Ujian di Matteo

World Soccer

Chelsea vs Napoli

Dengan ketertinggalan 1-3 atas Napoli, Chelsea bertekad untuk tampil dengan tenaga penuh. Namun demikian, The Blues ternyata punya catatan yang tidak bagus kala menghadapi klub Italia.


Secara kasat mata, agregat 1-3 tersebut jelas menguntungkan Napoli. Namun, Chelsea “hanya” butuh menang 2-0 untuk bisa lolos ke babak perempatfinal. Posisi tersebut membuat kedua klub bisa dibilang berada dalam situasi sama kuat.

Laga di Stamford Bridge, Kamis (15/3) dinihari WIB, tak pelak bakal menjadi laga penentu. Napoli tengah bagus di Seri A, lima pertandingan disapu rata dengan kemenangan. Sementara Chelsea, dua kemenangan berhasil diraih sejak Roberto Di Matteo duduk di kursi manajer. Laga di Liga Champions tengah pekan ini akan menjadi ujian ketiga untuk pria asal Italia tersebut.

Tentu bukan hal mudah bagi The Blues untuk membalikkan keadaan dan merebut tiket ke perempat final. Sebab tidak hanya butuh kemenangan, Chelsea juga harus menang dengan selisih tiga gol. Unggul dua gol sebenarnya sudah cukup untuk lolos asal Napoli tidak mencetak gol di Stamford Bridge.
“Sekarang fokus kami adalah Liga Champions. Chelsea masih punya peluang untuk sukses disana,” kata caretaker Chelsea, Roberto Di Matteo.
Demi asa tersebut, Di Matteo berusaha keras agar Chelsea kembali solid. “Saya bicara empat mata dengan sejumlah pemain. Saya ingin kami semua punya visi yang sama, “ungkap manager yang pernah memperkuat Chelsea pada era 1990-an ini.

Jika Di Matteo bisa menyatukan para pemain, sepertinya kans Chelsea untuk lolos ke perempat final cukup besar. Berdasarkan catatan pada frase grup, Chelsea sangat tangguh saat bermain di kandang sendiri. Selain tak pernah kebobolan, The Blues juga selalu menang besar. Valencia digasak 3-0, KRC Genk dibantai 5-0, sementara Bayer Leverkusen dikalahkan 2-0.

Selain itu, faktor tradisi juga mendukung Chelsea,Klub asal London ini punya tradisi bagus saat menjamu tim-tim asal Italia. Dari sembilan kesempatan, Chelsea memetik enam kemenangan, sekali seri, dan dua kali kalah. Tim-tim yang dikalahkan juga bukan tim sembarangan yakni AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Lazio.

Pada sisi lain, rekor tandang Napoli di Inggris sangat buruk. Dari empat kali kunjungan mereka menelan tiga kali kekalahan dan sekali seri.
Napoli kurang diunggulkan pada laga ini. Tradisi tidak memihak mereka. Belum lagi fakta juga berbicara bahwa Napoli belum pernah lolos keperempat final sepanjang Liga Champions digelar.

Akan tetapi, sepak bola tidak melulu soal sejarah. Aksi dan performa di lapangan lebih menentukan Itulah yang di yakini pelatih Napoli, Walter Mazzarri yang pada laga ini tidak bisa menemani timnya di lapangan karena  masih terkena skorsing. “Jika dalam kondisi dan permainan terbaik, kami  bisa mengalahkan tim manapun, “tegas Mazzari.

Kebetulan,saat ini performa Napoli sedang bagus-bagusnya.Mereka selalu menuai kemenangan dalam pertandingan terakhir. Ini jelas modal berharga untuk meladeni Chelsea.

Namun, melawan Chelsea dengan target seri atau kalah tipis bukan pilihan bijak. Sekali mendapat angin,The Blues sulit dihentikan.
Apalagi mereka mendapat motivasi tambahan,yakni predikat sebagai satu-satunya tim Inggris yang masih tersisa di Liga Champions. Jadi, demi nama baik inggris, The Blues akan berjuang mati-matian untuk menang telak. (bbs/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *