UN di SMPN 1 Medan Diwarnai Padam Listrik

Metropolis
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UNBK SMP_Peserta UNBK mengerjakan soal ujian di SMPN 1 Jalan Bunga Asoka Medan, Selasa (1/4) Siswa/i sekoa Medan tingkat SMP hari ini (1/4) serentak melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari pertama, khususnya Berbasis Komputer (UNBK) di Medan, diwarnai pemadaman listrik. Padamnya listrik tersebut terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (2/5) pagi.

Akibatnya, guru dan pengawas di sekolah tersebut kalang kabut alias panik. Ditambah lagi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Medan Hasan Basri hendak meninjau.


Pemadaman listrik terjadi pada sesi 1 sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, tak berlangsung lama hanya sekitar 15 menit. Saat itu, para siswa sedang menjawab soal-soal mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ketika terjadi pemadaman, Plt Kepala SMPN 1 Medan Adlan memerintahkan guru dan pengawas untuk menenangkan murid agar tidak ribut. Bahkan, seolah-olah sedang ujian walau kondisi listrik padam.

Tak berselang lama, Kadisdik Medan Hasan Basri tiba. Begitu juga Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Namun, listrik belum juga hidup. Kedua pejabat itu kemudian memantau siswa yang sedang ujian di depan pintu masuk ruangan lantai 2. Ternyata benar, pemadaman listrik sedang terjadi.

Eldin pun memerintahkan Adlan untuk mencari solusinya. Namun, Adlan mengaku bahwa listrik telah hidup kembali. Padahal, jelas-jelas tidak demikian kenyataannya atau masih padam.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu kemudian beranjak ke ruangan berikutnya. Untung saja, listrik telah hidup tapi jaringan belum terkoneksi.

Plt Kepala SMPN 1 Medan Adlan mengakui bahwa sempat terjadi pemadaman listrik. “Mati lampunya dari gardu sekitar sini (Rayon Sunggal, Red), kurang lebih hanya 10 menit,” ujarnya saat diwawancarai.

Dia mengaku, sebelumnya pihak sekolah sudah berkoordinasi kepada PLN agar tidak terjadi pemadaman di saat ujian berlangsung. Bahkan, untuk mengantisipasi, pihak PLN meminjamkan genset (kapasitas 50 kilo volt ampere) dan menempatkannya di sekolah. Akan tetapi, sayangnya genset tak dapat digunakan lantaran tidak ada yang pandai mengaktifkannya.”Memang sudah dipinjamkan genset dari PLN. Kebetulan, operatonya datang terlambat,” aku Adlan.

Disinggung adanya gangguan terhadap siswa yang sedang melaksanakan ujian, Adlan berdalih tidak ada. Sebab, jawaban peserta ujian sudah tersimpan sehingga tidak harus mengulang dari awal lagi. Bahkan, ada diberikan tambahan waktu sedikit.”Tidak ada gangguan, karena ada sistem back up. Jadi, semua jawaban siswa tersimpan,” katanya sembari berharap untuk selanjutnya tidak ada lagi pemadaman yang terjadi.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *