Tongging Disulap jadi Wisata Kuliner, Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp3 Miliar

Sumatera Utara

 

Air terjun Sipiso-piso di Tongging yang eksotis.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah pusat melalui Cipta Karya PUPR menggelontorkan dana hampir Rp3 miliar untuk membangun wisata kuliner di Desa Tongging, Kabupaten Tanah Karo.


Hal ini diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat meninjau lokasi, didampingi anggota DPRD Karo Firmanus Sitepu, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi dan Camat Merek, Tomi Sidabutar, Senin (15/10) kemarin.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat lebih dekat lagi sampai sejauh mana pihak Cipta Karya Kementrian PU PR Pusat melaksanakan pembangunannya.

“Pembangunan kios kuliner itu, nantinya dilakukan reklamasi terlebih dahulu, setelah itu baru dibangun kios Kuliner.

Pembangunan kios kuliner ini dilakukan karena wilayah Tongging masuk salah satu destinasi objek Danau Toba yang digaungkan oleh pemerintah Pusat sebagai parawisata andalan, sehingga harapan saya segera selesai tahun 2018 ini,” kata Terkerlin.

Dikatakannya, pemerintah pun sudah mengganggar dana untuk memajukan kawasan daerah Tongging tersebut. “Untuk teknis yang lain, yang berperan dan lebih mengetahui Kepala Bappeda dan Camat,” ujarnya.

Kepala Bappeda Karo Nasib Sinturi ikut membenarkan Bupati Karo. Untuk pembangunan kios kuliner di atas Danau setelah dilakukan reklamasi.

“Ditembok dan dicor baru dibangun, pekerjaannya pihak pusat bukan Pemda Karo,” ujarnya sembari mengatakan jumlah dana yang digelontorkan hampir Rp 3 M, untuk jumlah kios dan luas lahan pembangunan.

Sementara Camat merek Tomy Sidabutar, mengakui dalam pelaksanaan pembangunan kios kuliner itu juga mendapat protes dari warga yang mempunyai kios di lokasi yang akan dibangun. “Padahal sebelumnya mereka sudah setuju dan membuat surat pernyataan dengan isi bersedia dibangun tanpa ada ganti rugi,” jelasnya.

“Seiring waktu, adanya pihak pihak tertentu yang berbaur dengan pemilik kios, akhirnya pemilik kios tidak bersedia lagi dibangun yang notabene tanah ini adalah milik pemda, pasalnya pemilik kios meminta dibayar ganti rugi ratusan juta,baru diberikan pihak kontraktor bekerja,” kesalnya
Pihak pusat bersedia mengucurkan dana ke daerah Tanah Karo khususnya Tongging, karena adanya surat pernyataan warga semua pemilik kios yang berada dekat danau menyetujui pembangunan yang disertai dengan surat pernyataan tidak keberatan.

“Diharapkan dalam waktu dekat ini oleh Kapolsek Tigapanah dan Koramil Tiga Panah akan melakukan sosialisasi kembali kepada pemilik kios, untuk duduk satu meja kembali, mencari jalan terbaik, sehingga pembangunan tahun 2018 selesai dan tidak ada hambatan, karena sangat mempengaruh pembangunan selanjutnya untuk 2019 yaitu dermaga,” katanya.

Jika ini tidak selesai, lanjutnya, maka pusat tidak akan lagi menggelontorkan dananya ke Tongging. “Oleh sebab itu harapan saya, kepada warga Tongging terlebih pemilik kios mari bantu pemerintah, abaikan pihak pihak ketiga yang memperkeruh dan memanfaatkan situasi demi kepentingannya sesaat, lebih penting kemajuan pembangunan jika berjalan dan direstui warga saya,” kata Tomi. (deo/han)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *