Wali Kota Medan Terima Penghargaan K3

Medan on Focus

Rahudman: Ini Berkat Kerja Keras dan Kerja Sama

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM diberi penghargaan oleh Menakertrans karena telah berhasil melakukan pembinaan K-3 para pekerja di Kota Medan. Hal itu dibuktikan karena ada 42 perusahaan di Kota Medan juga masuk nominasi sebagai perusahaan yang masuk dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LP2K3).


“Keberhasilan ini berkat upaya Pemko Medan dan segenap jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap dunia tenaga kerja di Kota Medan,” Kata Rahudman, Kamis (26/4).

Dia mengatakan, sebelum penghargaan diberikan, tim dari pusat terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Medan.

“Ini berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, sampai akhirnya Kota Medan layak menerima penghargaan,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, panitia penyerahan penghargaan mengumumkan 21 wali kota/bupati se-Indonesia. Khusus di Sumut, ada satu kota dan dua kabupaten yang memperoleh pengharhaan. Diantaranya Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Bupati Langkat Ngongesa Sitepu dan Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi.

Sedangkan dari daerah lainnya, dari Jawa Timur, ada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Pasuruan . Kemudian, Kabupaten Cilegon (Banten), Jakarta Selatan (DKI Jakarta), Rokan Hulu (Riau), Pekanbaru (Riau), Dumai (Riau), Siak (Riau), Musi Banyuasin (Sumsel), Makassar (Sulsel), Bitung (Sulut), Cirebon (Jabar), Majalengka (Jabar), Bandung (Jabar), Balikpapan (Kaltim), Kutai Timur (Kaltim), dan Bupati Indramayu (Jabar).

Sedangkan 15 gubernur yang menerima penghargaan K3, Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST, kemudian Gubernur Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) , DI Yogyakarta, Jambi dan Riau.

Dalam sambutannya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar menjelaskan jumlah perusahaan yang meraih penghargaan Zero Accident meningkat sebesar 44,3 persen atau 227 perusahaan dibandingkan 2011 hanya mencapai 512 perusahaan.
Dia menyebutkan, penghargaan K3 diberikan ke-245 perusahaan atas evaluasi hasil audit dari lembaga audit, jumlahnya meningkat 6,7 persen dibandingkan 2011 lalu mencapai 238 perusahaan.

“Pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang, tapi bentuk insentif lainnya agar jumlah perusahaan dan daerah yang peduli keselamatan dan kesehatan kerja dapat meningkat,” ucap peraih bintang Mahaputera itu.

Muhaimin memaparkan, K3 sudah seharusnya menjadi kewajiban dan budaya sehari-hari karena dapat mencegah terulangnya kejadian kecelakaan kerja yang dapat merugikan semua pihak.

“Pelaksanaan K3 tidak lagi dilakukan secara parsial, tapi dilakukan dengan pendekatan sistem di seluruh manajemen, tenaga kerja, kontraktor dan sumber produksi yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan,” ujarnya.

Lebih jauh, dia menyatakan, pemberian penghargaan diharapkan bisa meningkatkan motivasi bagi pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat agar meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3 demi terwujudnya tekad Indonesia Berbudaya K3 pada 2015. (adl)

Dinsosnaker Rutin Bina Perusahaan

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadisosnaker) Kota Medan, Marahusin Lubis mengatakan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM berhak menerima penghargaan karena telah melakukan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) di perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Medan.
Dia membeberkan, tim dari Dinsosnaker sudah turun ke sejumlah perusahaan yang ada di Kota Medan. Pada kesempatan tim mengecek tentang sistem keselamatan kerja di masing-masing perusahaan. Kemudian, sebagian besar perusahaan yang ada di Kota Medan sudah memiliki sertifikat K-3.
Hal lainnya, paparnya Dinsosnaker Kota Medan juga memfasilitasi sejumlah karyawan perusahaan untuk mengikuti ujian dalam pengambilan sertifikat K-3 dari Kementerian Tenaga Kerja. Kegiatan itu digelar dua sampai tiga kali dalam setahun.

Tak cukup sampai disitu, Husin juga menyebutkan, tim dari Dinsosnaker setiap triwulan melakukan peninjauan ke masing-masing perusahaan, guna memastikan tentang sertifikat K-3 serta melakukan pembinaan.

“Setiap tiga bulanan kami tetap survey masing-masing perusahaan untuk kelengkapan K-3. Kemudian, memberikan pembinaan dan pembekalan kepada perusahaan terkait dunia kerja,” paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sesuai UU No. 1/1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3), seluruh dunia kerja lebih  memprioritaskan keselamatan setiap pekerjanya.

“Alhamdulillah di Kota Medan angka kecelakaan kerja sudah turun, karena perusahaan sudah memiliki teknis keselamatan kerja yang baik di Kota Medan,” sebutnya.   Sementara itu, saat disinggung merupakan program rutin yang digelar Kemenakertrans  RI. Dia memaparkan, penghargaan  itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam mendukung upaya sosialisasi K3 tingkat nasional.  (adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *