25 C
Medan
Wednesday, April 15, 2026

Bupati Vickner Sinaga Bertemu PGRI Dairi, Tekankan Pentingnya Leadership Guru

DAIRI — Bupati Dairi Vickner Sinaga menekankan pentingnya penguatan jiwa kepemimpinan (leadership) di kalangan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Dairi, Selasa (14/4).

Audiensi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan konferensi luar biasa PGRI, menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Jolenta Haloho yang telah berakhir sejak 2024. Pertemuan ini turut dihadiri pengurus PGRI tingkat kabupaten dan kecamatan dengan agenda utama membahas kepengurusan baru periode 2025–2030.

Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Vickner Sinaga menegaskan bahwa forum PGRI tidak hanya sebatas membahas pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan pembaruan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.

Ia menekankan bahwa guru bukan hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter peserta didik maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin di ruang kelas dan di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan,” ujar Vickner Sinaga.

Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, guru dituntut untuk memiliki kemampuan leadership yang adaptif, visioner, serta mampu menjadi teladan bagi siswa. Ia juga menegaskan bahwa nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap sehari-hari seorang pendidik.

“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi juga meniru apa yang kita lakukan. Di situlah letak kepemimpinan sejati seorang guru,” ujarnya.

Bupati Dairi menyampaikan bahwa guru juga memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, termasuk terkait program dan capaian pembangunan pemerintah daerah. Hal ini menjadikan profesi guru memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah.

Ia juga berharap konferensi luar biasa PGRI yang akan digelar dapat menjadi momentum lahirnya kepengurusan baru yang lebih kuat, berintegritas, serta memiliki semangat inovasi dalam memajukan dunia pendidikan di Dairi.

“Regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI harus melahirkan figur-figur yang berintegritas, berkomitmen, dan berani berinovasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vickner Sinaga turut didampingi Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, serta Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing. (rud/ila)

DAIRI — Bupati Dairi Vickner Sinaga menekankan pentingnya penguatan jiwa kepemimpinan (leadership) di kalangan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Dairi, Selasa (14/4).

Audiensi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan konferensi luar biasa PGRI, menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Jolenta Haloho yang telah berakhir sejak 2024. Pertemuan ini turut dihadiri pengurus PGRI tingkat kabupaten dan kecamatan dengan agenda utama membahas kepengurusan baru periode 2025–2030.

Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Vickner Sinaga menegaskan bahwa forum PGRI tidak hanya sebatas membahas pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan pembaruan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.

Ia menekankan bahwa guru bukan hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter peserta didik maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin di ruang kelas dan di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan,” ujar Vickner Sinaga.

Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, guru dituntut untuk memiliki kemampuan leadership yang adaptif, visioner, serta mampu menjadi teladan bagi siswa. Ia juga menegaskan bahwa nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap sehari-hari seorang pendidik.

“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi juga meniru apa yang kita lakukan. Di situlah letak kepemimpinan sejati seorang guru,” ujarnya.

Bupati Dairi menyampaikan bahwa guru juga memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, termasuk terkait program dan capaian pembangunan pemerintah daerah. Hal ini menjadikan profesi guru memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah.

Ia juga berharap konferensi luar biasa PGRI yang akan digelar dapat menjadi momentum lahirnya kepengurusan baru yang lebih kuat, berintegritas, serta memiliki semangat inovasi dalam memajukan dunia pendidikan di Dairi.

“Regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI harus melahirkan figur-figur yang berintegritas, berkomitmen, dan berani berinovasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vickner Sinaga turut didampingi Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, serta Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru