DELI SERDANG, SumutPos.co– Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ir. H. Tifatul Sembiring, menekankan bahwa mewujudkan kesejahteraan rakyat masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dihadiri tokoh agama dan generasi muda di Kabupaten Deli Serdang, Senin (9/2).
Dalam paparannya, Tifatul menyoroti ketimpangan sosial yang masih terasa meski data makro ekonomi menunjukkan perbaikan. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, angka pengangguran memang mengalami penurunan sebesar 109.000 orang menjadi 7,35 juta jiwa, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di level 4,74 persen.
“Kita apresiasi penurunan tersebut. Namun, di sisi lain, masih ada 7,3 juta orang yang belum bekerja. Ini angka yang sangat besar. Jika belum bekerja, sudah pasti mereka belum sejahtera,” ujar Tifatul tegas.
Sentil Pengamalan Sila Kelima
Mantan Menkominfo ini mengingatkan kembali esensi Sila Kelima Pancasila, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Menurutnya, mandat konstitusi tersebut mengharuskan kesejahteraan dirasakan secara kolektif, bukan terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Tifatul juga menghubungkan kemiskinan dengan berbagai persoalan sosial lainnya, mulai dari tingginya angka putus sekolah di tingkat SMP hingga maraknya kriminalitas. “Kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab kolektif. Jika eksekutif, legislatif, dan yudikatif benar-benar menghayati dan mengamalkan Sila Kelima, maka keadilan yang kita idamkan pasti terwujud,” imbuhnya.
Edukasi 4 Pilar dan Solidaritas Palestina
Selain membedah isu ekonomi, Tifatul menjabarkan poin-poin krusial 4 Pilar MPR RI: Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Di sela-sela sosialisasi, ia juga mengajak audiens untuk tidak melupakan penderitaan rakyat Palestina. Ia mendorong masyarakat memberikan dukungan nyata, mulai dari bantuan dana, logistik, hingga doa untuk kemerdekaan Palestina.
Acara ini mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang pemuda setempat mengaku kegiatan ini memperdalam wawasannya tentang ketatanegaraan. “Saya jadi lebih paham mengenai landasan negara kita melalui penjelasan langsung dari perwakilan di DPR,” ungkapnya. (adz)

