Vaksinasi di Sumut Baru Capai 75 Persen, Dinkes Diminta Usulkan Tambahan Dosis ke Pusat

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 1.671.931 warga Sumatera Utara telah mengikuti vaksinasi berdasarkan data yang masuk per 29 Juni 2021. Jumlah itu terdiri dari 1.159.992 orang vaksinasi tahap I (52,02 persen), dan 511.139 orang vaksinasi tahap II (22,96 persen). Jika ditotal, target vaksinasi di Sumut per periode tersebut sudah mencapai 75 persen.

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19-Ilustrasi. Di Sumut, vaksinasi nakes tertinggi di Medan, terendah di Pakpak Bharat.

Sementara, target atau sasaran vaksinasi di Sumut sebanyak 2.230.038. Adapun sasaran vaksinasi yang belum divaksin adalah sedang dalam proses vaksinasi dan juga karena keterbatasan ketersediaan jumlah vaksin. “Total sudah 1.671.931 orang warga Sumut yang divaksin dari sasaran 2.230.038 sampai 29 Juni 2021,” ujar Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (1/7).


Dari jumlah 1.671.931 yang divaksin itu, kelompok SDM kesehatan sebanyak 74.107 orang tahap I dan 67.549 tahap II. Kemudian untuk pelayan publik 886.624 tahap I dan 354.032 tahap II, serta kelompok lanjut usia (lansia) 199.972 tahap I dan 90.358 tahap II.

Pria yang karib disapa Ijeck ini menambahkan, Sumut akan terus mengejar jumlah warga yang akan divaksin. Hal itu terus dikoordinasikan dengan bupati/wali kota beserta Dinas Kesehatan masing-masing. Selanjutnya menyusul telah diperbolehkannya kelompok usia anak-anak dan remaja 12-17 tahun untuk mengikuti vaksinasi, Ijeck mengatakan target sasaran vaksinasi Sumut ke depan bertambah.

Karenanya ia meminta Dinkes Sumut mempersiapkan teknis pelaksanaan vaksinasi anak-anak dan remaja serta mengusulkan tambahan kuota vaksin bagi anak-anak dan remaja. Plt Kadis Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah mengatakan, belum ada sejauh ini petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak dan remaja. Begitupun, pihaknya akan mengkoordinasikan ke pemerintah pusat, seraya mempersiapkan tenaga kesehatan dan sosialisasi vaksinasi untuk kategori dimaksud.

Vaksinasi Medan Capai 48,56 Persen

Sementara, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengapresaisi antusias masyarakat yang mengikuti vaksinasi masal yang digelar Pemko Medan bersama Kementerian BUMN di Eks Bandara Polonia Medan. Bobby pun mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk segera memanfaatkan vaksinasi Covid-19 gratis yang digelar saat ini di sejumlah titik di Kota Medan.

“Kami sampaikan kepada masyarakat Kota Medan, ayo kita sehatkan tubuh kita, kita sehatkan kota kita. Bukan hanya dari sisi kesehatan tubuh, tapi kesehatan ekonomi bisa kita mulai dari suntikan vaksin yang kita terima,” katanya.

Bobby pun menerangkan, saat ini antusias masyarakat jauh berbeda dibandingkan awal-awal pelaksanaan vaksinasi di gelar dua bulan yang lalu. “Sangat jauh berbeda, hari ini antusiasme masyarakat Kota Medan mulai jauh meningkat, sudah mulai tinggi,” terangnya.

Peningkatan antusias masyarakat tersebut, jelas Bobby, tidak terlepas dari hasil sosialisasi informasi yang telah dilakukan dan semangat dari masyarakat Kota Medan sendiri agar cepat keluar dari kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum kunjung berakhir hingga saat ini.

Bobby pun kembali menegaskan, khusus untuk kerjasama Pemko Medan dengan Kementerian BUMN, ditargetkan dapat merealisasikan 5.000 vaksinasi per hari. “Dari BUMN target satu hari 5.000 (vaksinasi). Target kita itu mudah-mudahan bisa lebih, sepertinya bisa lebih 5.000 per hari,” tegasnya.

Sedangkan untuk seluruh vaksinasi yang digelar di Kota Medan, baik yang bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan pihak-pihak lain, ditargetkan dapat terealisasi sebanyak 10.000 vaksinasi per hari. Hal itu dilakukan, sebagai wujud keseriusan Pemko Medan dalam mendukung target vaksinasi pemerintah pusat sebanyak 1 juta vaksin per hari.

Bahkan per 1 Juli, lanjut Bobby, realisasi vaksinasi di Kota Medan capai 48,56 persen.

“Hari ini, tanggal 1 bulan 7 (Juli), capaian (vaksinasi) kita sudah 48,56 persen. Target ini memang akan terus kita tingkatkan. Kenapa naiknya (persentase) makin lambat? Ini karena jumlah masyarakat yang bisa divaksin makin hari makin banyak, sehingga persentasenya juga jadi lambat naiknya. Padahal jumlah yang divaksin naik signifikan setiap harinya,” lanjutnya

3 Lokasi Vaksinasi tanpa KTP Domisili

Saat ini, pemerintah telah menghapus KTP domisili sebagai syarat bagi warga untuk menerima vaksin Covid-19. Di Medan, sudah ada tiga tempat yang menerapkan hal ini. Ketiga tempat itu adalah RS Adam Malik Medan, Politeknik Kesehatan Medan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan.

Vaksinasi di lokasi ini dilakukan secara gratis. “Masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan KTP daerah manapun sekarang sudah bisa vaksin Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik mulai Selasa (29/06),” kata Sub Koordinator Sub-substansi Hukormas Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, Kamis (1/7).

Rosa mengatakan, vaksinasi dilakukan setiap hari kerja. Warga yang datang tetap diwajibkan membawa KTP. “Vaksinasi setiap hari kerja, Senin-Jumat dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.30 WIB, dengan kuota 300 orang per hari. Syaratnya cukup bawa KTP asli dan fotocopynya,” imbuhnya.

Rosa mengatakan, calon peserta vaksinasi COVID-19 terlebih dahulu harus mengisi pendaftaran secara online melalui situs https://regvaksin.sirsmandiri.com. Pada pendaftaran ini, setelah mengisi data pribadi peserta dapat memilih jadwal vaksinasi yang diinginkan. “Terdapat tiga sesi yaitu pukul 08.00-10.00 WIB, 10.00-12.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB. Peserta vaksin diharapkan datang sesuai jadwal agar tidak berkerumun,” ucap Rosa.

Di lokasi vaksin, kata Rosa, warga diminta mengisi formulir terlebih dahulu. Warga yang sudah disuntik kemudian diminta datang kembali 28 hari kemudian untuk disuntik vaksin tahap ke dua.”Vaksinasi COVID-19 tanpa dipungut biaya apapun,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Medan Priagung Adhi Bawono mengatakan untuk vaksinasi di wilayah kerjanya juga dilakukan setiap hari kerja. Di lokasi ini memiliki kuota 100 orang per hari.”Kuota nya 100 orang per hari,” ucap Priagung.

Priagung mengatakan, pihaknya juga melakukan vaksinasi secara bergilir di sejumlah bandara yang ada di Sumut. Bagi warga yang datang diminta untuk membawa identitas diri. “Kemarin di Silangit Tarutung, besok di Belawan dan lain-lain juga. Bawa KTP atau surat domisili untuk pendataan,” jelas Priagung. (prn/map/dtc)

loading...