Varian Covid-19 India Belum Terdeteksi di Sumut

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memastikan, varian Covid-19 India atau yang disebut B.1.617 belum ada terdeteksi di Sumut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap berhati-hati dan mengantisipasi, karena varian dimaksud sudah masuk ke beberapa wilayah Indonesia.

“Sampai sejauh ini virus corona varian India itu belum ada kita deteksi,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Senin (3/5)n


Aris mengakui, untuk mengontrol masuknya virus itu cukup sulit. Sebab, kawasan Pulau Sumatera yang merupakan pintu gerbang jalur laut, memudahkan orang untuk perjalanan keluar atau masuk.

Disinggung apakah ada penanganan khusus terkait varian corona India tersebut, Aris menyatakan, masih berpedoman pada edaran yang digunakan BPBD selama ini. Artinya, penanganan untuk virus corona mutasi India ini diperlakukan sama dengan Covid-19 pada umumnya. “Penanganan khusus belum ada. Masih normal untuk penanganan Covid-19,” jelas Aris.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada terhadap penularan Covid-19. Di samping itu, juga diingatkan supaya tetap konsisten menerapkan perilaku 5M.

Lebih jauh Aris menyampaikan, sampai saat ini penularan Covid-19 di Sumut telah menginfeksi 29.590 orang, setelah didapatkan 68 kasus baru terkonfirmasi positif. Penambahan kasus baru tersebut diperoleh dari 7 kabupaten/kota, yaitu Medan 30 kasus, Deliserdang 15 kasus, Karo 7 kasus, Padangsidimpuan 5 kasus, Tapanuli Utara 5 kasus, Batu Bara 5 kasus, dan Dairi 1 kasus.

Sedangkan angka kesembuhan jumlahnya kini telah mencapai 26.310 orang, setelah didapatkan penambahan 60 kasus baru. Antara lain, diperoleh dari Batu Bara 26 orang, Medan 23 orang, Karo 7 orang, dan Tapanuli Utara 4 orang. “Untuk kasus kematian kini berjumlah 976 orang setelah bertambah 1 kasus baru dari Deli Serdang. Dengan demikian, saat ini kasus aktif Covid-19 di Sumut berjumlah 2.304 orang yang menjalani isolasi di rumah sakit dan secara mandiri. Sementara kasus suspek akumulasinya 818 orang setelah berkurang 21 kasus,” tandasnya.

Diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat dua varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Varian Covid-19 tersebut berasal dari India dan Afrika Selatan yang telah ditemukan di Jakarta dan Bali.

“Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India, ada 2 insiden yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali,” kata Budi Gunadi usai rapat terbatas di kantor presiden, Jakarta, Senin (3/5).

Dua mutasi virus Corona atau SARS-CoV-2 tersebut, kata Budi, memiliki tingkat penularan yang relatif tinggi. Menurut Menkes, penyebaran atau pergerakannya sangat diperhatikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Ini harus kita jaga mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi daripada yang lain,” katanya.

Dengan temuan insiden mutasi virus tersebut, Budi mengatakan, total terdapat 13 insiden mutasi virus di Indonesia, termasuk insiden mutasi virus asal Inggris. Untuk mengantisipasi penyebaran mutasi virus tersebut, Menkes meminta upaya 3 T yakni testing, tracing, dan treatment oleh petugas dilakukan dengan disiplin dan masif. Selain itu, juga masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Apapun virusnya apapun mutasinya kalau kita disiplin protokol kesehatannya memakai masker mencuci tangan menjaga jarak Insyaallah harusnya penularan tidak terjadi,” pungkasnya.

WNA Asal India Dilarang Masuk

Sementara itu, menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi di India selama dua minggu terakhir, pihak Imigrasi dan Pemprov Sumut sepakat untuk tidak memberi izin masuk terhadap warga negara asing (WNA) terutama asal India.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Medan, Tato J Hidayawan, mengatakan larangan itu telah diatur dalam Peraturan Menkumham No.26/2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Seminggu ini lagi hot pandemi dari India. Langsung kita action, dari direktorat, pak dirjen sudah perintahkan supaya WNA, terutama India tak boleh masuk. Tanpa terkecuali. Pokoknya nggak ada urusan,” tegas Tato menjawab wartawan usai bersilaturahmi dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Senin (3/5).

Selama pandemi Covid-19, kata dia, penerbangan dari dan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Kualanamu terbatas. Namun, pihaknya tetap siaga mengawasi agar WNA terutama yang datang dari India, demi mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Dari Kualanamu memang belum ada. Dan jangan sampai ada. Tapi kalau di Soekarno Hatta ada. Lagian, Medan belum ada penerbangan ke luar negeri. Hanya beberapa saja charter flight. Dan pengembalian WNI kita dari Malaysia. Patriasi belum ada. Ke Sumut sama sekali nggak ada,” ungkapnya.

Untuk mengawasi hal tersebut, Imigrasi mengaku tidak bekerja sendiri. Imigrasi telah menjalin koordinasi dengan TNI Angkatan Laut, kepolisian serta tim PORA (Pengawasan Orang Asing) untuk memastikan tidak ada WNA yang masuk ke Sumut selamat pandemi Covid-19.

Tato menjelaskan, kedatangannya ke rumdis Gubsu hanya untuk bersilaturahim dengan orang nomor satu di Pemprov Sumut tersebut, pascamenjabat sebagai Kakanim Klas I Medan sejak Februari 2021 lalu.

“Yang pasti saya selaku warga baru di Medan, silaturahim kepada beliau. Saya matur ke bapak, sowan, silaturahim, mohon arahan, mohon petunjuk. Dan ada juga beberapa yang berkaitan dengan tugas pokok kita dalam hal pengawasan orang asing,” pungkasnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya menyampaikan, hasil pertemuan dengan kakanim Klas I Medan membahas tentang kedatangan orang dari luar negeri ke Sumut.

“Kita memastikan bahwa orang-orang yang dari luar itu, WNI untuk diisolasi. Dipastikan apapun alasannya, dia harus diisolasi selama 2 minggu, 14 hari,” katanya. (ris/prn)

loading...