UISU Sambut Milad ke-69: Tingkatkan Soliditas dan Eksistensi

Metropolis Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Milad UISU ke-69, seluruh keluarga besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) diminta untuk terus meningkatkan soliditas dan eksistensinya dalam rangka mencapai Wijhah/Visi UISU menjadi perguruan tinggi yang islami, andal, teruji, bermartabat mulia, dicintai masyarakat dan diridhoi Allah SWT.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Prof. Ismet Danial Nasution, drg,Ph.D,Sp.Pros(K). FICD didampingi Sekretaris Umum Pengurus Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP di Medan, kemarin.


Prof. Ismet yang merupakan anak pendiri UISU itu, mengatakan, untuk menjadikan momen milad UISU sebagai momen untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan penuh kesadaran dan keikhlasan sebagai upaya untuk memenuhi amanah dalam pengembangan UISU.

“Salah satunya adalah meningkatkan soliditas secara internal. Yang ada selama ini harus lebih kita tingkatkan lagi karena tantangan ke depan pasti semakin berat sehingga dengan soliditas, Isya Allah akan terbentuk kesatuan dan persatuan yang sangat amat diperlukan,”kata pria alumni Hiroshima Jepang itu.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh civitas akademika mulai dari pimpinan universitas, fakultas, prodi, dosen, pegawai dan mahasiswa harus menjaga dan meningkatkan soliditas sebagai sebuah keluarga besar UISU. Prof Ismet berharap seluruh civitas akademika UISU secara bersama-sama berbuat yang terbaik untuk kemajuan UISU yang sudah berumur 69 tahun pada 7 Januari 2020 mendatang.

“Kita harus bersama-sama untuk melaksanakan amanah yang kita terima sesuai dengan fungsi kita masing-masing dan bersama-sama pula menghadapi apabila ada gangguan terutama dalam pelaksanaan kegiatan akademik yang dapat merusak kondusivitas UISU yang selama ini sudah terjaga dengan baik,”tegasnya.

Khusus tentang pelaksanaan kegiatan akademik, katanya, LLDikti secara tegas telah menerbitkan surat Nomor: 18/LL1/KB.00/2020 yang menyatakan bahwa LLDikti mengakui seluruh kegiatan akademik UISU di bawah kepemimpinan Rektor UISU, Dr. H, Yanhar Jamaluddin, MAP yang diangkat Pengurus Yayasan UISU di bawah kepemimpinan Prof. Ismet Danial Nasution seperti yang tertuang dalam SK Pengurus Yayasan UISU Nomor: 07/Kep/IV/2019.

Selain itu, kepada seluruh pimpinan UISU juga diingatkan agar senantiasa meningkatkan eksistensi UISU di tengah-tengah masyarakat. “Kampus ini lahir dari perjuangan umat, batu demi batu dan UISU harus terus tampil memperlihatkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara. Seperti yang pernah disampaikan Rektor bahwa UISU harus mampu menjadi menara suar menerangi masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih Universitas selama ini dan dianggapnya mampu hadir tidak hanya dalam persoalan akademik, tetap juga untuk kegiatan dakwah Islamiyah dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP berharap momen peringatan 69 tahun UISU 7 Januari mendatang menjadi ajang refleksi seluruh civitas akademika UISU untuk berkontribusi terhadap pembangunan sumberdaya manusia serta melakukan percepatan-percepatan seiring dengan perkembangan dunia Pendidikan tinggi saat ini.

Salah satunya dengan mewujudkan kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka belajar di UISU. Strateginya, kata Rektor, seluruh pimpinan fakultas dan program studi harus secepatnya melakukan revisi dan menyesuaikan kurikulum yang ada saat ini sesuai dengan konsep Kampus Merdeka – Merdeka Belajar.

Selain itu, seluruh pimpinan fakultas dan prodi harus mampu mengimplementasikan UISU dalam kiprah internasional dengan tetap mengedepankan ciri-ciri keislaman melalui program yang tepat dan terukur.

Dikatakannya, perkembangan yang begitu cepat saat ini menuntut seluruh civitas akademika UISU untuk senantiasa berfikir inovatif dan visioner agar mampu mengadaptasikan diri dengan perkembangan dunia secara nasional dan global.

“Pandemi yang terjadi saat ini disatu sisi menjadi peringatan kepada kita untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Allah dan disisi lain menuntut kita untuk lebih peduli dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat,” pungkasnya.(gus/ila)

loading...