Waktu Tersisa

Mimbar Minggu

1 Petrus 4:2
“supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

Oleh:   Pdt. Edison Sinurat STh


Time is money. Waktu itu adalah uang, waktu itu adalah emas. Sudah sejak lama kita mengetahuinya, tetapi pada kenyataannya banyak waktu yang kita biarkan terbuang sia-sia. Benyamin Franklin berkata: “Apakah Anda mencintai kehidupan? Kalau begitu, jangan menghambur-hamburkan waktu, karena itulah bahan pembuat kehidupan.”

Kita tidak tahu kapan batas umur kita, tetapi pemazmur berkata bahwa batas umur manusia itu hanyalah tujuh puluh tahun saja (Mazmur 90:10). Menurut sebuah tulisan: “Jika hidup sampai tujuh puluh tahun, rata-rata orang menggunakan: 20 tahun untuk tidur, 20 tahun untuk bekerja, 6 tahun untuk makan, 7 tahun untuk bermain, 5 tahun untuk berpakaian, 1 tahun untuk bertelepon (akan berlipat karena fasilitas ‘time on’), 2 ½ tahun di tempat tidur, 3 tahun menunggu seseorang, 6 bulan mengikat tali sepatu, 2 ½ tahun untuk hal-hal lain (termasuk 1 ½ tahun di gereja).

Apakah waktu yang kita gunakan sudah efektif bagi kemuliaan Tuhan? Berapa banyak yang tersia-siakan? Atau kita menggunakannya tetapi bagi sesuatu yang tidak bermutu, tidak bernilai, bagi kesenangan duniawi, kesenangan daging. Berapa umur Anda kini, kurangkanlah dari angkat tujuh puluh, itulah tahun sisa yang masih dapat Anda kelola dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai berlalu dengan sia-sia.

Firman Tuhan mengarahkan kita agar tidak menggunakannya menurut kehendak manusia tetapi menurut kehendak Allah. Saya coba memperjelasnya dengan pengertian begini: bahwa apa pun yang akan kita lakukan selalu sesuaikan dengan “kehendak Allah”. Kehidupan yang berkenan itu adalah kehidupan yang mengikuti kehendak Allah. Bahkan Yesus pernah berkata: “Bukan setiap orang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21).

Penggunaan waktu itu dipengaruhi, kalau bukan menurut kehendak Allah, pastilah menurut kehendak manusia. Kehendak manusia didominasi oleh hawa nafsu, keinginan daging, bahkan dipengaruhi oleh tipu muslihat Iblis. Jadi sebagai manusia yang diberi kehendak bebas oleh Allah, kitalah yang harus memilihnya. Sekalipun diberi kehendak bebas, tetapi Firman Tuhan mengarahkan kita untuk memilih kehidupan. Pergunakanlah waktu Anda untuk memuji Dia, pakailah waktu Anda untuk beribadah seperti dalam surat Ibrani 10:25 “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat’” Waktu sisa kita harus diintensifkan untuk peribadahan sebab hari Tuhan sudah di di ambang pintu.

Kekayaan yang disia-siakan, kadang-kadang bisa diperoleh kembali; kesehatan yang disia-siakan, jarang diperoleh kembali; tetapi waktu yang disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali.(*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *