30 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026

Bawang Hasil Panen Petani Dibeli PT BPJ, Bupati Deliserdang: Alsintan Dipakai Gratis

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menjelang musim tanam pada Maret mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang melalui istansi terkait melakukan persiapan dengan normalisasi saluran irigasi, tersedianya rotari dan mesin tanam.

“Normalisasi irigasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan produksi pertanian, khususnya menjelang musim tanam,” jelas Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan ketika meninjau saluran irigasi di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Jaya Tani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1).

Di sana juga Asri Ludin bersama petani melaksanakan panen bawang merah di Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin. Sempat berdialog dengan petani disana. Dan Asri Ludin memastikan akan ketersedian mesin rotari dan mesin tanam, sebagai penunjang produktivitas pertanian. Penyaluran peralatan tersebut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Saya pastikan musim tanam di Maret, alat tersebut sudah ada. Silakan dipinjam melalui kepala UPT,” tegas Bupati.
Bahkan Asri Ludin menegaskan soal pemanfaatan peralat dan mesin pertanian (alsintan) tidak dikenakan biaya sewa.

“Bagi petani yang ingin meminjam Alsintan, silakan datang ke UPT. Tidak ada biaya sewa, namun isi minyaknya sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Disebutkan saat panen bawang merah dilakukan petani. Hasilnya sekitar satu ton bawang merah diareal empat rante. Dengan estimasi keuntungan sekitar Rp5 juta per empat rante. Bawang hasil panen diketahui memiliki daya tahan hingga satu bulan.

Kesempatan itu Asri Ludin mendorong agar hasil panen bawang dipasarkan di wilayah Deli Serdang serta membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bhinneka Perkasa Jaya (BPJ) sebagai offtaker.

“Kita ingin hasil panen petani terserap dengan baik di daerah sendiri. BUMD kita siap mengambil bawang hasil panen, tidak hanya satu ton, tetapi ratusan ton juga akan ditampung,” terangnya.

Ajakan tersebut disambut positif para petani yang sepakat menjalin kerja sama, dengan harapan pemasaran hasil panen lebih terjamin dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Manager Sumatera Utara 1 PT Pupuk Indonesia, Rizki Putra Phonna menyampaikan dukungan teknis bagi petani, khususnya terkait kualitas tanah dan penggunaan pupuk.

“Kami memiliki mobil uji tanah yang bisa dimanfaatkan untuk melihat kualitas tanah. Sebelum bulan tiga, mobil uji tanah sudah bisa kami usulkan untuk digunakan di sini,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

“Kami punya alokasi pupuk organik yang cukup. Jangan sungkan membeli pupuk organik. Idealnya tiga sampai empat musim tanam harus menggunakan organik, karena tanah sudah sering terpapar pupuk kimia,” pesannya. (btr/azw)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menjelang musim tanam pada Maret mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang melalui istansi terkait melakukan persiapan dengan normalisasi saluran irigasi, tersedianya rotari dan mesin tanam.

“Normalisasi irigasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan produksi pertanian, khususnya menjelang musim tanam,” jelas Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan ketika meninjau saluran irigasi di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Jaya Tani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1).

Di sana juga Asri Ludin bersama petani melaksanakan panen bawang merah di Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin. Sempat berdialog dengan petani disana. Dan Asri Ludin memastikan akan ketersedian mesin rotari dan mesin tanam, sebagai penunjang produktivitas pertanian. Penyaluran peralatan tersebut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Saya pastikan musim tanam di Maret, alat tersebut sudah ada. Silakan dipinjam melalui kepala UPT,” tegas Bupati.
Bahkan Asri Ludin menegaskan soal pemanfaatan peralat dan mesin pertanian (alsintan) tidak dikenakan biaya sewa.

“Bagi petani yang ingin meminjam Alsintan, silakan datang ke UPT. Tidak ada biaya sewa, namun isi minyaknya sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Disebutkan saat panen bawang merah dilakukan petani. Hasilnya sekitar satu ton bawang merah diareal empat rante. Dengan estimasi keuntungan sekitar Rp5 juta per empat rante. Bawang hasil panen diketahui memiliki daya tahan hingga satu bulan.

Kesempatan itu Asri Ludin mendorong agar hasil panen bawang dipasarkan di wilayah Deli Serdang serta membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bhinneka Perkasa Jaya (BPJ) sebagai offtaker.

“Kita ingin hasil panen petani terserap dengan baik di daerah sendiri. BUMD kita siap mengambil bawang hasil panen, tidak hanya satu ton, tetapi ratusan ton juga akan ditampung,” terangnya.

Ajakan tersebut disambut positif para petani yang sepakat menjalin kerja sama, dengan harapan pemasaran hasil panen lebih terjamin dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Manager Sumatera Utara 1 PT Pupuk Indonesia, Rizki Putra Phonna menyampaikan dukungan teknis bagi petani, khususnya terkait kualitas tanah dan penggunaan pupuk.

“Kami memiliki mobil uji tanah yang bisa dimanfaatkan untuk melihat kualitas tanah. Sebelum bulan tiga, mobil uji tanah sudah bisa kami usulkan untuk digunakan di sini,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

“Kami punya alokasi pupuk organik yang cukup. Jangan sungkan membeli pupuk organik. Idealnya tiga sampai empat musim tanam harus menggunakan organik, karena tanah sudah sering terpapar pupuk kimia,” pesannya. (btr/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru