30 C
Medan
Friday, March 6, 2026

Asap Bakar Tebu Picu Laka Beruntun di Tol Binjai–Langsa,  Polisi Sebut Jarak Pandang Terganggu

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di ruas Jalan Tol Binjai–Langsa pada Rabu (4/3/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh kepulan asap dari aktivitas pembakaran tebu di lahan milik PT Perkebunan Nusantara II yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara.

Asap tebal yang menyelimuti jalan bebas hambatan itu mengurangi jarak pandang pengendara, sehingga memicu tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kasat Lantas Polres Binjai Jansen Indra Girsang, mengakui bahwa kecelakaan tersebut terjadi akibat jarak pandang pengendara yang terganggu oleh asap hasil pembakaran tebu di area perkebunan. “Karena asap. Itu dari kebun PTPN yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara,” ujar Jansen, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, asap berasal dari aktivitas pembakaran tebu di lahan milik PT Perkebunan Nusantara II yang pengelolaannya berada di bawah PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Asap tebal tersebut menutupi sebagian ruas tol sehingga mengurangi jarak pandang pengendara yang melintas.

Akibat kondisi tersebut, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan satu unit truk dan dua mobil penumpang. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) itu menyebabkan satu orang dilaporkan menjadi korban.

Namun demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas korban maupun kondisi luka yang dialami. Jansen menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara mediasi antara pihak yang terlibat. “PTPN II sudah bertanggung jawab terhadap korban. Masalahnya sudah dimediasi dan berdamai,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak perkebunan telah memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut.

Insiden kecelakaan beruntun di ruas tol tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekaman video yang memperlihatkan kondisi jalan tertutup asap beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut tampak kendaraan melaju dengan sangat hati-hati karena jarak pandang yang terbatas.

Persoalan asap pembakaran tebu mengganggu jalan lintas tol Binjai-Langsa, bukan kali ini saja terjadi. Pengguna ruas Tol Binjai-Langsa merasa terganggu. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) arel perkebunan tebu Sinergi Gula Nusantara (SGN) Rayon A Kwala Madu, juga pernah menggangu pada Rabu (19/2/2025) sore.

Saat itu, asap yang membumbung tinggi itu, mengarah ke perlintasan jalan tol. Lokasinya persis di persimpangan exit Tol Stabat dari arah Tanjung Pura. Peristiwa serupa di dekat lokasi yang sama, juga pernah terjadi beberapa bulan lalu.

Warga sekitar menyebutkan, kebakaran seperti itu kerap terjadi di musim panen atau pasca panen tebu. (ted/ila)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di ruas Jalan Tol Binjai–Langsa pada Rabu (4/3/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh kepulan asap dari aktivitas pembakaran tebu di lahan milik PT Perkebunan Nusantara II yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara.

Asap tebal yang menyelimuti jalan bebas hambatan itu mengurangi jarak pandang pengendara, sehingga memicu tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kasat Lantas Polres Binjai Jansen Indra Girsang, mengakui bahwa kecelakaan tersebut terjadi akibat jarak pandang pengendara yang terganggu oleh asap hasil pembakaran tebu di area perkebunan. “Karena asap. Itu dari kebun PTPN yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara,” ujar Jansen, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, asap berasal dari aktivitas pembakaran tebu di lahan milik PT Perkebunan Nusantara II yang pengelolaannya berada di bawah PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Asap tebal tersebut menutupi sebagian ruas tol sehingga mengurangi jarak pandang pengendara yang melintas.

Akibat kondisi tersebut, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan satu unit truk dan dua mobil penumpang. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) itu menyebabkan satu orang dilaporkan menjadi korban.

Namun demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas korban maupun kondisi luka yang dialami. Jansen menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara mediasi antara pihak yang terlibat. “PTPN II sudah bertanggung jawab terhadap korban. Masalahnya sudah dimediasi dan berdamai,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak perkebunan telah memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut.

Insiden kecelakaan beruntun di ruas tol tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekaman video yang memperlihatkan kondisi jalan tertutup asap beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut tampak kendaraan melaju dengan sangat hati-hati karena jarak pandang yang terbatas.

Persoalan asap pembakaran tebu mengganggu jalan lintas tol Binjai-Langsa, bukan kali ini saja terjadi. Pengguna ruas Tol Binjai-Langsa merasa terganggu. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) arel perkebunan tebu Sinergi Gula Nusantara (SGN) Rayon A Kwala Madu, juga pernah menggangu pada Rabu (19/2/2025) sore.

Saat itu, asap yang membumbung tinggi itu, mengarah ke perlintasan jalan tol. Lokasinya persis di persimpangan exit Tol Stabat dari arah Tanjung Pura. Peristiwa serupa di dekat lokasi yang sama, juga pernah terjadi beberapa bulan lalu.

Warga sekitar menyebutkan, kebakaran seperti itu kerap terjadi di musim panen atau pasca panen tebu. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru