Ungkap Janji Allah di Masa Sulit

Mimbar Minggu

Natalie Grant Dua Kali Nomine Female Vocalist of the Year

Natalie Grant adalah artis yang dikenal karena kekritisannya dan dua kali dinominasikan sebagai Female Vocalist of the Year dalam Dove award. Baginya, pilihan hidup itu adalah membangkitkan mimpinya.


Awaken, Album kedua Natalie bersama dengan Curb Records, adalah tindak lanjut dari debutnya di tahun 2003 yang menjadi hit, Deeper Life (menjadi lagu andalan di radio dan menjadi lagu soundtrack hit dari film “No Sign Of It”), dan diakui oleh Integrity Music ketika dirilis di tahun 2004, Worship with Natalie Grant and Friends. Dengan menggali lebih dalam, lebih kaya, berani mengambil resiko, Awaken menunjukkan kesadaran diri dan kesadaran sosial dari Natalie yang menulis dan juga menyanyikan lagu-lagu ini dari hidupnya. Bukan karena dia harus seperti itu, bukan juga karena sudah waktunya bagi dia untuk merekam album lagi, tapi karena hatinya tersentak ke dalam kenyataan yang tidak diketahuinya bahwa hal itu benar-benar nyata, karena Natalie bertemu dengan fakta terburuk dari yang dapat dibayangkannya.

Mungkin hal itulah yang dapat menjelaskan kenapa album Awaken adalah album yang paling tak terduga, jujur dan album yang paling menarik dari yang pernah Natalie buat. Diproduseri oleh suaminya sendiri, Bernie Herms, bersama-sama dengan Phil Symonds, Shaun Shankel dan Rob Graves, Natalie menulis sebagian dari seluruh lagu yang ada di Awaken, bersama dengan orang-orang yang berkompeten untuk menulis lagu seperti Stephanie Lewis, Trina Harmon dan Matthew West.

“Lebih dari segalanya,” ujar Natalie, “Saya tertantang untuk mengambil resiko, dan mencapai batas yang melebihi zona nyaman saya untuk meraih batas artistik apapun yang saya miliki. Saya merasa lebih hidup dari sebelumnya, dan sangat penting bagi saya untuk memiliki sensasi yang saya rasakan melalui musik.”

Tanpa dapat dibendung, 12 lagu dari album Awaken mengungkapkan semangat Natalie yang berapi-api dalam lagu-lagunya yang berkuasa dan menyatakan kebenaran dari pewahyuan yang dialami dalam hidupnya. Judul-judul lagu dalam album ini begitu penuh makna, mengungkapkan doa kepada Tuhan untuk menggoncangkan status quo dalam hidup kita, dan membangkitkan kita untuk hidup penuh gairah serta penuh makna setiap hari.

Lagu single keduanya yang berjudul “Held” menawan hati pendengarnya karena kedalaman lirik dari lagu tersebut, mengungkapkan janji-janji Allah dalam masa-masa sulit. Ditulis oleh Christa Wells dalam kesadarannya yang kehilangan dua orang yang dikasihinya, “Held” menjadi “tangan penuh kepahitan’ dan mengungkapkan di mana Allah berada ketika doa-doa kita sepertinya tidak terjawab dan hidup yang kita jalani sepertinya tidak masuk akal.

“The Real Me” adalah sebuah permainan piano yang menunjukkan penegasan bagaimana Tuhan melihat kita. Setransparan lirik lainnya, “The Real Me” merefleksikan perjalanan hidup dari Natalie sendiri dalam pencariannya akan jati diri dan bagaimana Tuhan menunjukkan kepada dirinya akan siapa Tuhan dan dirinya yang sebenarnya.

Ditulis ulang oleh Trina Harmon dengan permaian string yang indah dari Prague Philharmonic Orchestra, “Home” adalah respon musikal Natalie terhadap anak-anak yang terperangkap dalam perdagangan manusia dan prostitusi. “Ini adalah sebuah lagu yang berdasarkan pada isu-isu tersebut, tapi lagu ini juga untuk semua orang, tak perduli siapa diri Anda ataupun kisah yang ada di balik hidup Anda. Kita semua membutuhkan sebuah tempat untuk dimiliki. Kita membutuhkan perasaan aman, dan kita berada di tempat di mana kita dapat menemukan kembali impian kita dan berurusan dengan kebobrokan dalam hidup kita.”

Awaken juga mempersembahkan “Bring It All Together”, sekolah tua Injil yang berduet dengan ikon musik country Wynonna Judd, seorang penyanyi yang disebut Natalie “tidak hanya memiliki suara ukuran Texas, tetapi juga orang yang sempurna untuk menyampaikan sebuah lagu tentang pemulihan dan kasih karunia Allah dalam hidup kita yang hancur.”

Sepanjang album ini, Anda akan mendengar seorang perempuan yang bertekad keras untuk menggunakan pengaruhnya dan memaksa orang lain melihat tragedi dari perdagangan manusia dan mengajak Anda terlibat di dalamnya. Pada akhirnya, Natalie mendirikan The Home Foundation untuk meningkatkan kesadaran dan juga mencari dana yang dapat membantu korban dari perdagangan manusia. (jc/tms)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *