Tukarkan Uang Sejuta, Ngantre Hampir 4 Jam

Metropolis

Rasa sayang Hasnah (55) kepada cucunya begitu besar. Ia berniat akan memberikan rezekinya kepada cucu-cucunya dengan lembaran uang rupiah yang baru.

TUKAR UANG: Petugas bank melayani tukar uang  pecahan  Lapangan Merdeka Medan.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
TUKAR UANG: Petugas bank melayani tukar uang pecahan di Lapangan Merdeka Medan.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Wanita yang tinggal di Jalan Air Bersih Medan ini ikut mengantre di tempat penukaran uang di Lapangan Merdeka Medan hampir 4 jam lamanya, Senin (29/7).

Hasnah datang ke Lapangan Merdeka dengan menumpang  becak bermotor. Ia ditemani cucu paling tuanya, Ratni. Ia datang pagi-pagi betul, sekira pukul 07.00 WIB. Ia memilih sengaja datang pagi-pagi dengan maksud agar mendapat barisan paling depan. Nyatanya, ia salah menduga. Sebab, ternyata yang mengantre pagi itu sudah membludak. Padahal mobil penukaran uangnya pun belum datang.


Barisan antrean cukup teratur. Begitu juga Hasnah, ikut mengantre tak mau keluar dari barisannya meskipun kakinya dirasa sudah pegal akibat berdiri cukup lama. Apalagi, tubuhnya terbilang cukup gemuk. Pagi itu loket dibuka pada pukul 09.00 WIB. Artinya, untuk menunggu loket dibuka, Hasanah sudah mengantre dua jam karena dia datang pukul07.00 WIB.

Setengah jam berikutnya, Hasnah mendapat kupon antrean ke 56 berwarna biru menandakan ia akan menukarkan uangnya ke mobil Bank BRI, sedangkan di belakang dan di depannya serta di samping kiri kanannya masih ada ratusan warga lainnya yang mengantre seperti dirinya.

Disitu  ada empat molil  bank yang diperbantukan BI untuk menukarkan uang, yakni Bank Sumut warna merah, BRI biru, Bank Mandiri putih, BNI hijau. Setiap mobil per harinya diisi Rp250 juta sehingga empat mobil sebanyak Rp1 miliar per hari. Masyarakat maksimalnya boleh menukar pecahan Rp10 ribu sebanyak Rp1 juta,  pecahan Rp5.000 sebanyak  Rp1 juta, pecahan  Rp2.000 sebanyak  Rp400 ribu dan pecahan Rp1.000 sebanyak Rp100 ribuan sehingga total penukaran pecahan maksimalnya Rp2,5 juta per orang dalam per hari.

Akhirnya hampir pukul 11.00 WIB Hasnah berhasil menukarkan uang yang dibawanya dari rumah. Uang yang ditukarkannya tak banyak, hanya Rp1 jutaa. Uang yang bernilai seratus ribuan sebanyak sepuluh lembar itu akan ditukarkan ke uang sepuluh ribuan dan lima ribuan. Rencananya uang itu sebagiannya akan diberikan kesemua cucunya yang berjumlah 6 orang dan sebagiannya lainnya akan diberikan kepada sanak saudara yang akan berkunjung ke rumahnya sebagai THR saat lebaran nanti. Ia sendiri sehari-hari berjualan lontong.

“Tiap tahun saya antre tukar uang. Kalau tahun lalu saya tukar uang senilai sejuta setengah, tapi tahun ini hanya sejuta karena memang segitulah uangnya yang ada untuk ditukar. Uang ini akan saya bagi-bagikan kepada cucu-cucu serta sanak saudaranya yang masih kecil. Saya rela antre berjam-jam demi dapat uang baru,” ujarnya tersenyum lega karena bisa keluar dari barisan antrean.

Ya, selain dirinya, warga Kota Medan tampak berjubel dan saling berdesakan mengatre untuk melakukan penukaran uang. Mereka tak peduli terik matahari serta kaki yang mulai kram karena mengantre selama berjam-jam ditambah lagi kondisi tubuh yang lemah karena sedang berpuasa. Namun mereka tetap bersabar demi mendapatkan lembaran uang rupiah yang baru.

Nah, sekadar informasi, Kepala Bidang Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Wilayah Regional IX Sumatera Utara -Aceh, Kahfi Zulkarnaen mengatakan  ada beberapa kegiatan perbankan yang tetap akan dibuka hingga menjelang Lebaran. Kegiatan tersebut seperti kliring, RTGS(Real Time Gross Settlement) dan pelayanan setoran seperti pajak.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan tetap dilakukan pada 5 Agustus hingga 7 Agustus atau H-1 Lebaran.

Dia menjelaskan, operasional terakhir perbankan di Sumut dijadwalkan tanggal 2 Agustus 2013 dan akan ber perasi normal kembali pada Senin (12/8). Disebutkannya jika kebijakan pemberhentian operasional sementara ini dikarenakan karena adanya cuti bersama serta libur Lebaran Idul Fitri.  “Makanya pada  masa pemberhentian operasional sementara BI meminta kepada seluruh bank di wilayah Sumut dan Aceh agar menjamin stok uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM),”katanya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat  yang membutuhkan uang tunai tidak perlu khawatir karena bank sudah menyediakan uang tunai pada tiap anjungan tunai mandiri (ATM).

Kepala Kantor Wilayah I Sugeng Hariadi mengatakan, dana yang disiapkan untuk menghadapi libur Lebaran tahun ini meningkat sebesar 10 persen dibandingkan transaksi rata-rata pada saat normal. “Untuk menghadapi libur lebaran ini, Bank Mandiri telah menyiapkan uang untuk mengisi ATM, menjaga ketersediaan supplies, infrastruktur, dan system operasional ATM,” katanya.

Saat ini nasabah Bank Mandiri dapat melakukan transaksi melalui 11.810 ATM Mandiri dan juga sebanyak 1.811 kantor cabang dan khusus untuk wilayah I ada sebanyak 868 ATM dan 130 kantor cabang. Kantor cabang Bank Mandiri yang akan dibuka untuk memenuhi kenutuhan transaksi perbankan di hari libur lebaran nasabah nasabah tetap dapat bertransaksi di tanggal 5 hingga 9 Agustus 2013 kecuali pada hari lebaran pertama ada sebanyak 33 cabang yakni di 3 cabang pada provinsi NAD, 16 cabang di Sumut, 7 cabang di Riau dan 7 cabang di Kepri. (mag-9)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *