26 C
Medan
Monday, September 30, 2024

Mahasiswa Nommensen Nyaris Perang Saudara

MEDAN-Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen hampir melakukan perang dengan rekan sekampusnya di Jalan Sutomo, Jumat (12/4) malam. Perang tersebut gagal terjadi setelah masyarakat setempat bekerjasama dengan kepolisian turun langsung ke lapangan.

Menurut pantuan Sumut Pos, dua kelompok mahasiswa sudah mempersiapkan diri untuk melakukan tawuran tersebut. Sekelompok mahasiswa berkumpul di Jalan Sutomo persisnya di depan Kampus UHN, dengan menyiapkan batu dan palu. Sedangkan, sekelompok lagi berkumpul di Jalan Sena, dengan peralatan yang sama.

Namun, kelompok di Jalan Sena dibubarkan oleh masyarakat, yang tidak ingin melihat kekerasan di lingkungan mereka. Pihak dari kepolisian juga berusaha membubarkan kelompok di Jalan Sena. “Sudah sana, bubar kalian. Buat malu saja pun. Masa bertengkar dengan sesama rekan sekampus. Jangan kalian berantam di kampung kami ini,” ujar seorang masyarakat bernama Polo Sitompul.

Menurut seorang mahasiswa bernama Tonggo Daya (18), ketegangan tersebut dipacu hal yang sepele antara dirinya dengan mahasiswa lain bernama Bangun. Tonggo dan Bangun merupakan mahasiswa sekelas di UHN. Ceritanya, pada Rabu (9/4) lalu, mereka bersama seharusnya mengikuti pelajaran kuliah di kelas I28.

Namun, karena dosen tidak datang, kuliah tersebut dibatalkan. Pembatalan tersebut diumumkan oleh seorang mahasiswa bernama Daouglas. Usai pengumuman tersebut, Bangun secara tiba-tiba memukul meja dosen dengan keras. “Karena dia memukul meja dengan keras, aku bilang jangan kasar kali lah lae,” kata Tonggo.

Perkataan Tonggo tersebut dianggap pemicu dan hampir terjadi perkelahian. Puncaknya,  Jumat (12/4) sore, saat hendak pulang, Bangun pun menjumpai Tonggo. “Dia bilang gak senang sama aku dan ingin berantam. Dia kemudian memukul dan kubalas. Kami sempat dipisah oleh teman-teman. Tapi dia mengumpulkan teman-temannya, dan aku pun mengumpulkan teman-temanku,” paparnya. (mag-7)

MEDAN-Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen hampir melakukan perang dengan rekan sekampusnya di Jalan Sutomo, Jumat (12/4) malam. Perang tersebut gagal terjadi setelah masyarakat setempat bekerjasama dengan kepolisian turun langsung ke lapangan.

Menurut pantuan Sumut Pos, dua kelompok mahasiswa sudah mempersiapkan diri untuk melakukan tawuran tersebut. Sekelompok mahasiswa berkumpul di Jalan Sutomo persisnya di depan Kampus UHN, dengan menyiapkan batu dan palu. Sedangkan, sekelompok lagi berkumpul di Jalan Sena, dengan peralatan yang sama.

Namun, kelompok di Jalan Sena dibubarkan oleh masyarakat, yang tidak ingin melihat kekerasan di lingkungan mereka. Pihak dari kepolisian juga berusaha membubarkan kelompok di Jalan Sena. “Sudah sana, bubar kalian. Buat malu saja pun. Masa bertengkar dengan sesama rekan sekampus. Jangan kalian berantam di kampung kami ini,” ujar seorang masyarakat bernama Polo Sitompul.

Menurut seorang mahasiswa bernama Tonggo Daya (18), ketegangan tersebut dipacu hal yang sepele antara dirinya dengan mahasiswa lain bernama Bangun. Tonggo dan Bangun merupakan mahasiswa sekelas di UHN. Ceritanya, pada Rabu (9/4) lalu, mereka bersama seharusnya mengikuti pelajaran kuliah di kelas I28.

Namun, karena dosen tidak datang, kuliah tersebut dibatalkan. Pembatalan tersebut diumumkan oleh seorang mahasiswa bernama Daouglas. Usai pengumuman tersebut, Bangun secara tiba-tiba memukul meja dosen dengan keras. “Karena dia memukul meja dengan keras, aku bilang jangan kasar kali lah lae,” kata Tonggo.

Perkataan Tonggo tersebut dianggap pemicu dan hampir terjadi perkelahian. Puncaknya,  Jumat (12/4) sore, saat hendak pulang, Bangun pun menjumpai Tonggo. “Dia bilang gak senang sama aku dan ingin berantam. Dia kemudian memukul dan kubalas. Kami sempat dipisah oleh teman-teman. Tapi dia mengumpulkan teman-temannya, dan aku pun mengumpulkan teman-temanku,” paparnya. (mag-7)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/