Virus Trojan Serang Server, Penyebab Ratusan Siswa SMAN 4 Gagal Ujian

Metropolis
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
NORMAL: Pelaksanaan UNBK hari kedua di SMA Negeri 4 Medan kembali normal, Selasa (2/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serangan virus terhadap server dan jaringan komputer di SMA Negeri 4 Medan, Senin (1/4) lalu, memaksa tim Help Desk UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) Disdik Provinsi Sumut bekerja ekstra. Dari identifikasi Tim Help Dask, virus yang menyerang server di sekolah itu adalah virus trojan. Virus inilah yang membuat 331 siswa di sekolah itu harus mengikuti ujian susulan.

TIM Help Dask Disdik Sumut baru dapat mengembalikan kondisi fasilitas UNBK di SMAN 4 Medan pada Selasa (2/4) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Anggota Tim Help Dask UNBK Disdik Sumut, Duta Salendra menjelaskan, virus trojan menyerang server karena hard disk kurang steril. “Jadi dari hasil identifikasi, virus yang menyerang server di SMA Negeri 4 Medan itu adalah virus trojan. Virus ini menyerang karena hard disk kurang steril,” ungkap Duta kepada wartawan, kemarin.


Duta menjelaskan, hal serupa pernah terjadi pada pelaksanaan UNBK di Sumut. Namun, virus menyerang saat simulasi UNBK, bukan pas hari pelaksanaan ujian yang digelar setiap tahun itu.

Ia mengungkapkan virus yang berasal dari hard disk tidak steril itu, menyebar kejaringan seluruh server di sekolah yang beralamat di Jalan Gelas Medan itu. Namun kondisinya kini sudah bisa terkendalikan. “Saat menginstalnya, dicolokan saat hard disknya sudah terjangkit. Satu jaringan, jadi kena yang lainnya,” ungkap Duta.

Duta juga memastikan virus tersebut, bukan ulah dari hacker. Karena, aksi hacker bisa dilakukan bila terkoneksi dengan jaringan internet. Namun, UNBK semi online. Karena, terkoneksi ke jaringan saat mengupload hasil jawaban ujian dari peserta ke server milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. “Tidak ada hacker, koneksi ke pusat atau ke internet saat upload saja.Masukan passwordnya kita dapat secara offline pada pagi hari. Istilahnya, token. Kita minta baru muncul, semi online. Tipe onlie, ada offline,” tandas Duta.

Kepala SMA Negeri 4 Medan, Ramli mengaku gembira karena fasilitas UNBK di sekolahnya telah normal kembali. “Alhamdullilah sudah normal kembali, pelaksanaan UNBK di hari kedua Selasa kemarin, sudah berjalan normal,” ungkap Ramli kepada Sumut Pos, Rabu (3/4) siang.

Akibat serang virus tersebut, Ramli menyebutkan, peserta yang gagal mengikuti UNBK sebanyak 331 siswa. Ratusan siswa tersebut, akan mengikuti ujian susulan akan dilaksanakan pada 15 April 2019, mendatang dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Sudah kita kumpul anak-anak itu. Kita berikan arahan, berupaya permohonan perpanjang waktu. Namun waktu tidak memungkinkan, jadi kita lakukan ujian susulan saja,” ucap Ramli.

Ramli mengungkapkan, baru pertama kali hal tersebut terjadi di sekolah mereka. Dengan kejadian itu, dia langsung berkordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumut. “Kita langsung menghubungi mereka (Disdik Sumut) dan mereka terjun ke lapangan. Sudah kita selesaikan sampai jam 3 pagi,” tutur Ramli.

Sekolah Pinjam Laptop Siswa

Sementara di SMA Negeri 1 Gido, Kabupaten Nias, jumlah peserta yang mengikuti UNBK mengalami peningkatan dari tahun lalu. Jika tahun lalu yang mengikuti UNBK di sekolah itu sebanyak 262 siswa, tahun ini meningkat menjadi 364 siswa. “Kita terpaksa minjam laptop siswa, karena fasilitas yang kita punya tidak mencukupi. Kejadian ini hanya tahun ini saja, kalau tahun depan jumlah siswa tidak sebanyak ini,” ujar kepala SMAN 1 Gido, Buala’atulo Zebua SPd kepada Sumut Pos, di ruang kerjanya, Jalan Karya Nomor 3, Hiliweto-Gido, Kabupaten Nias, Senin (1/4) lalu.

Selain itu, disekolah itu juga ada sekolah lain yang menumpang ujian karena failitas di sekolah mereka tidak memadai. Ada pun sekolah yang menumpang UNBK di SMAN 1 Gido yakni SMA Negeri 2 Bawolato sebanyak 52 siswa, SMA Negeri 1 Ulugawo sebanyak 47 siswa, dan SMA Negeri 1 Ma’u 32 siswa.

“Fasilitas di tiga sekolah itu, tidak memadai, juga di lokasinya tidak terjangkau jaringan internet. Mereka hanya meminjam tempat, kalau peralatan mereka siapkan sendiri,” ungkapnya.

Menurut Zebua, di Kecamatan Gido sering terjadi pemadaman arus listrik secara mendadak, sehingga untuk antisipasi selama pelaksanaan UNBK, pihak sekolah menggunakan genset yang kapasitasnya sebesar 30.000 KVA. Diakuinya hari pertama pelasanaan UNBK disekolahnya cukup berjalan lancar. “Selama pelaksanaan UNBK ini kita tidak menggunakan arus PLN, selain dayanya yang tidak mencukupi, juga sering padam secara mendadak. Tidak ada kendala, seluruh siswa-siswi sudah mengikuti ujian,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan, persiapan seluruh siswa juga sudah maksimal, sehingga dia berharap para siswa dapat memperoleh nilai maksimal dalam UNBK ini. “”Sekalipun nilai UNBK ini tidak menjadi dasar kelulusan siswa, namun kita berharap seluruh siswa memperoleh nilai yang memuaskan,” harapnya.

Diakuinya, kualitas pendidikan di Nias saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan 33 kabupaten kota lainnya di Sumut. Menurutnya, hal itu disebabkan minimnya tenaga guru PNS dan juga prasarana sekolah. “Di daerah kita masih banyak gedung sekolah yang tidak layak, juga masih banyak sekolah, guru PNSnya hanya dua orang yakni kepala sekolah dan satu orang guru, lainnya honor semua,” tandasnya.

Meski begitu, menurutnya, kualitas pendidikan di SMAN 1 Gido setiap tahun terus meningkat, bahkan tingat kelulusan di SMAN 1 Gido tergolong tertinggi se-Kepulauan Nias. “Pengumuman kelulusan siswa kemungkinan antara tanggal 6 sampai 9 Mei 2019. Kita di SMAN 1 Gido, tergolong tertinggi di Kepulauan Nias tingkat kelulusannya. Tahun ini saja siswa kita lulus SMPTN 9 orang, ada peningkatan dari tahun lalu yang hanya 7 orang,” tandasnya. (gus/adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *