Ultah Terindah The Pharaoh

World Soccer

AC Milan vs Genoa

MILAN- Hanya ada dua pemain AC Milan yang mencetak gol di Serie A bertepatan di hari ultah mereka. Yang pertama adalah Jose Mari pada 10 Desember 2000. Striker Spanyol itu merayakan ultah ke-22 dengan membantu Milan menang 4-1 atas Lecce. Nah, satu lagi adalah Stephan El Shaarawy.
Bertepatan dengan ultah ke-20 Sabtu malam waktu setempat (27/10), Shaarawy menjadi pahlawan kemenangan 1-0 Rossoneri atas Genoa di San Siro. Gol striker yang dijuluki Il Faraone atau The Pharaoh oleh tifosi Milan itu tercipta pada menit ke-77.


Itu adalah gol keenam dari enam laga terakhir Shaarawy di Serie A. Secara keseluruhan, striker yang bergabung dengan Milan sejak musim lalu itu telag mengemas 7 gol di berbagai ajang musim ini. “Ini ultah terindah dalam hidup saya,” kata Sharaawy yang telah menseperti dilansir Sky Italia.
Seiring menghormati Genoa sebagai klub profesional pertamanya, Shaarawy memilih tidak menggelar selebrasi. “Saya sangat bersemangat dan bahagia, baik untuk kemenangan maupun gol tersebut,” ujar Shaarawy.

Kemenangan kemarin berarti mengakhiri tiga kekalahan beruntun Milan, masing-masing 0-1 dari Inter Milan (7/10) dan 2-3 Lazio (20/10) di Serie A. Juga 0-1 dari Malaga di pentas Liga Champions (24/10). “Apakah ini Milan saya? Saya senang orang mengatakannya,” ujar Shaarawy lagi.

Shaarawy menilai hasil positif kemarin menunjukkan apabila Massimiliano Allgeri masih orang yang tepat untuk menangani Milan. Seperti pemain Milan lainnya, Sharawy juga membela skema baru 3-4-3 yang diusung Allegri. Skema itu sempat dikritik sebagai penyebab kekalahan Milan dari Malaga.
“Klub selalu percaya terhadap Allegri. Sekarang, kami harus terus seperti ini dan berpikir tentang pertandingan berikutnya. Saya juga lebih memilih sistem 3-4-3,” jelasnya.

Di kesempatan terpisah, kemenangan atas Genoa menjadi kesempatan Allegri membalas kritik terhadap pihak-pihak yang meragukan keampuhan taktiknya. “Kami meraih sebuah kemenangan yang sepantasnya. Saya pikir, kritik terhadap kami selama ini terlalu sadis, khususnya menilik penampilan yang telah ditunjukkan para pemain di lapangan,” kata Allegri seperti dilansir Football Italia.

“Saya belum bisa membuat kesimpulan apakah skema baru ini lebih baik ketimbang empat pemain belakang. Yang pasti, skema ini membuat kami lebih ofensif. Saya harap kami semakin improve dalam laga berikutnya di Palermo (31/10, Red),” tambahnya.

Di sisi lain, melewati hadangan Genoa diklaim media-media Italia membuat Allegri sukses menyelamatkan kursinya. Kabarnya, jika kembali kalah kemarin, allenatore 45 tahun itu diklaim bakal dilengserkan. Tapi, Allegri merespons klaim itu dengan rileks.

“Saya tidak mencemaskan hal itu karena saya selalu percaya dengan kemampuan pemain saya. Ketika di Cagliari, saya juga pernah mengalami situasi seperti ini,” jelas pelatih yang telah mempersembahkan scudetto Serie A dan Piala Super Italia bagi Milan di tahun lalu itu. (dns/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *