Tim Asatama Elektro USU Optimis Juara

Metropolis
AMINOER RASYID/SUMUT POS MOBIL LISTRIK: Seorang driver berada di kabin mobil listrik Electronic Vehicle Electro Technic (Evet) saat peluncuran mobil tersebut di halaman Kampus USU, Sabtu (4/10) lalu.  Mobil menggunakan batrai kering tenaga listrik 48 volt/12 Ah dengan jarak tempuh 30-35 km tersebut, akan mengikuti kompetisi Road to Indonesia Energy Marathon Challenge 2014, pada 16 - 19 Oktober di Surabaya.
AMINOER RASYID/SUMUT POS
MOBIL LISTRIK: Seorang driver berada di kabin mobil listrik Electronic Vehicle Electro Technic (Evet) saat peluncuran mobil tersebut di halaman Kampus USU, Sabtu (4/10) lalu.
Mobil menggunakan batrai kering tenaga listrik 48 volt/12 Ah dengan jarak tempuh 30-35 km tersebut, akan mengikuti kompetisi Road to Indonesia Energy Marathon Challenge 2014, pada 16 – 19 Oktober di Surabaya.

SUMUTPOS.CO- Tim Asatama Fakultas Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara (USU) akan mengikuti kontes di ajang Energy Marathon Challenge (EMC) di
Sirkuit Kenjaren Park, Surabaya pada 16-19 Oktober 2014.

Mobil yang diberi nama Electronic Vehicle Electro Technic (Evet) atau mobil listrik kreasi mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Elektro bakal menjadi andalan tim tersebut di ajang kontes mobil hemat energi Indonesia.


Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Raja Bongsu Hutagalung mengatakan bahwa persiapan Tim Asatama sudah maksimal. Pun begitu, Raja Bongsu mengatakan bahwa selain persiapan yang matang, terpenting dari semua itu adalah semangat untuk melakukan yang terbaik. “Dengan semangat itu maka semua kendala akan dapat diatasi,” bilang Raja Bongsu didampingi Dekan Teknik Prof Bustami Syam, Ketua Departemen Teknik Elektro USU Surya Tarmizi Kasim dan Manajer Tim Asatama Rio Richard Simanjuntak serta Kepala Humas Bisru Hafi SSos MSi, Selasa (14/11).

Selanjutnya, Raja Bongsu mengatakan bahwa driver yang akan menjalankan mobil harus memiliki fisik yang baik, sebab posisi mobil yang rendah akan menguras tenaga driver. Apalagi dalam kontes nanti, ayunan yang terjadi akan cukup lama.

Dekan Fakultas Teknik USU Prof Bustami Syam berharap prestasi yang sebelumnya diukir Tim Horas USU baik di Asia dan Timur Tengah dapat diikuti oleh Tim Asatama.

Menurutnya keberhasilan yang diukir para mahasiswanya sejalan dengan visi yang diusung fakultas yang ingin melahirkan produk-produk berkualitas inetrnasional. “Jadi apa yang dibuat oleh anak didik kita sekarang ini bukan untuk saat ini saja, tapi lebih dari itu kita ingin ini menjadi sesuatu yang membanggakan di masa mendatang,” katanya.

Dia tidak menampik bila ke depan mobil hemat energi hasil karya mahasiswa itu dapat dikomersilkan. Namun di satu sisi ia mengakui, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melangkah kea rah sana. Beberapa hal yang dianggap penting sebelum melangkah kea rah itu adalah melibatkan investor, industri, inovasi sampai kepada hak paten.

Ungkapan Bustami ini terkait dengan sumber pendanaan yang selama ini berasal dari para anggota tim, alumni dan civitas akademika USU.

“Jadi, sebagai ungkapan terima kasih dari kami, jika nanti Tim Asatama mampu meraih prestasi terbaik, maka seluruh anggota tim yang berjumlah 22 orang akan mendapat penghargaan dan bea siswa,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Departemen Teknik Elektro USU Surya Tarmizi Kasim menambahkan bahwa semua prestasi yang diraih akan terus dipertahankan, bahkan jika mungkin lebih ditingkatkan lagi. Keseriusan untuk itu ditunjukkan dengan rutinitas pihaknyna membuat klub bagi mahasiswa-mahasiswa angkatan baru.

“Jadi, di samping mereka kuliah, mereka juga harus melakukan sesuatu untuk departemennya. Selain itu, ke depan kami juga berharap adanya sinergi bisnis dari pemerintah demi kemajuan putra-putra terbaik daerah ini (Sumatera Utara, Red),” harapnya.

Manajer Tim Asatama USU, Rio Richard menyebutkan bahwa ada beberapa keunikan dari mobil mereka. Yang pertama adalah dari segi desain mobil. Di mana desain yang diusung adalah membentuk bodi sedemikian rupa guna mengoptimalkan aspek aerodinamik. Selain itu juga memaksimalkan penggunaan software yang bertujuan meminimalisir hambatan angin saat kendaraan melaju.

Menurutnya, apa yang dilakukan timnya pasti juga dilakukan oleh tim lain. Mengantisipasi hal itu, Rio mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan penambahan komponen tertentu untuk meningkatkan efisiensi berkendaraan.

Saat disinggung masalah besarnya dana yang dibutuhkan untuk membuat mobil hemat energi itu, Rio mengatakan bahwa pihaknya harus mengeluarkan pundit-pundi sebesar Rp33 juta. Dengan perincian, Rp30 juta untuk pembelian komponen, pengujian dan lain sebagainya. Sedangkan sisanya yang Rp3 juta untuk perlengkapan dan sistem keamanan. “Untuk jenisnya sih cuma mobil rakitan saja. Nantinya kita itu turun di kelas listrik dengan kategori prototype,” sebut Rio.

Untuk saingan di ajang Energy Marathon Challenge 2014, Rio mengatakan bahwa saingan terberat akan dating dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS).

“Karenanya kita mohon doa dan dukungan dari masyarakat Sumatera Utara sehingga adik-adik kita mampu meraih hasil terbaik,” harapnya. (prn/ije)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *