Irigasi Parit Lompaten yang Rusak Akibat Longsor Mulai Diperbaiki Juni 2026

MEDAN – Kabar baik datang bagi para petani di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan perbaikan saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Parit Lompaten yang rusak akibat longsor akan mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Langkah tersebut menjadi upaya nyata pemerintah dalam memulihkan jaringan irigasi yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat. Kerusakan saluran akibat longsor sempat mengganggu distribusi air ke area persawahan dan berdampak pada produktivitas petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut Gibson Panjaitan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang tepat.

“Hasil peninjauan menunjukkan adanya bagian saluran irigasi yang terputus akibat longsor sehingga aliran air ke lahan pertanian masyarakat tidak berjalan optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Gibson, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, perbaikan DI Parit Lompaten telah masuk dalam program penanganan tahun 2026 dan saat ini sedang memasuki tahap pengadaan atau tender. Setelah seluruh proses administrasi selesai, pekerjaan fisik akan segera dimulai.

Gibson menegaskan bahwa percepatan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menempatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, penanganan saluran irigasi ini akan dilaksanakan tahun ini. Saat ini masih dalam proses tender dan ditargetkan pekerjaan fisik mulai berjalan pada Juni 2026,” katanya.

Tak hanya memperbaiki saluran yang rusak, proyek tersebut juga mencakup pembangunan tembok penahan tanah di titik-titik rawan longsor guna mencegah kerusakan serupa terulang di masa mendatang. Selain itu, rehabilitasi menyeluruh akan dilakukan pada jaringan irigasi yang terdampak.

Pembangunan infrastruktur pendukung tersebut dinilai penting agar sistem irigasi dapat berfungsi lebih optimal dan mampu memberikan layanan air secara berkelanjutan kepada para petani.

“Kita ingin memastikan saluran irigasi kembali berfungsi maksimal. Karena itu, selain rehabilitasi saluran, akan dibangun juga tembok penahan tanah agar lebih aman dan tahan terhadap ancaman longsor,” jelas Gibson.

Ia menambahkan, keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki peran strategis dalam meningkatkan hasil pertanian masyarakat. Dengan pasokan air yang lancar, petani dapat mengelola lahan secara lebih produktif sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Perbaikan DI Parit Lompaten juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dengan dimulainya pekerjaan pada Juni mendatang, para petani di Kecamatan Juhar berharap distribusi air ke lahan pertanian dapat segera kembali normal. Kehadiran infrastruktur irigasi yang andal diyakini akan menjadi modal penting dalam meningkatkan produksi pertanian dan menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. (san/ila)

MEDAN – Kabar baik datang bagi para petani di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan perbaikan saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Parit Lompaten yang rusak akibat longsor akan mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Langkah tersebut menjadi upaya nyata pemerintah dalam memulihkan jaringan irigasi yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat. Kerusakan saluran akibat longsor sempat mengganggu distribusi air ke area persawahan dan berdampak pada produktivitas petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut Gibson Panjaitan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang tepat.

“Hasil peninjauan menunjukkan adanya bagian saluran irigasi yang terputus akibat longsor sehingga aliran air ke lahan pertanian masyarakat tidak berjalan optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Gibson, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, perbaikan DI Parit Lompaten telah masuk dalam program penanganan tahun 2026 dan saat ini sedang memasuki tahap pengadaan atau tender. Setelah seluruh proses administrasi selesai, pekerjaan fisik akan segera dimulai.

Gibson menegaskan bahwa percepatan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menempatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, penanganan saluran irigasi ini akan dilaksanakan tahun ini. Saat ini masih dalam proses tender dan ditargetkan pekerjaan fisik mulai berjalan pada Juni 2026,” katanya.

Tak hanya memperbaiki saluran yang rusak, proyek tersebut juga mencakup pembangunan tembok penahan tanah di titik-titik rawan longsor guna mencegah kerusakan serupa terulang di masa mendatang. Selain itu, rehabilitasi menyeluruh akan dilakukan pada jaringan irigasi yang terdampak.

Pembangunan infrastruktur pendukung tersebut dinilai penting agar sistem irigasi dapat berfungsi lebih optimal dan mampu memberikan layanan air secara berkelanjutan kepada para petani.

“Kita ingin memastikan saluran irigasi kembali berfungsi maksimal. Karena itu, selain rehabilitasi saluran, akan dibangun juga tembok penahan tanah agar lebih aman dan tahan terhadap ancaman longsor,” jelas Gibson.

Ia menambahkan, keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki peran strategis dalam meningkatkan hasil pertanian masyarakat. Dengan pasokan air yang lancar, petani dapat mengelola lahan secara lebih produktif sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Perbaikan DI Parit Lompaten juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dengan dimulainya pekerjaan pada Juni mendatang, para petani di Kecamatan Juhar berharap distribusi air ke lahan pertanian dapat segera kembali normal. Kehadiran infrastruktur irigasi yang andal diyakini akan menjadi modal penting dalam meningkatkan produksi pertanian dan menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru