Tulang Berserak, Diduga Mutilasi

Hukum & Kriminal Metropolis
Foto: Prasetiyo/PM Kolor dan tulang beluang yang ditemukan dalam penggalian di samping rumah Syamsul Anwar, Kamis (11/12/2014).
Foto: Prasetiyo/PM
Kolor dan tulang beluang yang ditemukan dalam penggalian di samping rumah Syamsul Anwar, Kamis (11/12/2014).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat hari melakukan penggalian di rumah Syamsul Rahman Anwar, Jalan Beo No. 17, Sidodadi, Medan Timur, tim gabungan Satuan Reskrim Polresta Medan dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut menemukan 23 potong tulang milik manusia. Ke-23 potongan tulang yang berserak itu didapat dari 4 lubang yang digali di rumah tersangka penyiksa pembantu rumah tangga (PRT) hingga tewas ini.

Berdasarkan data olahan Sumut Pos, pada hari pertama (8/12) polisi menemukan 1 potong tulang jari dan celana dalam, yang merupakan hasil penggalian di bawah tangga. Hari kedua (9/12), 2 potong tulang berukuran kecil dan 1 potong selendang, di bawah tangga.


Hari ketiga, 1 potong gigi geraham bawah kanan milik manusia berumur sekitar 30-50 tahun. Kemudian, 5 potong celana dalam milik Sri (korban lain yang diduga tewas), 1 ikat rambut dan aksesoris wanita seperti gelang dan kalung. Benda-benda yang ditemukan pada hari ketiga tersebut adalah hasil penggalian di teras garasi. Hari keempat, 20 potong tulang beragam ukuran, mulai dari 2-10 cm dan 5 utas tali bra di areal belakang rumah.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro menyatakan, selain gigi dan rambut, sudah bisa dipastikan ada tulang manusia. Namun, temuan tersebut sedang diteliti lebih jauh untuk memastikannya. “Kita masih menunggu hasil pengidentifikasian dari tim DVI. Jadi, dari hasil itu akan diketahui apakah mutilasi dilakukan secara manual atau menggunakan mesin. Ini tentu saja dilihat dari sisi potongan tulang tersebut,” kata Nico saat diwawancarai di lokasi, Kamis (11/12) siang.

Setelah hasilnya diperoleh, lanjut Nico maka dapat diketahui juga ada berapa korbannya. Apabila masing-masing tulang menunjukan DNA yang berbeda, berarti ada lebih dari 1 korban. “Mengenai hasil dari identifikasi tulang tersebut paling cepat 1 minggu dan tergantung dari bahan tulang yang kita temukan,” katanya.

Ia mengaku, sejauh ini yang bisa dipastikan korbannya baru dua (Hermin Rusdiawati dan Yanti). Tetapi, untuk Yanti sedang didalami asal muasal keluarganya. “Terkait kasus ini memang sudah banyak informasi yang masuk ke kita dan akan dikembangkan,” aku Nico.

Foto: Prasetiyo/PM Kapoldasu Ir Pol Eko Hadi (tengah) didampingi Kapolresta Medan meninjau lokasi penggalian di rumah Syamsul Anwar, Kamis (11/12/2014).
Foto: Prasetiyo/PM
Kapoldasu Ir Pol Eko Hadi (tiga dari kiri) didampingi Kapolresta Medan (dua dari kiri) meninjau lokasi penggalian di rumah Syamsul Anwar, Kamis (11/12/2014).

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang turun ke lokasi menyatakan, pihaknya tak menampik Syamsul melakukan mutilasi. Namun, ia belum bisa memastikannya lebih jauh. “Soal mutilasi kemungkinan saja bisa terjadi. Tetapi, pada intinya semua kemungkinan yang ada pasti kita dalami. Namun, yang terpenting kita memastikan dulu soal penemuan potongan tulang tersebut,” kata jenderal bintang dua ini.

Menurut Eko, dugaan mutilasi itu bermacam-macam. Ada yang organ tubuhnya dijual atau sengaja dibuang. “Jadi, banyak kemungkinan dan bisa saja terjadi,” ujarnya.

Terkait ditemukannya puluhan potongan tulang tersebut, Eko menyatakan hal yang berbeda dengan Nico. Ia belum berani menegaskan apakah potongan itu milik manusia atau hewan karena masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penggalian Dihentikan Sementara

“Dari tulang-tulang ini kita kumpulkan dan dilakukan pengidentifikasian. Apabila itu tulang manusia, maka kita akan melakukan tindaklanjut tes DNA. Artinya, tulang tersebut milik siapa dan apakah korban dari pembunuhan tersangka Syamsul atau tidak. Selanjutnya, kita gali keterangan dari keluarga korban terkait hasil DNA dari tulang tersebut,” jelas mantan Gubernur Akpol ini.

Ia menyampaikan, penggalian ini akan dilakukan sampai kasus tersebut tuntas. Namun, sembari menunggu hasil identifikasi tim DVI, pihaknya menghentikan sementara ini. “Untuk hasil pengidentifikasiannya, tergantung pembanding yang kita dapatkan. Berapa dan sejauh mana dari kualitas temuan tersebut. Tapi rata-rata dua minggu sudah ada hasilnya,” katanya.

Terkait daftar PRT yang sampai sekarang belum ditemukan, sejauh ini masih dalam proses penyelidikan. Namun, untuk saat ini yang sudah pasti korban tewas ada dua, yaitu Hermin Rusdiawati dan Yanti.

“Dari alat bukti yang ada masih banyak lagi, tetapi itu yang dipekerjakan dan belum bisa dinyatakan tewas atau dibunuh tersangka. Karenanya, kita telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, dan Polda Jawa Tengah untuk mengembangkan kasus ini,” sebut Eko.

Ia melanjutkan, berkas perkara ketujuh tersangka sedang dilengkapi. Sejauh ini sudah dua yang diserahkan ke jaksa (Bahri dan Thariq). “Pada intinya kita mempercepat berkas mereka untuk menuju persidangan. Kita juga berpacu dengan pengembangan kasus ini sendiri, dari hasil alat bukti dan keterangan yang ada,” paparnya. (ris/rbb)

 

Inilah Hasil Penggalian

 

Hari Pertama (Senin 8/12)

-1 potong jari tulang berukuran 5-10 cm

-1 potong celana dalam wanita

 

Hari Kedua (Selasa 9/12)

-2 potong tulang berukuran kecil

-1 potong selendang

 

Hari Ketiga (Rabu 10/12)

-1 potong gigi graham bawah kanan milik manusia berumur sekitar 30-50 tahun

-5 potong celana dalam milik Sri (korban lain yang diduga tewas)

-1 ikat rambut

-aksesoris wanita, gelang dan kalung

 

Hari Keempat (Kamis 11/12)

-20 potong tulang beragam ukuran, mulai dari 2-10 cm

-5 utas tali bra

 

Catatan

-Penggalian di empat lokasi

  1. Dua lubang di bawah tangga
  2. Satu di teras garasi
  3. Satu di belakang rumah

-Kedalaman lubang yang digali dua meter dan lebar 1,5 meter

 

Sumber: data olahan Sumut Pos

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *