Titik Panas di Sumut Mulai Berkurang, Udara di Kota Medan Membaik

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai diserang kabut asap selama sepekan, kondisi Kota Medan mulai membaik, Rabu (25/9). Bukan hanya secara kasat mata, namun juga dapat dilihat dari hasil pengukuran kadar udara atau ‘Monitoring Particulate Matter’ di Kota Medan dan sekitarnya yang sudah masuk kedalam kategori sedang.

“Udara di Kota Medan sudah semakin membaik, sekarang sudah masuk kategori sedang,” ucap kepala bidang data dan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Erida kepada Sumut Pos, Rabu (25/9).


Kondisi ini, kata Erida, dapat dilihat dari berkurangnya titik panas yang ada di sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan sejumlah wilayah lainnya di sekitar wilayah Sumut. “Hari ini, tadi kita lihat sekitar jam 10 pagi kondisi kualitas udara sudah membaik. Konsentrasi partikulat sudah di bawah 100 ugram/m3, atau tepatnya di kisaran 62,1 sampai 88,1 ugram/m3. Di sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara, seperti di Deliserdang, bahkan sudah di bawah 50 gram/m3, artinya sudah tergolong baik,” ujarnya.

Kendati kualitas udara membaik, BMKG menyarankan masyarakat menggunakan masker jika melakukan kegiatan di luar ruangan. Saran ini juga berlaku untuk warga yang menggunakan sepeda motor.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis. Armansyah mengakui, kondisi udara di Kota Medan memang sudah semakin membaik.

“Alhamdulillah sudah membaik, mudah-mudah kedepannya akan terus membaik. Selain itu, kondisi hujan di Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumut membuat titik panas mulai berkurang, itu juga berpengaruh baik bagi udara saat ini,” terang Armansyah kepada Sumut Pos, Rabu (25/9).

Namun begitu, kata Armansyah, pihaknya tetap mengimbau masyarakat Kota Medan untuk tetap menkaga kesehatan dengan tetap mengurangi aktifitasnya diluar ruangan. “Tapi kalaupun memang harus beraktivitas di luar ruangan, kita harapkan tetap menggunakan masker. Karena itu tadi, kondisi udaranya masih ‘sedang’ belum ‘baik’. Semoga semakin membaik,” tutupnya.

Penerbangan di Silangit Mulai Normal

Berkurangnya kepekatan kabut asap membuat operasional Bandara Silangit di Tapanuli Utara, kembali normal. Pesawat dapat landing dan take off seperti biasa.

Kepala Bandara Silangit, Iwan Sutisna menyatakan, hari ini langit cerah. Jarak pandang atau visibility mencapai 4.000 meter yang artinya keadaan sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. “Visibility empat ribu meter. Itu bagus,” kata Iwan Sutisna, Rabu (25/9) pagi.

Sebenarnya, kata Iwan, sejak Selasa (24/9) kemarin kondisi juga membaik. Visibility atau jarak pandang mencapai 3.000 meter, sejak pukul 09.30 WIB. Itu makanya ada dua penerbangan yang bisa mendarat di Silangit yakni Citilink yang datang dari Halim Perdanakusuma dan Batik Air dari Soekarno Hatta.

Sebelumnya kabut asap membuat terganggunya penerbangan di Bandara Silangit. Bandara sempat ditutup beberapa hari karena jarak pandang hanya sekitar 1.000 meter. (map/dtc)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *