Wanita yang Dibakar Warga Itu Alami Gangguan Jiwa

Hukum & Kriminal
Foto: Ilham/PM Halimah, wanita yang dibakar warga karena dituduh mencuri di Delitua, Rabu (2/9/2015)..
Foto: Ilham/PM
Halimah, wanita yang dibakar warga karena dituduh mencuri di Delitua, Rabu (2/9/2015)..

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ibu lima anak, Halimah, yang dibakar hidup-hidup di Delitua usai diteriaki maling, hingga kemarin masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pasca aksi warga itu, Widya dan Santi yang DA mengaku kakak ipar Halimah mendatangi Polsek Delitua, Kamis (3/9) siang. Keduanya pun tampak sedih ketika mendapat kabar, adik iparnya dibakar massa dengan tuduhan mencuri.


Kedua kakak ipar Halimah mengaku kalau adiknya itu mengalami gangguan kejiwaan. Itu dialami Halimah, sejak ibunya meninggal dunia tahun 2012.

Ditambahkan keduanya lagi, kalau Halimah sudah 3 hari tak pulang-pulang. “Kami sudah mencarinya kemana-mana, kami tahu kabar ini dari ayah setelah membaca surat kabar. Bahwa adik ipar kami dibakar karena tuduhan mencuri,” kata keduanya meneteskan air mata.

Masih kata Widya dan Santi, Halimah sendiri telah memiliki 5 anak dan suami bernama Ipong, yang tengah keluar kota bekerja sebagai sopir pengangkutan. “Kami ke sini mau menunjukkan bahwa Halimah masih dalam perawatan jalan di Rumah Sakit Jiwa Tuntungan,” kata Wydia.

Terkait aksi warga yang main hakim sendiri tanpa bukti, Widya dan Santi pun mengaku akan membuat laporan pengaduan ke Polresta Medan. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan SH mengatakan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari Bela Ginting. Namun terkait aksi warga, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif secara tertutup.

Ketika ditanyakan, apakah aksi hukum rimba dibenarkan bila seseorang dituduh melakukan kejahatan tanpa bukti? Jonathan mengaku tidak akan dibiarkan. Untuk itu, pihaknya pun akan melakukan penyelidikan lanjut, terkait aksi warga. “Tidak tertutup kemungkinan kita akan menyelidikinya,”pungkasnya mengakhiri. (ham/han)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *