Wali Kota Medan Terima Penghargaan e-KTP

Medan on Focus

Mendagri Serahkan Piagam ke-14 Kabupaten/Kota se-Sumut

PAPARAN: Mendagri Gamawan Fauzi memaparkan manfaat e-KTP dalam acara program penyerahan penghargaan pelaksanaan e-KTP di Grand  Aston City Hall Medan, Senin (9/7). //redianto/sumut pos
PAPARAN: Mendagri Gamawan Fauzi memaparkan manfaat e-KTP dalam acara program penyerahan penghargaan pelaksanaan e-KTP di Grand Aston City Hall Medan, Senin (9/7). //redianto/sumut pos
Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menerima piagam penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Gamawan Fauzi SH MM atas keberhasilan melakukan program elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Medan.


Piagam penghargaan itu diterima Wali Kota Medan di Grand Aston City Hall Medan, Senin (9/7). Penghargaan itu diberikan karena Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) berhasil menyelesaikan perekaman e-KTP sebelum jadwal yang telah ditetapkan. Ditambah lagi, hasil perekaman e-KTP yang dilakukan melebihi target perekaman.

Didampingi Ketua DPRD Medan Drs Amiruddin dan Kepala Dinas Disdukcapil Muslim Harahap, Rahudman menyampaikan, perekaman data e-KTP ini bisa terlaksana berkat kerja keras seluruh jajaran staf di Pemko Medan.

“Saya sangat apresiasi kerja di kecamatan, kerjanya siang dan malam serta hari libur juga bekerja. Hasilnya, kita semua mendapatkan penghargaan terbaik,” kata Rahudman.  Lebih lanjut, dia menyebutkan, penghargaan yang diterimanya bukanlah untuk dirinya pribadi, melainkan diberikan kepada Pemko Medan. Hal inilah yang menjadi kepuasan bersama dalam mengerjakan satu pekerjaan.

“Yakinlah, kerja keras itu memiliki hasil yang indah di penghujungnya,” sebutnya.

Selain wali kota, piagam penghargaan serupa juga diberikan Mendagri kepada Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun beserta 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara lainnya.

Adapun 13 kabupaten/kota yang menerima penghargaan itu masing-masing Kabupaten Tapanuli Selatan, Langkat, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Serdangbedagai, Batubara, Labuhan Batu Selatan dan Kota Pematangsiantar, Tan jungbalai, serta Binjai. Seperti Kota Medan, penyerahan piagam penghargaan itu diberikan Mendagri kepada kepala daerah didampingi ketua DPRD dan Kadis Disdukcapil masing-masing kabupaten/kota.

Dalam arahannya, Mendagri mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada 14 kabupaten/kota di Sumut yang telah berhasil melaksanakan program e-KTP. Apalagi ke-14 kabupaten/kota itu berhasil menyelesaikan pe rekaman e-KTP sebelum target yang telah ditetapkan, serta hasil perekamannya melebih dari target perekaman. Sebagai contoh Kota Medan, target perekaman e-KTP sebanyak 1.239.151 jiwa. Ternyata setelah dilakukan perekaman hasilnya melebihi target yakni sebanyak 1.269.623 jiwa.

Gamawan menambahkan, target perekaman e-KTP di 14 kabupaten/kota Sumut adalah 5.116.599 jiwa, sedangkan hasil perekaman e-KTP yang telah dilakukan mencapai 5.258.160 jiwa dari jumlah tersebut, e-KTP telah selesai dan siap untuk dibagikan kepada warga yakni 4.370.635 jiwa.

Sementara itu, dia menyebutkan, untuk 19 kabupaten/kota di Sumut lainnya yang baru memulai perekaman e-KTP mulai 1 Mei 2012, target yang ditetapkan 2.720.082 jiwa. Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan, pelaksanaan perekaman e-KTP 203.233 jiwa. Artinya, presentase yang baru dicapai hanya 7,47 persen dari jumlah target.

Dia menyatakan, target secara nasional perekaman e-KTP yang telah dilakukan berhasil melewati target. Dari 197 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, target 67 juta perekaman e-KTP sampai April 2012 berhasil dilewati.

“Dari 197 kabupaten kota, hanya 10 yang tidak memenuhi target. Sampai pengecekan yang dilakukan kemarin, 10 kabupaten/kota itu masih belum berhasil memenuhi target,” ungkap Mendagri.

Di hadapan Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap, Bupati/Wali Kota se-Sumatera Utara, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Sumut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumut, Kadisdukcapil se-Sumut.

Mendagri membeberkan, semula muncul kekhawatiran tentang target perekaman e-KTP sampai April 2012 tidak terpenuhi. Pasalnya, tender pelaksanaan e-KTP memakan waktu 4,5 bulan. Di samping itu, masih ada gugagatan-gugatan yang harus diselesaikan sehingga praktis pelaksanaan e-KTP baru bisa dimulai Oktober 2011.

“Alhamdulillahm, berkat kerja keras semua, kita semua berhasil melebihi target,” ungkap Gamawan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan telah ditemukan 93.000 warga yang melakukan perekaman lebih dari satu kali. Berkat sistem peralatan yang diterapkan dalam proses e-KTP, upaya itu tidak berhasil dilakukan. Pasalnya, satu tujuan diterapkan e-KTP ini untuk mencegah terjadinya KTP ganda.

Mendagri juga memaparkan ada 4 manfaat dari e-KTP yakni untuk Pemilui 2014 dan Pemilukada melalui peningkatan akurasi data sebagai bahan untuk penyusunan daftar pemilik (DAK2 dan DP4). Kemudian, peningkatan efektifitas administrasi pemerintahan dan pelayanan public bagi penduduk dalam skala nasional. Lalu, peningkatan keamanan negara antara lain melalui pencegahan terorisme, TKI illegal, trafficking maupun lainnya. Serta, e-KTP berlaku secara nasional sebagaimana diatur dalam Perpres No.67 Tahun 2011. (gus)

Piagaman Penghargaan sebagai Motivasi Kerja

Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan Muslim Harahap dalam laporannya mengungkapkan, piagam penghargaan yang diterimanya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Gamawan Fauzi SH MM merupakan motivasi kepada semua pihak untuk meningkatkan kinerja.

“Terima kasih kepada pak menteri untuk penghargaan, hal ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja kita,” ucapnya.

Dia menyebutkan, di Kota Medan sendiri, e-KTP sudah ada yang dicetak dan siap untuk didistribusikan kepada masyarakat di seluruh kecamatan di Kota Medan yang berjumlah 332.625 lembar e-KTP. Sedangkan jumlah warga yang telah melakukan perekaman e-KTP seluruhnya sekitar 1.268.398 jiwa.
“Penyerahan e-KTP yang telah dicetak sudah bisa dilakukan di kantor camat masing-masing. Tapi, sebelum diserahkan, warga yang akan menerima e-KTP akan diuji kembali melalui alat verifikasi,” katanya.

Muslim menyampaikan, uji verifikasi data sebagai bagian untuk memastikan apakah e-KTP itu milik warga yang menerima atau tidak. Sehingga, penerima wajib melakukan sidik terlebih dahulu. Bila sidik jarinya benar, maka seluruh data warga yang bersangkutan akan terlihat dengan jelas.
Lebih lanjut, Mantan Camat Medan Labuhan itu menyebutkan, ren cana pendistrubusian akan dilakukan selama 60 hari secara maksimal atau paling lama Desember 2012.

“Kami akan lakukan pendistribusian selama dua bulan, paling lama pendistribusian akan dilakukan akhir bulan Desember tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, pendistrubusian di setiap kecematan perharinya ditargetkan 500 e-KTP bisa disalurkan kepada warga di masing-masing kecamatan di Kota Medan.

“Sebanyak 500 e-KTP perhari maksimal yang harus dilakukan pendistribusian kepada warga,” ujarnya.
Muslim mengimbau kepada warga untuk melakukan pelaporan di masing-masing kecamatan dan segera mengambil e-KTP, dengan membawa KTP yang lama untuk ditukar dengan e-KTP.

“Warga sudah bisa langsung mengeceknya ke Kantor Kecamatan untuk mengambil e-KTP,” imbaunya. (gus)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *