Wariskan Pemain Muda

Olahraga

PSMS gagal memenuhi ekspektasi publik Medan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim ini. Namun, dibalik pencapaian yang buruk tersebut, PSMS mewariskan sisi positif. Dalam hal ini para pemain muda yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat skuad musim depan.

Musim ini, ada tujuh pemain muda yang memperkuat skuad PSMS ISL. Mereka adalah Yoseph “Niko” Ostanika Malau, Muhammad Antoni, Wiganda Pradika, Ari Pratama, Fatriz Khan, Luis Irsandy dan Jaka Setiawan. Empat nama terakhir masih berstatus magang dari skuad PSMS U-21. Dengan usia rata-rata di bawah 21 tahun, potensi skill yang terus berkembang sangat terbuka.


Caretaker Pelatih PSMS Suharto mengatakan, para pemain tersebut merupakan potensi yang harus dijaga. “Mereka masih muda dan masih bisa terus berkembang. Apalagi mereka adalah putra daerah. Dengan potensi yang mereka miliki kalau terus dijaga akan sangat bermanfaat beberapa tahun lagi,” katanya saat dihubungi wartawan, kemarin.

Sejatinya Niko, Antoni dan Wiganda sudah mewarnai perjalanan skuad PSMS di ISL 2011/2012. Niko merupakan andalan di lini depan PSMS mendampingi striker asal Nigeria, Osas Saha. Pasca dicoretnya Ari Supriatna, Niko selalu mengisi starter kecuali akumulasi atau cedera. Ia mendapat kepercayaan 22 laga dengan 813 menit bermain. Torehan lima golnya menjadi bukti sahih.

Sementara Antoni meski belum mampu merebut posisi inti kerap mendapat kepercayaan turun jika lini tengah sudah turun. Antoni turun di 18 laga dengan 583 menit bermain. Wiganda Pradika yang baru alih status di putaran kedua mendapat kepercayaan di enam laga dengan 220 menit durasi bermain.

Suharto tak ragu untuk mempercayakan para pemain mudanya bermain. Apalagi ia percaya potensi harus diasah dengan pengalaman bermain. “Niko, Antoni dan Wiganda sudah layak untuk mendapat kepercayaan. Tapi mereka juga harus mampu menjaga dirinya. Tidak besar kepala dan terus berlatih membenahi kekurangan,” tambahnya.

Namun, warisan itu akan sia-sia jika manajemen tak jeli. Langkah protektif harus dilakukan agar bakat mereka bisa tetap dimanfaatkan. “Manajemen harus mampu melihatnya dan mengambil langkah protektif. Entah itu menitipkannya ke pemain muda. Kebiasaan kita setiap musim terus membongkar tim seluruhnya. Kemudian repot mencari pemain lagi. Apalagi mereka kan putra daerah Medan sendiri,” lanjutnya.

Sementara Niko Malau merasa berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya.
“Saya merasa bangga diberikan kepercayaan khususnya kepada coach Suharto. Selama diberikan kesempatan bermain saya mendapat pengalaman. Kompetisi sangat kompetitif dan mental saya juga ditempah. Selama ini saya merasa masih banyak kekurangan dan harus terus saya asah,” katanya.

Performa Niko di PSMS nyatanya membuat sejumlah klub tertarik meminang pemain kelahiran 19 Maret 1991 ini. “Ada dua klub di Kalimantan dan ada juga dari Jawa yang berminat. Tapi belum saya pertimbangkan. Inginnya sih main disini (PSMS-red). Karena bagaimanapun klub ini yang membesarkan saya. Tak masalah walaupun main di Divisi Utama,” pungkasnya. (mag-18)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *