Usai Dicopot Sebagai Pj Pakpak Bharat, Asren Gantikan Kaiman di BPSDM

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai ‘dibuang’ sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution bertukar posisi dengan Kaiman Turnip sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara.

Ilustrasi
Ilustrasi

Demikian terungkap dalam pelantikan sembilan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Selasa (29/9). Kaiman Turnip yang sekarang menjabat Pj bupati Pakpak Bharat, kini menggantikan posisi Asren sebagai Staf Ahli Gubsu Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat.


Selain dua posisi ini, Gubsu Edy Rahmayadi turut mengambil sumpah jabatan tujuh eselon II lainnya. Antara lain yang dirotasi yakni; Ismael Parenus Sinaga dari Kadis Dukcapil menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; Riadil Akhir Lubis dari Kepala BPBD menjadi Kadisperindag; Afifi Lubis dari Kabiro Pemerintahan menjadi Sekretaris DPRD; Irman Oemar dari Kepala Balitbang menjadi Kadis Kominfo; Binsar Situmorang dari Kadis Lingkungan Hidup menjadi Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan;

Harianto Butarbutar dari Kadisnaker menjadi Kepala Balitbang; Ria Nofida Telaumbanua dari Kadisbudpar menjadi Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad lldrem.

Tak hanya itu, Gubsu didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Sekdaprovsu, R Sabrina juga melantik 32 pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemprovsu. Sejumlah pejabat tersebut saling dirotasi ke organisasi perangkat daerah yang lain. Sebagian pejabat yang sebelumnya dilantik, bahkan ada pula yang kembali diganti dari posisinya.

Usai melantik para pejabat tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi menekankan segera membuka seleksi terbuka atau open bidding pada posisi pimpinan OPD yang masih lowong ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Open bidding mungkin minggu depan (sudah dapat izin KASN). Di KASN tinggal dua orang yang belum keluar (rekomendasinya). Karena tak bisa satu-satu,” katanya.

Diakui dia, sudah dua tahun ini mempelajari tupoksi dan kemampuan sumber daya manusia yang ada di Pemprovsu. Dirinya dan Wagubsu Musa Rajekshah mulai kini akan memastikan orang yang disiapkan untuk mengawaki OPD bersangkutan, adalah sosok yang mampu menyelesaikan tupoksi dan target yang dibebankan.

“Ini nanti harus kita evaluasi lagi, apakah targetnya terlalu tinggi atau orangnya tidak mampu. Intinya laksanakan tugas pokok dengan baik, dan bertanggungjawab penuh dengan pekerjaannya,” tegasnya.

Mengenai pelantikan eselon III, disebut Edy, masih akan dilakukan dua gelombang lagi. Sedangkan pelantikan eselon II akan dilaksanakan sekali lagi sembari membuka kegiatan open bidding. “Karena tidak mungkin dilakukan sekaligus mengingat kondisi Covid-19 saat ini. Dan mekanismenya tetap dilakukan oleh Baperjakat,” pungkasnya. (prn/ila)

loading...