BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Perayaan Natal Pomparan Raja Silahisabungan Boru, Bere, dan Ibebere Limapuluh berlangsung hikmad. Dalam kesempatan itu juga para jemaat mendoakan korban bencana longsor dan banjir di Sibolga, Tepteng serta daerah lainnya, di GKPI Jemaat Khusus Limapuluh, Minggu (7/12).
Mengawali ibadah penyalaan lilin natal dilakukan oleh Pdt Andri Simanjuntak STh, Penasihat St M Sinurat, Ketua Panitia F Tambunan, Mewakili Dongan Tubu Liberti H Haloho, Mewakili Boru St M Manik, Bere St TH Sitangang.
Perayaan natal tahun ini mengambil Thema: ‘Jadi Berkah Bagi Sesama Kita (Galatia 6:9-10) dan sub thema: ‘Dengan Semangat Natal Hendaklah Kita Mampu Menjadi Berkah bagi Sesama Kita dan Saling Mengasihi’ dengan Pengkotbah Pdt Andri Simanjuntak STh, Pendeta Jemaat Khusus GKPI Limapuluh.
Tema khotbah dapat berfokus pada pengharapan di tengah penderitaan, solidaritas, dan kehadiran Allah dalam kesulitan.
“Adakah di tahun ini menjelang bulan Desember mengalami penderitaan? Jawabnya, tentunya ada. Bencana longsor dan banjir besar di Kota Sibolga, Tapteng dan daerah lainnya memproporandakan daerah itu. Mereka korban bencana kehilangan keluarga, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda lenyap begitu saja dibawa bencana,” ungkapnya.
Pdt Andri Simanjuntak merasa empati dan berdoa
untuk keselamatan seluruh masyarakat di kota Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), dan Tapanuli Selatan (Tapsel) dan di berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana. “Liranya Tuhan menjagai dan melindungi. Kepada saudara saudari kita di sana agar tetap tabah dan kuat menerima cobaan dari Tuhan,” ungkapnya. (lib/azw).

