Tren Kesembuhan Covid-19 di Sumut Stabil

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tren penambahan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut terus stabil. Pasien Covid-19 yang sembuh mencapai angka 70 hingga 80 orang lebih setiap harinya.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, berdasarkan update data terkini, sebanyak 81 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.


Kasus baru kesembuhan tersebut diperoleh dari 13 kabupaten/kota. “Dengan bertambah 81 pasien corona yang sembuh, maka akumulasinya menjadi 13.724 orang,” ujar Aris, Kamis (10/12).

Aris menyebutkan, penambahan 81 orang angka kesembuhan tersebut paling banyak didapatkan dari Medan 32 orang dan Simalungun 26 orang. Sisanya, Deliserdang (7 orang), Siantar (3 orang), Binjai (2 orang), Dairi (2 orang), Toba (2 orang), Sibolga (1 orang), Langkat (1 orang), Karo (1 orang), Labhanbatu (1 orang), Taput (1 orang), Labura (1 orang), luar Sumut (1 orang),” sebut dia.

Penambahan juga terjadi pada kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 83 orang. Dengan penambahan tersebut, saat ini akumulasinya menjadi 16.424 orang. “Tren penambahan angka positif masih terjadi, tetapi trennya stabil di bawah angka 100,” katanya.

Penambahan kasus baru positif disumbang dari 9 kabupaten/kota. Antara lain, Medan 20 orang, Siantar 15 orang, Asahan 14 orang, Tebing Tinggi 12 orang, Labuhanbatu 8 orang, Deli Serdang dan Toba masing-masing 5 orang. Kemudian, Sibolga 3 orang, dan Binjai 1 orang.

“Untuk angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah sebanyak 3 orang, yang berasal dari Simalungun 2 orang dan Dairi 1 orang. Saat ini, akumulasinya menjadi 637 orang,” sambung Aris.

Dia menuturkan, terkait kasus suspek bertambah 14 orang sehingga jumlah sementara menjadi 714 orang. Sedangkan spesimen yang dilakukan uji swab telah mencapai 203.081 sampel.

Aris kembali mengingatkan masyarakat Sumut untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini tak lain untuk memutus rantai penularan virus corona karena pandemi di Sumut belum berakhir.

“Perilaku 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan, harus menjadi bagian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Selain itu, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan konsumsi vitamin juga tetap konsisten dilakukan,” imbuhnya.

Tujuh Daerah Zona Kuning

Terpisah, berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 yang disampaikan melalui website covid19.go.id, peta risiko zonasi penyebaran Covid-19 di Sumut mulai membaik. Terdapat penambahan empat daerah masuk dalam zona kuning (risiko rendah) dari sebelumnya hanya tiga daerah.

Keempat daerah tersebut adalah Nias, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan dan Simalungun. Sebelumnya, daerah yang masuk zona kuning baru Tapanuli Utara, Nias Selatan dan Nias Barat.

Kendati begitu, terdapat satu daerah yang sebelumnya berada pada zona oranye (risiko sedang) yakni Pakpak Bharat masuk dalam zona merah (risiko tinggi). Sedangkan 25 kabupaten/kota lainnya termasuk Medan masih tetap bertahan di zona oranye. (ris)

loading...