan tua berdiri di Jalan Cut Nyak Dien Kelurahan Siringoringo Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu. Bangunan itu ternyata dulunya bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat yang dioperasikan pemerintah setempat. Seperti apa kondisinya sekarang?


Catatan : Joko Gunawan

BANGUNAN TUA : Seorang warga sedang berada diantara bangunan tua  terlantar  Jalan Cut Nyak Dien, Rantau Utara, Labuhanbatu. Ternyata, bangunan tersebut bekas RSU Rantauprapat pertama kalinya.//Joko/Sumut Pos
BANGUNAN TUA : Seorang warga sedang berada diantara bangunan tua yang terlantar di Jalan Cut Nyak Dien, Rantau Utara, Labuhanbatu. Ternyata, bangunan tersebut bekas RSU Rantauprapat pertama kalinya.//Joko/Sumut Pos

Kala masih berfungsi sebagai RSU Rantauprapat, ternyata bangunan itu dulunya dikenal dengan nama Jalan Kesehatan. Setelah berubah menjadi Jalan Cut Nyak Dien, bangunan tersebut tak lagi terawat. Pagar kawat besi yang mengelilingi bangunan yang berdekatan dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) itu sudah berkarat dan berputusan.

Atap bangunan yang terbuat dari genteng diselimuti lumut, sebagian besarnya pun sudah berubah warna; kehitamanan bahkan runtuh, sehingga memperlihatkan rangka kayu yang mulai lapuk. Kendati ada polesan cat yang menempel di dinding beton bangunan, namun tetap saja ada kesan tidak terawat pada bangunan.

Tepat di depan bangunan berukuran sekitar 9 X 6 meter itu, berdiri sebuah gedung yang lebih kecil ukurannya. Teras terbuat dari material kayu beratap seng tersebut kondisinya juga sangat memperihatinkan.
Selain pemandangan yang kurang mengenakkan, saat ini halaman yang diperhitungkan sekitar 25 meter X 20 meter itu dipenuhi rumput dan ilalang.

Menurut H Syarifuddin Tanjung (56) warga Jalan Padang Matinggi, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan yang sama, saat dirinya masih duduk di bangku Kelas IV Sekolah Dasar (SD), dia pernah dirawat di salahsatu ruangan RSU itu, akibat luka di kaki kirinya. Bahkan Syarifuddin menginap satu malaman di RS.

“Ya, itu bekas bangunan RSU Rantauprapat pertama kalinya sebelum dipindah. Saat saya dirawat di sana berkisar tahun 1965-an dan masih ditangani mantri bernama Meliala, pindahan dari rumah sakit buatan zaman Belanda di Aeknabara, Kecamatan Bilahhulu,” kenang saat Sumut Pos menyambanginya.

Selain dia, pamannya yang bernama Liansyah juga pernah dirawat inap selama hampir 3 bulan lamanya. Jelas perlengkapan medis jauh dibanding dengan yang dimiliki RSUD Rantauprapat saat ini. Misalnya saja, kata sosok mantan anggota DPRD periode 1999-2004 lalu itu, saat dirinya terinjak paku dan ingin membersihkan karat yang menempel di daging kakinya, tenaga medis masih menggunakan sebuah pisau yang dibakar serta dibersihkan pakai alkohol dari spirtus. Selain itu bangunan mewah yang ada disebelahnya, saat itu ditumbuhi hamparan kebun karet yang luas.

Guna menguatkan ingatannya akan keberadaan RSU Rantauprapat terdahulu, tokoh masyaraat yang lebih akrab disapa Ucok Tanjung itu membeberkan bahwa kantor Bupati kala itu berada di Dinas Pengairan, Pertambangan dan Energi saat ini, kantor DPRD di kantor Kesbang Linmas saat ini, Makodim 0209/LB di sekitaran kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang saat ini dan Lembaga Pemasyarakatan di samping Mapolres Labuhanbatu.
Sementara kediaman dinas Bupati (Pendopo) yang ada saat ini dulunya adalah sebuah bangunan/lokasi tempat penampungan getah cair hasil sadapan pohon karet kala itu.

Selayaknya, Pemkab Labuhanbatu melalui dinas yang terkait melakukan rehabilitasi bangunan tua yang menyimpan nilai sejarah masa lampau tersebut. Itu juga dilontarkan Ucok Tanjung. “Diperbaikilah secepatnya atau dijadikan monumen agar masyarakat tahu bahwa ada sejarah dimasa lalu yang masih diperhatikan atau dibangun untuk keperluan masyarakat luas,” harap warga tersebut.(*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *