Wagubsu: Dari Masjid Bangkitkan Ekonomi Umat

Sumatera Utara

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan, selain menjadi tempat beribadah, masjid juga diharapkan dapat membangkitkan perekonomian dan memakmurkan umat.

HADIR: Wagubsu Musa Rajekshah (dua kanan) menghadiri arisan silaturahim bersama Badan Kenaziran Masjid (BKM) Kota Tebingtinggi yang dilaksanakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Silaturahmi BKM Masjid Tebingtinggi, di Masjid Agung Tebingtinggi, Minggu (19/9).DISKOMINFO SUMUT.

Hal ini dikatakannya, saat menghadiri arisan silaturahmi bersama Badan Kenaziran Masjid (BKM) Kota Tebingtinggi yang dilaksanakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Silaturahmi BKM Masjid Tebingtinggi, di Masjid Agung Tebingtinggi, Minggu (19/9) malam.


Wagub Musa Rajekshah menjelaskan, saat dirinya berkunjung ke Masjid Jogokariyan di Yogyakarta, melihat BKM di sana bukan hanya dapat memakmurkan masjid saja, tetapi juga mampu memakmurkan umat sekitarnya dan masyarakat Jogja pada umumnya.

Bahkan, pemerintah Yogyakarta juga memperoleh data-data penduduk yang susah dari masjid ini. “Karenanya, mudah-mudahan kita berharap dari masjid ekonomi umat bisa bangkit,” ungkap Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Untuk itu, Ijeck berencana untuk mengundang pimpinan Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir ke Sumut, guna melatih dan memberikan pengalaman bagaimana BKM bisa mampu secara ekonomi. “Mudah-mudahan, nanti bisa juga kami bawa ke Kota Tebing Tinggi untuk melihat pengalamannya,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan, karena setelah masjid dibangun, maka tentunya yang harus dilakukan berikutnya adalah memakmurkannya dan selanjutnya memikirkan bagaimana pembiayaan operasional masjid.

Dalam kesempatan ini, Ijeck mengaku bersyukur karena BKM Kota Tebingtinggi bisa secara rutin melakukan arisan BKM setiap bulan. Hal ini bisa terjadi, lantaran Walikota Tebingtinggi memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masjid dan selalu dikelilingi oleh para ulama.

“Saya rasa belum ada kabupaten/kota lainnya di Sumut yang melakukan arisan BKM, baru di Tebingtinggi inilah setahu saya membikin arisan setiap bulan. Mudah-mudahan ini juga bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain,” harapnya.

Selain arisan silaturahim, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan tahlil dan doa atas meninggalnya almarhum H Anif, pemberian piagam penghargaan kepada almarhum H Anif sebagai tokoh yang peduli kebersihan masjid di Sumut, serta penyerahan hadiah lomba syukuran nasi tumpeng Masjid Agung Kota Tebingtinggi.

Terkait penyerahan penghargaan tersebut, selaku anak, Musa Rajekshah menyampaikan rasa terima kasih kepada DMI dan Forum Silaturahmi Masjid Kota Tebingtinggi yang sudah memberikan penghargaan kepada ayahnya tersebut. (prn/rel/azw)

“Semoga ini menjadi satu hal bagi kami anak-anaknya, untuk bisa meneruskan apa-apa yang sudah dilakukan orang tua kami. Mudah-mudahan pembangunan 99 yang dicita-citakan almarhum orang tua kami bisa terlaksana seluruhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengaku jika dirinya telah mengenal sosok almarhum H Anif sejak tahun 1992 silam. Dalam kesempatan bertemu, Umar sempat bertanya apa resep H Anif agar berhasil menjalankan usaha ataupun kehidupan.

Pertanyaan ini, sebut dia, dijawab oleh H Anif ialah dengan bekerja keras dan menjaga amanah. “Kedua kata beliau adalah jangan menebar musuh dan selalu berbuat baik. Jadi menurut saya beliau memang orang yang super baik bukan hanya kepada satu orang tapi seluruh masyarakat Sumut. Berikutnya beliau sama sekali tak tertarik dengan jabatan tapi berpikir bagaimana untuk membantu sesama,” ucapnya. (prn/azw)

loading...