Warga Kirim Jeruk ke Jokowi, Pukulan Telak untuk Pemkab Karo

Sumatera Utara

KARO, SUMUTPOS.CO – Warga Karo mengirim 3 ton jeruk ke Presiden RI Joko Widodo, dengan harapan jalan di desa mereka yang rusak bertahun-tahun segera diperbaiki, dinilai sebuah ‘pukulan telak’ bagi Pemerintah Kabupaten Karo.

BERANGKATKAN: Warga Desa Liang Melas Dates, Dataran Tinggi Karo, memberangkatkan truk yang mengangkut 3 ton jeruk ke Presiden RI Jokowi.

“Inikan pukulan buat Pemkab Karo secara terbuka yang dilakukan masyarakat desa tersebut,”ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba kepada Sumut Pos, Minggu (5/12).


Artinya, terang dia, kiriman jeruk sekitar tiga ton dari masyarakat Desa Liang Melas Datas ke istana negara tersebut, sebagai sikap terhadap aspirasi yang tak kunjung ditanggapi oleh Pemkab Karo.

“Dan jeruk tersebut menyiratkan bahwa perekonomian mereka sangat terganggu dengan kondisi infrastruktur yang ada,” katanya.

Karenanya ia meminta kepada Pemkab Karo harus menanggapi aspirasi tersebut dengan baik dan sesegera mungkin. “Kalau tidak kan malu, karena sudah menjadi isu nasional,” ujar anggota Komisi D itu.

Terlebih hal ini, imbuh dia, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk mencarikan solusi terhadap persoalan rakyat sesuai dengan tingkatannya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Hendro Susanto. Ia menilai hal itu merupakan usaha warga agar aspirasi didengar.

“Ini bentuk suasana hati mereka yang belum bisa menikmati jalan bagus di desa-desanya, padahal mereka membayar pajak ke negara,” katanya.

Pengiriman jeruk ke Jokowi itu, hemat dia, juga sebagai tamparan keras bagi Bupati Karo, Cory Sebayang. Menurutnya, bupati Karo harus lebih tanggap terhadap masalah yang dialami warga.

“Harusnya ini menjadi ‘tamparan’ keras bagi bupati setempat. Karena setelah dicek aspirasi mereka, masuk dalam APBD Kabupaten Karo,” katanya.

Ia menyebut jeruk disimbolkan hasil pertanian, bahwa itulah cara rakyat mengetuk hati pada pemimpinnya untuk memerhatikan infrastruktur di tempat tinggal mereka. Dalam memperbaiki jalan, katanya, pendekatannya bisa bervariasi yakni dengan APBD karena jalan tersebut masuk dalam jalan kabupaten.

“Kita berharap pesan dari masyarakat di sana bisa ditangkap oleh pemimpin kita baik di pusat, di provinsi dan kabupaten,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang mengaku pembangunan jalan ke Liang Melas Dates sudah dianggarkan pada APBD Tahun 2022 sebesar Rp 6.029.000.000.

Penganggaran ini kata Cory sesuai dengan janji Pemkab Karo ke warga.

“Saya sebagai pemimpin daerah memikirkan seluruh masyarakat Kabupaten Karo, dimana saat ini Desa Liang Melas menjadi salah satu prioritas utama kami untuk pembangunan jalan dimana yang akan kami bangun untuk pertama kali adalah sistem drainase untuk mencegah genangan air di badan jalan yang selama ini mempercepat kerusakan jalan, setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan,” ungkap Bupati Karo.

Fokus pembangunan di wilayah Liang Melas sudah lama dilakukan pemerintah terutama dibidang pendidikan dan kesehatan , dimulai dari pembangunan SMP Negeri 2 Lau Baleng yang menjadi solusi atas keluhan masyarakat Liang Melas terhadap layanan pendidikan dan saat ini sedang memasuki pembangunan sekolah tahap kedua.

Sedangkan untuk pembangunan Puskesmas, pemerintah sudah meminta bantuan masyarakat untuk menyediakan lahan. Bupati Karo menegaskan, Pemkab karo fokus untuk pembangunan daerah yang merata, tidak hanya di daerah tertentu. Sekedar mengingatkan, Warga Desa Liang Melas Dates, Dataran Tinggi Karo, Jimmy Peranginangin mengatakan pengiriman jeruk sengaja dikirim ingin mengadukan nasib mereka ke Presiden Jokowi yang mereka cintai. “Kunjungan ke Presiden RI ini bermaksud memperkenalkan secara langsung kepada Presiden potensi pertanian, lingkungan alam/ geografis, kondisi kesejahteraan masyarakat, dan keadaan infrastruktur di Liang Melas Dates,” ujar Jimmy.

Persoalan utama warga Liang Melas adalah jalan yang menghubungkan wilayah ini dengan dunia luar rusak parah. Dulunya warga menggunakan kuda sebagai transportasi yang menghubungakan wilayah mereka dengan dunia luar. Sejak dibuka jalan untuk kendaraan roda empat di tahun 1980 an, hingga sekarang tak pernah diaspal. (prn/deo/han)

loading...