Truk Tak Dapat Melintas, Pekerja Tidak Bisa Beraktivitas, Ratuasan Buruh Demo Minta Portal Dibuka

Sumatera Utara

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan buruh pabrik kelapa sawit dan kelapa yang berasal dari Dusun Bukit Tua, Desa Buluhtelang, Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat, menggelar aksi demo di depan Mapolsek Padangtualang, Senin (22/11) lalu.

DEMO: Sejumlah buruh Kabupaten Langkat, saat melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolsek Padangtualang, menuntut dibukanya portal di Pasar 10, Sidodadi.sahrul akbar/SUMUT POS.

Aksi unjuk rasa ini diketahui dilakukan karena para buruh tak dapat beraktivitas kerja seperti biasa. Hal ini diakibatkan adanya pembongkaran Jembatan Bukit Tua, serta pemasangan portal di Pasar 10, Tanjungberingin dan Sidodadi. Alhasil, sejumlah truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan kelapa kopra, serta tangki CPO, tak bisa keluar masuk melalui akses tersebut.


Adapun harapan mereka dengan digelarnya aksi ini, yakni agar Pemkab Langkat membuka portal di Pasar 10, Tanjungberingin dan Sidodadi tersebut. Karena, jika portal tersebut tetap ditutup, mereka tidak bisa bekerja seperti biasa, sebab tidak ada barang masuk ke pabrik, baik kelapa sawit maupun kelapa. Selain itu, mereka pun mengharapkan solusi dari masalah ini, sehingga para buruh tersebut dapat bekerja seperti biasa lagi.

Adapun para buruh yang terdampak akibat ditutupnya akses jalan tersebut, yakni yang bekerja di CV Sims, MTJ, CCM, dan Koko Pabrik Kelapa. Diketahui 4 perusahaan tersebut, semuanya berada di Kecamatan Padangtualang. Hal ini pun ditengarai akan berimbas kepada PTPN 4 (satu pabrik) dan PTPN 2 (3 pabrik). Adapun 3 pabrik milik PTPN 2, yakni Kwala Sawit, Sawit Seberang, dan Sawit Hulu.

“Kalau portal tidak dibuka, otomatis truk tangki CPO berhenti beroperasi sementara waktu. Seperti halnya pabrik Sawit Seberang, yang memerlukan 9 truk tangki CPO setiap harinya. Tentu akan terpaksa berhenti beroperasi, karena masalah ini,” ungkap Kepala Tata Usaha Pabrik DRU, Imran Harahap.

Sementara itu, pihak Pemkab Langkat yang dihubungi, menjelaskan, portal itu dipasang sesuai dengan Perda Pemkab Langkat, yang tujuannya menyelamatkan akses jalan Pasar 10, Tanjungberingin dan Sidodadi.

Namun pada dasarnya, khususnya di akses jalan Pasar 10 Sidodadi sepanjang 10 kilometer, tidak ada masalah jika para sopir truk mematuhi peraturan tonase.

“Harusnya para pengusaha mematuhi peraturan, dengan mengisi truk tidak melebihi ambang batas tonase. Tapi sayangnya, para pengusaha dan sopir kerap tidak mengindahkan aturan ini. Bahkan hampir setiap hari, truk dengan tonase hampir 30 sampai 35 ton terus melintas. Sementara kekuatan tonase jalan hanya 20 ton. Untuk itu, kami berharap agar pengusaha dan sopir dapat menyadari hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, diketahui, pengerjaan pembangunan Jembatan Bukit Tua, sudah dimulai. Amatan wartawan di lapangan, akses jalan di lokasi diputus total, bahkan sepeda motor tak dapat melintas, karena pihak pengelola proyek tak menyediakan jalan alternatif untuk melintas.

Diinformasikan, pembangunan jembatan ditargertkan selesai selama 45 hari. Namun, informasi itu tak dituliskan pada plang data milik CV Makkurtuk Dongan, selaku pengelola proyek . (mag-6/saz)

loading...