Site icon SumutPos

Pria Bertato Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Perkebunan

Foto: Robert/PM Jenazah pria bertato yang dibuang di perkebunan milik PT KPSN, Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Percut Seituan, Deliserdang. Sumatera Utara, Senin (8/6) pagi.
Foto: Robert/PM
Jenazah pria bertato yang dibuang di perkebunan milik PT KPSN, Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Percut Seituan, Deliserdang. Sumatera Utara, Senin (8/6) pagi.

PERCUT, SUMUTPOS.CO – Temuan mayat mengagetkan warga di sekitar perkebunan milik PT KPSN (Karya Panca Sakti Nugraha) Blok K 4, Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Percut Seituan, Deliserdang. Sumatera Utara. Pria tanpa identitas itu, ditemukan tergeletak dan tak bernyawa lagi di dalam kawasan perkebunan jati tersebut, Senin (8/6) pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Korban diduga dibunuh, lantaran terdapat banyak bercak darah dari lokasi penemuan mayat. Namun tak satupun warga bahkan kepling setempat mengenali korban yang tewas dengan posisi telentang dengan 2 luka bacokan di kedua lutut serta siku kanan nyaris putus.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja kebun bernama, Ijah (45) warga Kampung Kolam, Percut Seituan. Pagi itu, dirinya yang melintas terkejut melihat sosok jasad pria yang memiliki tato di kedua lengannya, sudah terbujur kaku dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Seketika dia teriak minta tolong dan melaporkan kejadian tersebut ke Suriadi (43) warga Jalan Pasar IV, yang merupakan mandor kebun. Setelah mengecek kebenarannya, Suriadi lantas melapor, ke kepling setempat, Hariadi yang diteruskan ke polisi. Tak berapa lama kemudian, pihak kepolisan Sektor Percut Sei Tuan, tiba di lokasi bersama dengan tim Identifikasi Polresta Medan, guna menelusuri TKP.

“Yang pertama sekali menemukan, karyawan kami, namanya Ibu Ijah. Dia pas mau ke kantor, sekitar jam 8 Pagi. Kemudian, ibu itu ngasih tau saya. Setelah saya cek, dan ternyata ada mayat. Saya telepon keplingnya. Gak tau kami kejadiannya bang, lagian semalam libur dan kami sampai sore aja pulang. Ibu Ijah sekarang lagi kerja di Blok O. Dia biasa bersihkan perkebunan jati dan jagung di sini,” terang Suriadi.

Sementara itu, Putra Kelana selaku staff pegawai Desa Medan Estate menuturkan mayat korban pembacokan tersebut bukanlah warga Desa Medan Estate. “Berdasarkan keterangan dari kepling, korban bukanlah warga kami. Tidak hanya itu, para warga sekitar lokasi pun ketika kita tanya pun tidak mengenal korban,” terangnya.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi, disimpulkan kalau korban tewas beberapa jam sebelum ditemukan. Pasalnya, dari temuan tersebut, terdapat banyak bercak darah ditemukan dari lokasi penemuan. Beberapa barang bukti ditemukan yakni gagang parang, hape, serta jam tangan.

“Kasus ini masih kita selidiki. Dugaan sementara, korban pembunuhan. Namun sampai sekarang, motifnya belum kita ketahui dan akan kita kembangkan. Kita juga masih menelusuri kepemilikan barang temuan tersebut, apakah milik korban atau milik pelaku. Namun, kita cek tadi hapenya dengan menghubungi salah satu nomor yang terdaftar, ada tercantum nama dari si penerima, namun belum bisa kita pastikan,” ungkap Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Rudy Silaen di lokasi.

Dijelaskannya lagi, guna mendukung hasil penyelidikan dan pengungkapan kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa sedikitnya 3 orang saksi. “Sedikitnya ada 3 saksi yang akan kita periksa. Untuk lebih lanjut lagi, nanti kita kabari, karena masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim, AKP Luhut Sihombing, untuk mengelabui petugas, pelaku setelah menghabisi nyawa korban kemudian memindahkannya ke area yang tidak diketahui warga. “Setelah korban dibunuh kemudian pelaku dipindahkan ke area yang tidak diketahui warga untuk menghilangkan jejak,” pungkasnya.(mag2/trg)

Exit mobile version