Warga Diimbau tak Terpengaruh Money Politic dan Intervensi di PSU Pilkada Labusel

Politik Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB Iklas), Drs Rivai Nasution MM mengingatkan warga yang terdaftar di 16 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk jeli dan bijak dalam menggunakan hak pilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2020 Kabupaten Labusel, pada 24 April mendatang. Dia pun mengimbau agar warga tidak terpengaruh dengan politik uang, apalagi intervensi.

Menurutnya, meskipun jumlah keseluruhan Pasang Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati pada Pilkada Labusel ada lima, namun yang berpeluang melanjutkan roda kepemimpinan di daerah ini hanya Pasalon Nomor Urut 2, H Edimin-Ahmad Padli Tanjung dan Paslon Nomor Urut 3, Hj Hasnah Harahap-Kholil Jufri Harahap.


“Saya kira warga lebih mudah untuk menseleksi mana yang terbaik, karena hanya tinggal beberapa Paslon saja yang memiliki peluang paling besar. Selama tiga bulan terakhir, tentu masyarakat dapat menilai mana Paslon yang patut dan layak dipilih mana yang tidak,” kata Rivai kepada wartawan saat berkunjung di Kotapinang, Labusel, Minggu (4/4).

Mantan Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Labuhanbatu (P5KLB) itupun mengimbau warga agar tidak terpengaruh dengan politik uang, apalagi intervensi. Menurutnya, masyarakat harus benar-benar mengedepankan pemikiran realistis dalam memilih, dengan melihat visi-misi Paslon, sikap Paslon maupun tim sukses, dan indikator lainnya.

Disebutkan, kesalahan dalam memilih pemimpin akan berdampak buruk terhadap perkembangan pembangunan dalam upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat, seperti yang dicita-citakan saat pemekaran. Karenanya kata dia, pilihlah Paslon yang dapat memberikan perubahan daerah ke arah lebih baik. “Saya berharap PSU Pilkada Labusel ini berjalan aman dan damai tanpa ada kecurangan, apalagi mengedepankan politik uang,” katanya.

Lebih jauh Rivai mendorong penyelenggara khususnya Bawaslu Kabupaten Labusel untuk menpertajam pengawasan. Menurutnya, PSU ini sangat rawan dengan ptaktek politik uang. (adz)

loading...