Vaksinasi Lansia di Sumut Masih Jauh dari Target

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat lanjut usia (lansia) di Sumatera Utara masih jauh dari target. Dari 1.279.122 orang yang ditargetkan, hanya 7,5 persen atau 95.828 orang lansia yang sudah divaksin dosis I. Sedangkan petugas publik, sudah 45,2 persen dari target 879.798 orang yakni sebanyak 397.641 orang.

BERBINCANG: Gubsu Edy Rahmayadi berbincang dengan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga didampingi Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (28/5).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, dari 7,5 persen lansia yang sudah divaksin dosis satu, paling banyak asal Kota Medan yaitu 61.039 orang. Kemudian, Deliserdang 4.247 orang, Toba 4.011 orang, Serdangbedagai 3.983 orang, dan Pematangsiantar 3.401 orang. “Begitu juga dengan petugas publik, Medan 172.853 orang, dan Deliserdang 40.677 orang. Selanjutnya, Langkat 20.213 orang, Simalungun 19.214 orang, dan Batu Bara 13.196 orang,” ungkapnya.


Aris menuturkan, untuk dosis dua, cakupan vaksinasi terhadap lansia 5,2 persen atau 66.400 orang dan petugas publik 28 persen atau 245.923 orang. Pada dosis kedua tersebut, baik lansia maupun petugas publik masih didominasi dari Medan, Deliserdang, Simalungun, Langkat, dan Pematangsiantar. “Vaksinasi terhadap lansia menjadi tantangan, karena itu membutuhkan peran serta dari masyarakat,” ucapnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat khususnya lansia agar melakukan vaksin Covid-19. Hal ini guna menekan penyebaran virus corona. “Kepada Puskesmas diminta menyosialisasikan melalui kader Posyandu agar lansia segera mendaftarkan program vaksinasi ke masing-masing kelurahan,” tandas Aris yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut.

Sebelumnya, Dinkes Sumut mengingatkan kepada masyarakat agar yang belum divaksin Covid-19 dosis dua untuk melapor ke pusat layanan vaksinasi terdekat atau setempat. “Masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua dapat segera melaporkan ke pusat layanan vaksinasi terdekat di daerah tempat tinggalnya,” ucap dia.

Dijelaskan Aris, semua yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama diwajibkan mendapatkan penyuntikan dosis kedua agar kekebalan tubuhnya bisa terbentuk sempurna. Bagi yang sudah memiliki jadwal, tinggal datang dan melaporkannya kepada petugas yang ada di pusat layanan vaksinasi tersebut. “Kalau yang belum dapat SMS, tinggal bilang ke petugas tanggalnya kapan. Masyarakat cukup membawa KTP saja,” terang dia.

Vaksinasi Massal

Sebagai upaya percepatan program vaksinasi Covid-19 di Sumut, Kementerian BUMN berencana menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya. Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga didampingi Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution saat bertemu Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubsu, Jumat (28/5).

Arya Sinulingga menyebutkan, kegiatan vaksinasi massal yang akan dilakukan rencananya bakal terlaksana selama dua bulan. Adapun yang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut adalah kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) serta para pelayan publik. “Akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Targetnya lima ribu vaksin per hari, selama dua bulan. Sedang mencari lokasi terbaik yang bisa diakses masyarakat sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Kegiatan vakasinasi massal ini sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Ini pertama kali di luar Jawa, vaksinasi massal di Kota Medan, makanya kita saling koordinasi,” kata Arya.

Gubsu Edy Rahmayadi menyambut baik sekaligus mendukung penuh rencana vaksinasi massal tersebut. Ia berharap vaksinasi itu dilaksanakan sesuai ketentuannya, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Drive Thru Antigen Tetap Berjalan

Sementara, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution menegaskan, keberadaan layanan drive thru rapid test antigen di Jalan Pulau Pinang, sekitaran Lapangan Merdeka Medan akan tetap berjalan. Bila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya sampai sekarang, ia berkomitmen, evaluasi pasti akan dilakukan.

“Ini bagus untuk masyarakat, ini akan kita buka kembali,” ujarnya menjawab wartawan, usai mendampingi Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara, Arya Sinulingga bertemu Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (28/5).

“Kalau selama ini belum terkelola dengan baik, pelakasananya harus ditegur, harus dibenahi,” sambung Bobby.

Menurutnya, keberadaan drive thru rapid antigen itu membantu pemerintah dalam mengecek kesehatan masyarakat, apakah reaktif covid atau tidak. Kata Bobby, semakin banyak titik dibuka maka semakin banyak lokasi, akan semakin bagus.

“Tetapi dalam berjalannya, kami Pemko Medan harus juga tetap melihat prosedur-prosedur yang tidak menyalah. Karena kami tidak ingin, saya ulangi lagi kami tidak ingin kejadian yang seperti di Bandara Kualanamu itu terjadi, apalagi di wilayah Kota Medan, kami nggak mau. Makanya ini harus kita cek dalam proses berjalannya,” tegas mantu Presiden Jokowi itu.

Ihwal lokasi pelaksanaan akan tetap dibuat di kawasan Lapangan Merdeka Medan, Bobby menyebut segera dikoordinasikan lagi. “Nanti kita koordinasi dengan Polrestabes, bagaimana titiknya, lokasinya, yang tentunya tidak menggangu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (ris/prn)

loading...