Toke Bakso Tewas, Tunangannya Kritis

Sumatera Utara
Foto: Malik/PM Sepeda motor korban saat diamankan di Pos Lantas Sei Jenggi.
Foto: Malik/PM
Sepeda motor korban saat diamankan di Pos Lantas Sei Jenggi.

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Ali Bastomi alias Tomi (23) dan tunangannya Widia Utami (22) liburan ke Prapat berujung maut. Saat melintas di Jalinsum Perbaungan, sepeda motor Kawasaki Ninja BK 2966 CJ yang mereka kendarai menabrak truk yang melaju dari Tebing menuju Medan, Kamis (1/5) sekira pukul 05.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan Tomi warga Jl. Wiliam Iskandar, Ling Indra Kasih, Kec. Medan Tembung yang berstatus toke bakso itu tewas di tempat. Sedang Widia, warga Jl. Cemara Pasar I, Lorong III Barat, Desa Sampali, Kec. Percut Sei Tuan ini belum sadarkan diri di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara Lubukpakam.


Tabrakan terjadi saat Tomi yang membonceng calon istrinya melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi di jalan menikung.

Di saat bersamaan, truk interculler juga melaju dari arah berlawanan. Karena gugup, korban langsung menghantam bak kanan belakang truk. Brak..! Seketika itu juga kedua korban dan sepeda motornya terpental ke badan jalan. Naas, Tomi yang menderita luka di kepala dan tulang leher patah itu pun tewas di tempat. Karena kondisi jalan masih sepi, sopir truk itu memilih kabur ke arah Medan.

Tak lama berselang, warga sekitar yang melihat korban lantas menghubungi petugas Unit Laka Lantas Pos Sei Jenggi. Oleh polisi, kedua korban pun dilarikan ke RSU Trianda yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. Saat ditemui di RSU Trianda Desa Bengkel, Kec. Perbaungan, Seno ayah kandung korban mengatakan, Tomi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan dia sudah 4 tahun merantau ke Medan dan tinggal bersama abang iparnya Suprapto (41), dan membuka usaha bakso ‘Arifin 3’.

Sebelum kejadian, Rabu (30/4) sekira pukul 23.00 WIB, korban sempat menemuinya. Kala itu, Tomi pamit jalan-jalan bersama tunangannya ke Danau Toba. Tomi juga sempat minta uang saku (jajan) pada ayahnya. “Padahal, sebelum-sebelumnya ia tak pernah minta uang jajan pada saya. Kalaupun saya kasih uang, dia pasti menolaknya. Namun tadi malam dia minta uang pada saya,” kenang Seno.

“Pak minta uang sangu, katanya. Saya tersenyum sejenak dan memperhatikan wajahnya lantas aku bilang jumpai ibu kamu, minta uang sangu sama dia. Saat itu tak terbenak di pikiranku kalau malam itu merupakan malam terakhir aku melihat putraku itu,” ucap ayah tiga anak itu lagi dengan berlinang air mata.

Tak lama setelah itu, Tomi pun berangkat menuju kediaman Widya. Tomi dan Widya emang sudah tunangan dan rencana pernikahan mereka akan dilangsungkan setahun lagi. “Kami mendapat kabar kalau anak kami ini mengalami kecelakaan dari polisi,” kenangnya.

Karena kampung kelahiran Tomi dan keluarganya banyak tinggal di Desa Setia Bumi Tujuh, Kec. Siputih Banyak, Kabupaten Gunung Sugih, Lampung Tengah, maka jasad korban akan dimakamkan di sana. “Saudara kami banyak di Lampung jadi jasad anak saya ini kami bawa pulang dan dimakamkan di kampung kelahirannya,” ucap Seno yang berusaha tegar.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Soya Lato Purna pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa keterangan saksi mata yang melihat truk yang menjadi kontra sepeda motor korban. “Kita belum temukan identitas truk yang kabur tersebut, pun demikian kita berusaha untuk mengungkapnya,” terang Soya.(lik/man/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *