Vaksinasi Nakes di Sumut: Medan Tertinggi, Pakpak Bharat Terendah

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 86,1 persen atau 61.207 nakes dari 71.058 sasaran. Sedangkan nakes yang ditunda divaksin kini jumlahnya 13.766 orang.

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19-Ilustrasi. Di Sumut, vaksinasi nakes tertinggi di Medan, terendah di Pakpak Bharat.

“Dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak adalah nakes di Medan 18.720 orang. Kemudian, disusul Deliserdang 4.729 orang, Langkat 2.841 orang, Pematangsiantar 2.466 orang, dan Simalungun 2.275 orang. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 393 orang dan Nias Barat 500 orang,” ungkap Jubir Satgas Penanganann Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Kamis (25/2).


Untuk nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, sambung Aris, jumlahnya terus bertambah dan kini sudah 28.397 orang. Jumlah ini meliputi 30 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak Medan 9.907 nakes, Deliserdang 2.794 nakes, Pematangsiantar 1.768 nakes, Simalungun 1.527 nakes, dan Karo 1.260 nakes,” bebernya.

Lebih lanjut Aris mengatakan, terkait kasus baru Covid-19, hingga Kamis sore, akumulasi kasus positif telah mencapai 24.169 orang. Angka ini kembali meningkat, setelah didapatkan 153 kasus baru dari 9 kabupaten/kota.

Penambahan kasus terbanyak, diperoleh dari Medan dengan 97 orang, yang diikuti Kabupaten Serdang Bedagai dengan 18 orang dan Karo 10 orang. Kasus lainnya didapatkan dari Deliserdang sebanyak 7 orang, Tapteng 6 orang, Labusel 5 orang, Taput dan Labura 4 orang, serta Tanjung Balai 2 orang. “Kota Medan sendiri menjadi daerah dengan akumulasi kasus terbanyak di Sumut dengan 12.298 orang, diikuti Deliserdang 3.034 orang dan Pematangsiantar 706 orang,” ungkap dia.

Sedangkan terhadap kasus kesembuhan, sambung Aris, dari total 24.169 orang tersebut, sebanya 20.874 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Angka itu didapatkan atas penambahan 107 kasus baru yang telah dinyatakan sehat atau negatif Covid-19. “Penambahan 107 kasus baru sembuh juga diperoleh dari 9 daerah. Terbanyak, dari Medan 47 orang, Karo 12 orang, Deliserdang 11 orang, Sergai dan Labusel 9 orang, Taput 9 orang, Tapteng 9 orang serta Samosir 1 orang,” paparnya.

Ia melanjutkan, terkait kasus kematian hingga kini telah diperoleh 824 penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Jumlah itu didapatkan dengan penambahan 4 kasus baru, yakni dari Asahan 2 orang, serta masing-masing 1 orang dari Tanjung Balai dan Langkat. “Dari data tersebut, saat ini diketahui terdapat sebanyak 2.471 orang penderita aktif Covid-19. Dari jumlah itu, 615 orang isolasi di rumah sakit dan 1.860 orang isolasi mandiri,” pungkasnya.

1.831 Dokter Terpapar, 311 Meninggal

Terpisah, Kementerian Kesehatan memaparkan data yang memperlihatkan sebanyak 1.831 dokter di Indonesia terpapar Covid-19.

Dari jumlah itu sebanyak 17 persen atau sekitar 311 dokter gugur akibat terpapar virus corona. Data itu didapatkan selama periode Maret 2020 hingga Februari 2021.

“1.831 (dokter) tersebut terpapar covid-19. Itu teman-teman kita 17 persen di antaranya sudah wafat. Dan ini air mata kita sudah habis mengingat teman kita yang sudah wafat tersebut,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Tim Mitigasi, Kamis (25/2).

Dante menjelaskan dari jumlah dokter yang terpapar Covid-19, 52 persen di antaranya telah sembuh. Sementara 13 persen masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta 18 persen lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, kematian dokter akibat Covid-19 terbanyak berada di Jawa Timur, disusul DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Untuk itu, pemerintah menetapkan tenaga kesehatan sebagai sasaran awal vaksinasi guna membantu menekan laju penularan virus corona di lingkungan nakes.

Adapun data per (24/2) memperlihatkan sebanyak 1.363.138 nakes telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, sementara 825.650 nakes lainnya telah rampung mendapat dua dosis suntikan vaksin.

Jumlah yang dipaparkan Kemenkes berbeda dengan data yang disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tim Mitigasi IDI mencatat 317 dokter meninggal per tanggal 10 Februari 2021.

Di acara yang sama, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo berharap keberadaan tenaga kesehatan Indonesia dapat difungsikan sebagai benteng terakhir.

Sebab, menurutnya, saat ini yang perlu menjadi benteng awal adalah masyarakat yang bersedia patuh terhadap protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Indonesia menjadi salah satu negara dengan peringkat nakes gugur tertinggi di dunia, atau nomor urut kelima secara persentase,” kata Doni.

Doni meminta, baik pemerintah maupun masyarakat dapat meringankan beban nakes di fasilitas kesehatan dengan tetap berupaya hidup sehat dan menghindari penularan virus corona. (ris/cnn)

loading...