Warga Kwala Bekala Dambakan SMA Negeri

Metropolis

MEDAN- Warga Kelurahan Kwala Bekala mendambakan kehadiran sebuah SMA Negeri di wilayah Kecamatan Medan Johor. Dengan kehadiran SMA Negeri di daerah tersebut dinilai sangat membantu masyarakat miskin, karena anaknya bisa bersekolah dengan biaya terjangkau sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan. Demikian dikatakan Lurah Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Enoh PT Tarigan S Sos MSi saat menghadiri reses anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem, di Lapangan Sepakbola Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, kemarin.

Menurut Enoh Tarigan, permintaan itu guna menyahuti keluhan warganya yang setiap tahun kesulitan mendapatkan sekolah negeri untuk anaknya. “Warga saya selalu kesulitan memasukkan anaknya di sekolah negeri, sebab di wilayah Medan Johor, SMA Negeri belum ada, sehingga untuk mendapatkan sekolah negeri terpaksa jauh ke daerah dan tentu akan menambah biaya untuk transportasi. Mewakili warga, saya berharap kepada anggota DPRD Medan supaya berkenan memfasilitasi permintaan warga ini,” harap Enoh.


Selain itu, warga juga mengeluhkan pelayanan kesehatan lewat Puskesmas. Dakatakan Enoh, saat ini di wilayah Kwala Bekala hanya ada Puskesmas pembantu (Pustu) sehingga pelayan kesehatan kurang maksimal akibat peralatan medis yang terbatas. Sedangkan Puskesmas Induk hanya ada di daerah Polonia dan cukup jauh dari wilayah Kwala Bekala. Untuk itu, diharapkan Pustu tersebut supaya dapat ditingkatkan menjadi Puskesmas induk/rawat inap sehingga pelayanan lebih maksimal.

Sama halnya dengan aspirasi yang disampaikan Hans, warga Jalan Luku I yang meminta kepada instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan supaya mengawasi para pedagang jajanan di lingkungan sekolah. Sebab, jenis dan kualitas jajanan yang diperjualbelikan kepada anak-anak dikuatirkan mengandung zat pengawet yang berbahaya kepada kesehatan anak.

Begitu juga dengan keluhan yang disampaikan Marta warga Jalan Pintu Air Gang Sepadan Kwala Bekala terkait lampu jalan umum yang sudah lama rusak. Sedangkan Rifai Lingga menyampaikan keluhan terkait parit yang tumpat dan menyempit di Jalan Pintu Air II. Begitu juga dengan keluhan Sontia P, warga Jl Luku I/Sepadan 2. Sekitar 20 KK warga kecewa karena sudah 20 tahun telah mengajukan permohonan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi namun hingga saat ini belum terkabulkan. Warga berharap, seluruh keluhan dapat disahuti anggota DPRD Medan sekaligus  memfasilitasi kepada instansi terkait.

Menyikapi keluhan warga ini, Drs Daniel Pinem menyebutkan, terkait pemohonan pendirian SMA Negeri di Medan Johor akan diperjuangkan ke Pemko Medan. Untuk itu diminta kepada Lurah dan warga dapat membantu mencarikan lahan untuk lokasi sekolah.
Sama halnya dengan permintaan terkait Pustu agar ditingkatkan menjadi Puskesmas induk/rawat Inap, Daniel berjanji akan menyampaikan hal tersebut ke Pemko Medan lewat paripurna. Dan mengenai keluhan warga masalah permohonan air bersih yang tidak digubris PDAM juga akan mempertanyakan ke PDAM kenapa tidak direspon. (mag-7)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *